17.

534 87 39
                                        

Sesampainya dirumah Thania mereka bertiga langsung masuk dengan Thania yang masih menangis sejak tadi.

Thania duduk disofa ruang tamu rumahnya untuk menenangkan perasaannya yang kacau, sementara Megan dan Lucky akan coba mencari Haris.

"Dimana kamarnya Haris?" tanya Lucky.

"Dilantai dua, disebelah kamar gue... plis kalian jangan apa-apain Haris, biar polisi aja yang ngehakimin dia" mohon Thania.

Megan benar-benar tidak tega melihat keadaan Thania yang hancur setelah mengetahui perbuatan adiknya, cowok itu spontan memeluk Thania.

Sekarang Megan paham, kenapa Haris selalu memintanya untuk menjaga Thania, ternyata mungkin ini maksudnya, mungkin Haris ingin agar Megan tetap menjaga Thania setelah segala perbuatan jahat Haris terbongkar. ia tidak ingin kakaknya sendirian.

"Gue pernah janji sama Haris, gue bakal selalu jagain lo, gue bakal selalu ada buat lo." Ucap Megan sebelum ia kembali melepas pelukannya.

Thania tidak membalas apapun, dia hanya tetap diam dan menangis.

Akhirnya Megan dan Lucky naik kelantai dua, Lucky memutar knop pintu kamar Haris tapi "Dikunci"

Megan coba mengetuk pintunya pelan-pelan "Haris, ini gue Megan. Buka pintunya dong" Tapi didalam sana tetap diam seolah tidak ada orang.

"Coba lo minta kunci cadangannya sama Thania" Suruh Megan.

Lucky mengangguk lalu kembali turun untuk menemui Thania. tapi ternyata Thania sudah tidak ada disofa ruang tamunya. "Than? Thania?" panggil Lucky pelan, tetap tidak ada jawaban.

Sampai akhirnya Lucky melihat pintu rumah Thania terbuka, cowok itu segera berjalan kedepan pintu dan ia menemukan Thania yang berdiri celingak celinguk didepan teras rumahnya.

Lucky menepuk pundak Thania "Heh, dicariin juga ternyata lo disini"

Thania awalnya kaget, tapi ia langsung lega karena itu adalah Lucky "Ky, tadi ada orang pake jubah item lewat disini" Thania menunjuk halaman depan rumahnya.

Lucky yang mendengar itu langsung parno "Yaudah ayo masuk, jangan lupa kunci pintunya"

Thania mengangguk, namun saat mereka telah membalik badan...

BUGH!

BUGH!

*******

Sementara itu. Megan menunggu sudah cukup lama, tapi Lucky dan Thania tidak kunjung datang, membuat Megan berdecak kesal.

"Gila, pada diskusi kali ya dibawah?" gerutunya

Karena sudah tidak sabar akhirnya Megan putuskan mendobrak pintu kamar Haris, setelah dobrakan yang ketiga akhirnya pintu kamarnya terbuka. Tapi Megan tidak menemukan apapun disana.

"Shit, apa dia udah kabur?"

Kamar Haris bersih, wangi dan tertata rapi, Megan sama sekali tak menemukan ribuan foto Karina didalam kamarnya. Megan berjalan mendekati tempat tidur, namun yang ia temukan malah bingkai foto Haris berada diatas bantal.

"Ngapain naruh foto sendiri diatas bantal?" Gumam Megan.

Akhirnya Megan putuskan untuk keluar dari kamar Haris, ia berniat turun tangga untuk mencari Lucky dan Thania yang tak kunjung kembali.

Tapi saat melewati kamar Thania, tiba-tiba Megan merasa penasaran "Apa jangan-jangan dia sembunyi dikamar Thania?"

Megan kini malah tertarik mendekati kamar Thania, saat ia coba putar knop pintunya— ternyata tidak dikunci. Megan menelan ludah sebelum mendorong pintunya pelan-pelan, perasaan tidak nyaman mendadak hinggap dibenaknya.

Lantai 3 SastraCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang