31: It's not about a novel

48 2 0
                                    

Wangi aroma khas yang menguar dari beberapa bahan tengah diolah oleh Jifar dan sesekali dibantu Renald, wanginya begitu menggoda indra penciuman dan sepertinya berhasil membuat perut keroncongan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Wangi aroma khas yang menguar dari beberapa bahan tengah diolah oleh Jifar dan sesekali dibantu Renald, wanginya begitu menggoda indra penciuman dan sepertinya berhasil membuat perut keroncongan. Benar, mereka sedang berkumpul di villa milik Chiko untuk merayakan kemenangan yang telah diraih Aldrivano dalam lomba olahraga antar sekolah.

Setelah banyaknya drama dalam membujuk para kekasihnya untuk ikut serta meramaikan malam perayaan itu, akhirnya masing-masing dari mereka berhasil mengajak para kekasihnya ke villa. Kini para wanita tampak sibuk di dapur menyiapkan beberapa sup dan masakan lainnya, sebab kegiatan memanggang hanya dilakukan oleh para lelaki di pelataran villa yang luas itu.

"Kak Kezra, ini gue bawa dulu aja ke depan ya," ujar Zenara pada Kezra yang tengah mengolah sayuran yang begitu menggugah selera. Gadis itu membawa olahan mie goreng dalam wadah besar dan melenggang menuju pelataran villa setelah mendapat anggukan dari Kezra.

"Gue bantu sini, Ra," timpal Luna dengan sigap membantu Zenara membawa beberapa mangkuk lalu berjalan beriringan bersama Zenara menuju halaman depan.

"Lin, tolong kasihin itu jagung-jagung  yang mau dibakar! Kerjaan di sini juga bentar lagi kelar, nanti gue nyusul," ucap Kezra pada Crystaline yang sejak tadi sibuk merekam untuk kenang-kenangan. Jangan kira Crystaline tidak membantu sama sekali, gadis itu justru yang inisiatif membeli seluruh bahan olahan bersama Chiko saat perjalanan menuju villa hingga harus beberapa kali bolak-balik untuk membeli bahan yang kurang. Lalu tugas laki-laki? Mereka tentunya sibuk menata meja dan mengangkut beberapa bangku sampai memanggang daging di luar sana.

"Ah, oke. Itu seafood biar sekalian gue bawa."

"Ga usah, nanti aja gue yang bawa."

Crystaline mengangguk lalu membawa beberapa jagung dan melangkah pergi menuju halaman depan. Suasana malam di luar villa begitu ramai hingga mengalahkan dinginnya udara sebab kehangatan yang tercipta. Kedatangannya disambut kericuhan yang selalu terjadi di antara Hafiz dan Renald atau Hafiz dan Jifar, gadis itu melangkah menghampiri Aldrivano yang tengah menyiapkan peralatan untuk membuat jagung bakar dibantu Marko sedangkan kekasihnya tengah berkutat membuat ikan bakar.

"Jidan ke mana?" Tanya Crystaline setelah menyerahkan beberapa jagung pada Marko.

"Noh di halaman belakang lagi nyari spot buat fotoin langit," jawab Marko disertai kekehan ringannya.

"Fiz, diem ga lo?!" Erang Renald dari sisi lain yang begitu frustrasi terus menerus diganggu oleh Hafiz.

"Apa sih, Ren? Gue juga bantu ini," balas Hafiz dengan raut menyebalkan semakin membuat Renald naik pitam.

"Woy! Bantu apaan lu? Bantu ngabisin daging iya," sembur Renald dengan deru nafas cepat sedangkan Hafiz malah tergelak. "Zenara! Bawa cowok lo pergi dah, sebelum gue obrak-abrik nih bumi!" Serunya memanggil kekasih Hafiz yang baru saja selesai menata mangkuk dan menyajikan mie goreng di atas meja panjang.

ALDRIVANO (END! Tersedia versi AU di Twitter)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang