22

164 62 15
                                        

•••

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

•••

Di malam hari Vera akan bertemu dengan teman tongkrongan di sebuah restoran. Ia sudah bersiap-siap, sekarang tinggal izin pada bunda Nara untuk keluar rumah. Ia menuruni tangga mencari bunda Nara tak sengaja melihat ayah Gerald duduk di sofa mengutak-atik tablet serta di meja ada secangkir kopi untuk menemaninya.

Vera mendekati meja ruang tengah itu, "Emm... Ayah aku mau izin keluar bentar." Ia izin pada Gerald ketika tidak melihat bunda Nara.

"Kemana?"

"Ketemuan sama teman aku di resto, boleh kan?"

"Oh tentu, di antar pak Ucup?"

"Nggak, naik motor aku sendiri lah."

"Kalo gitu ayah gak ngebolehin, kamu ini anak perempuan ntar waktu pulang kalau kenapa-napa gimana? apalagi naik motor sendirian." jelas Gerald.

"Ayah tenang aja aku bisa jaga diri kok lagian aku udah janji bakal ketemuan malam ini masa seenaknya ngebatalin sih yah, kan gak enak."

"Ayah tidak perduli, di antar pak Ucup baru ayah bolehin kalo sendirian mending masuk kamar sekarang!" tegas Gerald masih sibuk dengan tabletnya.

"Ayah gak asik ah, plis deh boleh ya? soalnya aku mau pamer sama temen kalo aku jago naik motor." ucapnya berbohong sambil memohon pada Gerald.

Nara melihat suaminya sedang mengobrol dengan keponakannya pun langsung menghampiri mereka, di lihat wajah keponakannya cemberut hingga membuat dirinya sempat bingung.

"Ini pada kenapa sih? itu mukanya kenapa kok cemberut gitu?" tanya bunda Nara sambil menepuk pundak Vera.

"Bunda aku mau keluar tapi gak di bolehin ayah." ucap Vera mengadu pada bunda Nara.

"Anak ini mau keluar malam-malam naik motor sendirian, mana mungkin aku ngebolehin." bela Gerald.

"Gini aja deh ntar aku pulangnya suruh nganterin temen aku, janji gak boong." ujar Vera dengan mengangkat tangan dua jari di samping wajahnya.

"Yaudah yah bolehin aja, tuh liat mukanya sampai di tekuk gitu." ujar Nara lalu duduk di samping sang suami.

"Yaudah tapi ingat, jangan pulang kemalaman dan pulangnya harus di anterin teman kamu!" jelas Gerald yang sudah memperbolehkan Vera pergi keluar rumah.

"Oke, makasih bunda dan ayah." ucapnya senang, Vera menyalimi punggung tangan mereka lantas pergi kedepan.

Vera meninggalkan pekarangan rumah tersebut, ia meluncur pergi mengendarai sepeda motor menuju restoran walaupun sudah telat sedikit. Setelah sampai ia memakirkan motor lalu masuk ke dalam menemui temannya di meja nomor dua belas.

"Hai, maaf gue telat datang." ucap Vera lalu menarik kursi ke belakang dan mendudukinya.

"Santuy elah, tumben lu di bolehin keluar malem apalagi naik motor?" tanya Letta, tidak tumbenan temennya ini di bolehin keluar apalagi naik motor sendirian waktu malam ketika tahu bahwa keluarga Vera sangatlah galak.

LOVE PROCESS (tahap revisi)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang