'Kecuali bisa bersama [Name] tanpa terganggu perbedaan' Batin Sho sambil melirik [Name] yang masih sibuk makan sambil menatap mereka berdua layaknya nonton TV
"Aku gak punya impian" Lanjut Sho lagi
"BOHONG! MANA ADA ORANG YANG GAK PUNYA IMPIAN!" Teriak Upi dan Amu tidak percaya
"Uh telinga ku" Ucap [Name] mengelus telinganya yang rasanya akan pecah
Sedangkan Sho sudah berbalik sambil menutup telinganya
"
Haha, bilang aja malu! Impianku lebih keren kan!" Ucap Upi memancing emosi Sho
"Pi.. jangan gitu ada hawa ngga enak tau" Bisik [Name] pada Upi
"Baiklah kalo kalian segitunya mau tau impianku, impianku adalah..."
Sho kembali menghadap mereka bertiga
"Tidak mati sendirian, aku akan jadi pilot atau masinis"
"Dan kalian berdua akan kuseret untuk duduk di kursi VIP, jadi kalian akan meledak bersamaku ha..ha..ha.." Lanjut Sho sambil menunjuk Upi dan Amu
Sedangkan yang ditunjuk sudah bersembunyi dibelakang [Name] yang kayak linglung sama keadaan
"Bercanda~" Ucap Sho tenang
"Dasar psikopat" Ucap Upi merinding
"Kan sudah kubilang aku nggak punya impian"
"Terus kenapa cuma aku sama Amu? [Name] juga ikut-ikutan loh!" Ucap Upi tidak terima
"Aku Ngapain njay?!" Sahut [Name] dengan nada kesal
"Dia aja linglung gitu kasian nanti tiba-tiba gak bernyawa kan kaget dia" Ucap Sho sambil melirik [Name] yang tampak kesal dengannya
"Lalu kamu [Name]?" Tanya Amu mengalihkan pembicaraan
"Entahlah~ aku ngga punya impian tapi aku pengen jadi entahlah mungkin.... [Cita-citamu]?" Ucap [Name] ragu
"Kamu sendiri gimana mu?"
"Nggak tau" Ucap Amu frustasi
"Aku belum menemukan impian masa depanku" Lanjut Amu murung
"Coba cari pekerjaan yang kamu mau" Saran Upi
"Ibuku sih pengennya aku jadi dokter" Ucap Amu
"Itukan mau ibumu kalau maunya kamu apa?" Kali ini [Name] yang bertanya
Sementara [Name] dan Upi memberi saran Sho diam-diam menancapkan apa ya kayak tusukan matahari(?) kerambut Upi dan menjepit jilbab [Name] dengan jepitan bergambar wajahnya
"Teuing ah!!!" Karena terlampau kesal Amu melempar kertas dan pulpennya kebelakang
Plok.
Sret.
Mengenai wajah Toro
"Amu, sampah mu, jangan dibuang sembarangan" Ucap Toro sambil memberikan kertas tadi pada Amu
"Oh Toro, sorry" Ucap Amu lalu mengambil kertas yang dikasih Toro
"Oh ya Toro, mau tanya dong" mata Amu tampak kembali berbinar
"Menurutmu! Pekerjaan yang cocok buatku apa?! Tanya amu dengan mata berbinar
Sedangkan dibalik Amu terlihat Upi sedang berusaha melepas tusukan matahari dari kepalanya