34. End

383 57 89
                                        

•••

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

•••

Vera cs dan Saga cs berada di rumah Jevan untuk menemani berlangsungnya proses pemakaman Jevan di jam 10 nanti, orang-orang ramai berkumpul untuk mengucapkan belasungkawa atas meninggalnya anak muda pelajar SMA BINAR MUTIARA.

Wali kelas XI Mipa 2 sangat terkejut mendengar informasi bahwa salah satu dari anak muridnya ada yang meninggal lantas ia dan kepsek serta murid XI Mipa 2 berkumpul di sekolah lalu bareng-bareng menuju ke rumah duka untuk belasungkawa.

Usia tidak ada yang tahu, orang yang kenal Jevan pun cukup terkejut jika pemuda manis itu telah meninggal akibat kecelakaan lantas bagaimana orang terdekat Jevan jika melihat dirinya sudah meninggal? apalagi kedua orangtuanya sangat terpukul dan belum menerima kepergian sang anak.

Waktu malam Irwan di kabari oleh orang bawahannya jika Jevan mengalami kecelakaan dan sudah meninggal di tempat sebelum di bawa ke rumah sakit. Buru-buru Irwan dengan sang istri langsung menuju rumah sakit Bunda Jakarta dan di jam 5 pagi mereka membawa Jevan pulang.

Saga, Justin dan Relvin cukup shock saat Jevan di bawa pulang oleh pria tidak mereka kenali yang berstatus bokap kandung Jevan, mereka juga cukup bersyukur jika orangtua Jevan masih mengingat sang anak.

Sedangkan Vera di buat pingsan saat di beri kabar bahwa sang pujaan hati telah tiada, setadi malam setelah sadar ia kembali menangis sejadi-jadinya di pelukan Jefran. Ia mengotot ingin menemui Jevan di rumah sakit namun di halang oleh Jefran sebab keadaannya belum stabil akibat jatuh sakit setelah mengalami kejadian di ulang tahun Tasya.

Semua orang fokus membaca Yasin serta mendoakan alm Jevan yang di pimpin oleh pak Ustadz.

Vera menatap kosong ke arah geranda alm Jevan, sesekali ia menahan tangis agar air matanya tidak jatuh namun malah membuat hatinya semakin sesak akibat kelamaan menangis, Vender yang di samping Vera pun berusaha menenangkannya.

"Jevan pergi ninggalin aku ven." lirih Vera mampu di dengar oleh Vender segera Vender memeluk Vera ke dekapan hangatnya sambil mengelus-elus lengan Vera dengan lembut.

"Kita berdua janji gak bakal ninggalin satu sama lain tapi Jevan malah ninggalin aku duluan itupun selamanya, Jevan jahat dia ingkar janji aku benci itu!" air mata Vera pun sukses jatuh membasahi pipi Vera tak lupa sudut mulut yang di tarik kebawah.

"Jevan kamu gak mau kan aku benci sama kamu? ayo sini bangun dengan itu aku gak benci lagi, mimpi kamu terlalu indah ya? sampai gak mau bangun lagi."

"Jevan pembohong! kamu jahat Jevan kenapa kamu ninggalin aku?! itu semua gak lucu!" omel Vera dengan napas tersengal-sengal.

"JEVAN BANGUN!" pekik Vera sambil memegang erat foto Jevan dalam figura lalu memeluknya tak lupa dengan isak tangisannya.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jul 28, 2023 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

LOVE PROCESS (tahap revisi)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang