06.13
Raffa masih tertidur pulas di kasurnya, rasa nya tidak ingin bangun dari kasur. Dia tidak ingin berangkat sekolah, dia hanya ingin tidur. Namun nasib tidak menakdirkan Raffa untuk selama nya tidur.
Andra membuka tirai jendela kamar Raffa, sehingga sinar matahari langsung menusuk mata Raffa.
"Euhh! Tutup brengsek!"
Andra mendekat ke arah Raffa. Dia mencium dahi Raffa, Raffa terkejut dan mulai memerah.
"L-lo!"
Raffa ingin melayangkan tinju nya, namun sudah di tahan oleh Andra "Selamat pagi naughty little brother"
Raffa menatap nya sinis dan melepaskan tangannya secara paksa, dia menutupi dirinya menggunakan selimut. Melihat Raffa bertingkah seperti itu membuat Andra menggelengkan kepala nya dan menghela nafas.
"Kamu mau bangun atau kakak yang seret kamu ke kamar mandi buat mandiin kamu?"
Raffa hanya terdiam
"Kakak gak bercanda ya, dalam hitungan 5 detik kamu gak bangun dan gak mandi kakak bakal mandiin kamu. 5, 4, 3–"
Belum sempat menghitung sampai terakhir Raffa sudah bangun, dan beranjak dari tempat tidurnya. Andra tersenyum.
"Good boy, kalo gitu cepetan mandi terus sarapan"
Raffa mengangguk, lalu kemudian turun untuk mandi. Setelah selesai mandi dan memakai seragam nya Raffa turun ke bawah untuk makan bersama dengan keluarga nya.
Seperti biasa Nathalie membuat sarapan dengan penuh cinta, membuat makanan itu terlihat sangat enak. Raffa sudah sangat lapar, jadi dia langsung mengambil nasi dan lauk lalu mulai memakannya.
"Bagaimana dengan sekolah kalian? Andra, Raffa" tiba-tiba Arsen datang dari arah tangga. Menatap ke arah Andra dan Raffa.
"Baik-baik aja" jawab mereka berdua
Arsen mengangguk mengerti. Namun Arsen melihat sedikit ke anehan, hari ini Andra lebih sering menatap ke arah Raffa dan tersenyum. Tetapi Arsen berpikir mungkin saja mereka berdua sudah berbaikan. Namun sebenarnya... Lebih dari itu..
.
.
.
Skip saat disekolah.
Saat disekolah Raffa sedang berada di dalam kelas, namun tiba-tiba Arga berlari ke arah Raffa, disusul dengan Ryan yang berjalan di belakang Arga.
"Raf! Raf!" Arga mengguncang tubuh Raffa dengan kencang
"Aduh apasih?! Sakit goblok!"
Arga nyengir dan berhenti mengguncang tubuh Raffa
"Lo tau? Ada murid pindahan, cewek. Katanya dia dari desa sih, tapi wajahnya cantik banget. Lo yakin gak mau lihat dia Raf? Gue yakin dia tipe lo banget!" Ucap Arga antusias
Raffa menghela nafasnya "Berisik lo Ga ah! Gue mau duduk tenang"
Arga menyernyitkan dahi nya "Ck, percaya sama gue! Ini tipe lo Raf. Lo harus ikut gue!"
Raffa berdecak kesal, terpaksa dia harus menuruti kemauan Arga. Raffa, Arga, dan Ryan sekarang berada di kantin. Ternyata anak baru itu sedang berada disana. Banyak orang yang menggerumuni nya karena tertarik dengan kecantikan nya, maupun itu cowok, cewek, adik kelas, kakak kelas, semua nya berkumpul disana. Sama seperti saat Andra di kerumuni namun hanya cewek yang mengerumuni Andra.
"Tuh raf liat, manis banget kan?" Arga menunjuk ke arah gadis itu. Raffa mengikuti arah pandang Arga, mata nya membelalak kaget ketika dia melihat salah satu crush nya dari desa. Dia bersekolah disini hari ini?!
"Tipe lo kan raf? Gue tau kok tipe lo yang sederhana kayak gitu"
Raffa hanya tersenyum kikuk. Dia merasa aneh, kenapa dia sudah tidak berdebar ketika bertemu dengan gadis itu? Apa yang terjadi dengannya? Apakah ini hanya perasaan sementara. Namun Raffa masih ingin mengobrol dengannya.
Tanpa sengaja mereka berdua melakukan kontak mata, itu membuat Raffa terkejut dan langsung memalingkan wajahnya.
"Udah, ayo balik anjing!" Raffa berbalik dan pergi duluan
"Loh? Raf? Dia bukan tipe lo? Mustahil! Tipe lo udah ganti? Yang gimana? Tante bohay?"Arga bertanya tanya sambil mengikuti Raffa berjalan dari belakang. Begitu pun dengan Ryan yang sedari tadi hanya diam saja.
"Berisik! Diem lo ah!"
"A-anu! K-kamu Raffa kan?" Gadis itu berlari menyusul Raffa ternyata. Raffa menoleh ke arah gadis itu, Arga dan Ryan mengernyit heran, kenapa gadis ini sudah mengetahui nama Raffa?
Namun Arga tersenyum, dia merangkul pundak Ryan "Kita duluan ya Raf! Gue kebelet!"
Arga dan Ryan langsung pergi dari hadapan Raffa.
"Tunggu! Woi!" Raffa menghela nafas, apa apaan sahabat nya ini.
"Kamu benar Raffa bukan?"
Raffa menoleh lagi ke arah gadis itu.
"Ya... Lama tidak bertemu Janie"
.
.
.
"Aku senang bertemu dengan mu disini Raffa" Janie tersenyum manis saat melihat Raffa. Ada sedikit rona merah di wajahnya
"Ya, jadi lo sekolah disini, mulai hari ini?"
"Iya! Aku mendapatkan beasiswa dan masuk ke sekolah ini... Aku tidak menyangka kamu juga bersekolah disini."
Raffa menggaruk tengkuknya yang tak gatal
"Oh, maaf... Tadi aku menggangu mu ya? Padahal kamu lagi bicara sama teman-teman mu, aku hanya ingin menyapa mu.."
Raffa langsung menggeleng "Nggak, sama sekali gak ganggu kok."
Janie tersenyum manis "Terimakasih Raffa!"
KAMU SEDANG MEMBACA
Just Brother? [End]
RandomSeorang saudara yang berbeda ibu. Raffa dan Keandra adalah seorang saudara tiri. Raffa awalnya tidak pernah mau menerima keberadaan ibu tirinya dan kakak tirinya. Namun... Siapa sangka, lama kelamaan Raffa memiliki perasaan terhadap kakak tirinya. K...
![Just Brother? [End]](https://img.wattpad.com/cover/324675971-64-k719190.jpg)