Pertarungan Jun Xiang dan Wang Chu Mei semakin memanas. Begitupun dengan kedua Hewan Roh Tingkat Tinggi yang masih saling menghancurkan.
"Pertarungan ini sangat membosankan. Kita akhiri saja, ya?"
Pria itu mengerahkan seluruh kekuatannya untuk menyerang lawannya. Sementara Wang Chu Mei semakin terpojokkan, saat ini ia hanya bisa menangkis serangan Jun Xiang, ia tak mampu untuk melawan karena telah mendapatkan luka luar dan dalam yang sangat banyak di semua titik emas nya.
Sret...
Akh..!!
Satu goresan yang cukup dalam mengenai lengan gadis itu, membuatnya meringis kesakitan kala merasakan luka yang didapatkan terasa begitu panas.
Sementara Kaisar Wang yang ada di bawah dibuat semakin panik kala menyaksikan bahwa putrinya telah berada di ujung kekalahan. Harapan nya semakin habis saat ini. Sama seperti sang kaisar, Zhang Jinxu juga begitu khawatir pada kondisi gadis itu, takit jika dia akan dihabisi tanpa ampun.
"Satu," ucap Jun Xiang mulai berhitung.
Jleb..!
Satu tusukan dalam dari Pedang Kegelapan mengenai jantung Wang Chu Mei. Darah segar langsung keluar mengalir membasahi hanfu merah mudanya.
"Dua." Jun Xiang kembali menyerang Wang Chu Mei tepat di perut menggunakan tekanan kekuatan spiritual nya.
"Ka-kak.." Mulut gadis cantik tersebut terbuka lebar dan mengeluarkan darah segar, tubuhnya kehilangan keseimbangan lalu ambruk dan terjatuh dari udara.
"Tiga." Dia tersenyum puas menatap sang lawan yang sudah tewas.
Zhang Jinxu yang melihatnya segera menangkap tubuh Wang Chu Mei, dan membawa gadis itu ke dekapannya.
Kaisar Wang dan yang lainnya menghampiri Wang Chu Mei yang sedang sekarat.
"Chu Mei.." ucap Zhang Jinxu pelan. Tangannya yang gemetar membelai wajah Wang Chu Mei, air mata menetes membasahi pipinya dengan tatapan sendu.
Darah segar menyembur dari mulut gadis itu. Dia menatap nanar Zhang Jinxu yang memeluknya, kemudian sebuah senyuman tipis terukir di bibirnya.
"Jin-xu.." tangannya yang berlumuran darah terangkat dan mengelus rahang pemuda itu.
"Ak-u tid-ak membe-nci mu...." ujar Wang Chu Mei terbata-bata. Di saat terakhirnya ia sangat menyesal karena telah menolak Zhang Jinxu yang tulus mencintainya, dan sekarang sudah terlambat untuk mengembalikan semuanya.
Zhang Jinxu memeluk tubuh sang gadis dengan erat. Dia menangis sejadi-jadinya. Tubuhnya gemetar, bahkan hanfu nya sudah dipenuhi darah dari Wang Chu Mei. Dia mencium lembut kepala gadis tersebut.
"Ya, aku tahu itu." Bibirnya bergetar saat berbicara, tak kuasa menahan tangis kala menyadari Wang Chu Mei tak memiliki kesempatan hidup lebih lama.
"Ma-afkan ak-ku..." Usai berkata, tangannya jatuh ke tanah, bersamaan dengan napasnya yang terhenti.
"CHU MEI!!"
Hati Zhang Jinxu sangat sakit dan hancur. Setelah kehilangan ayah dan kakaknya, ia harus kehilangan Wang Chu Mei. Gadis yang sangat ia cintai, meski tak sempat memiliki, setidaknya dirinya bisa merasakan perasaan sayang kepada seseorang. Dewa begitu tidak adil padanya.
Kaisar Wang menangis dalam diam. Kedua putrinya sudah pergi meninggalkannya sesuai dengan apa yang pernah biksu katakan. Umur mereka tak akan lewat dari satu tahun kemudian.
Sementara di atas sana, Wang Mei Lan tersenyum sinis. Kini, dendamnya sudah terbalaskan. Biarkan saja kedua orang tua itu menderita dengan rasa sedih, ia tidak perlu repot-repot menyiksa mereka.
KAMU SEDANG MEMBACA
Triplets Princesses (TAMAT)
Fantasy'_Wang Xia Ai. Istri terkasih dan cinta pertama Zhang Xuen Chi _' Di Kekaisaran Wang. Kaisar Wang beserta Permaisuri Li Wei dikaruniai tiga putri kembar yang diberi nama Wang Xia Ai, Wang Chu Mei, dan Wang Mei Lan. Ketiganya disayangi dan dicintai o...
