𝟐𝟖♝

1.3K 136 0
                                        


◦•●◉✿ 𝑤𝑒𝑒[𝑤𝑖𝑡ℎ 𝑟𝑒𝑎𝑑𝑒𝑟]✿◉●•◦

"You good?"

Upi dan Amu tetap berusaha fokus belajar untuk mengacuhkan Sho yang berusaha mengganggu mereka berdua

"Menyerah saja, aku bisa mendengar otak kalian menjerit" Ucap Sho mengejek

"Bisa, aku bisa" Ucap Upi berusaha menyemangati dirinya padahal, otaknya sudah terbakar

"Shut up" Ucap Amu yang sedang minum air kelapa untuk mendinginkan otak

"Kerasukan apa kalian sampe serius belajar gini?" Tanya Sho masih berusaha mengganggu Amu dan Upi

"Diamlah"

"Sho, dari pada kamu gangguin orang, mending kamu belajar gih sana"

"Bikin ga fokus" Lanjut Upi yang sedang malas berdebat

"Haha gak perlu"

"Sombong banget. Mentang-mentang peringkat satu"

"Liat aja, nanti pasti aku yang ada di peringkat satu" Lanjut Upi yang jelas-jelas tidak mungkin

Dia matematika aja suka nyontek gimana mau peringkat 1:^

"Yakin?" Tanya Sho dengan nada merendahkan

"Ya nggaklah" Jawab Upi spontan

"Jangankan peringkat 1, Kamu gak dapet nilai merah aja kedengarannya lucu" Ucap Sho menyakiti hati mungil Upi

"Kamu terlalu ngeremehin orang lain" Ucap Upi tidak terima dirinya di hina

"Apasih, aku bicara fakta" Ucap Sho menekan kata fakta

"Sho, dari pada kamu gangguin Upi mending gangguin si [Name] biasanya juga gitu" Sahut Amu yang dibalas lirikan tajam oleh Sho

"Ya, kamu liat aja dia lagi apa tuh"

Amu menoleh kearah [Name] yang sedang belajar dengan Vanilla walaupun kayaknya Vanilla daritadi nanya terus

"Dia kalo belajar itu serius walaupun dia tetep jawab kalo ada yang nanya, jadi kalo aku gangguin kayanya bakal marah dan aku juga kasian liat dia kayak udah frustasi gitu" Jelas Sho santai sedangkan Upi semakin kesal dia juga frustasi kok masih diganggu

"DASAR SOMBONG! SAMPE AKU DAPET NILAI DIATAS RATA-RATA, TRAKTIR AKU JAJAN YA!!!" Teriak Upi yang membuat [Name] dan Vanilla menoleh padanya

"Van, suaranya Upi keras banget ga sih? Padahal Kita duduk dipojok lho" Ucap [Name] Kepada Vanilla

"Um iya, kayaknya dia lagi sebel"

"Udahlah, mending kita lanjut belajar aja, soal yang ini nih kita pelajari dulu rumusnya" Ucap [Name] menyuruh Vanilla jangan terlalu memikirkan Upi

"Dia mah gitu Pi, ga usah dipikirin, lanjut belajar gih" Suara Amu kembali terdengar

"Ahh nyebelin" Ucap Upi tiba-tiba membuat Amu menoleh padanya

"Harusnya aku marah Karena direndahkan, tapi aku malah ngerasa senang" Lanjut Upi dengan wajah yang berubah ganteng

'LU SIAPA AJG?!!!!' Batin [Name] dan Amu bersamaan

[Name]? Oh dia lagi break bentar soalnya si Vanilla mau ke toilet jadi ya udah dia liatin drama si Upi Ama Amu eh- malah liat wajah ganteng Upi

'Nikmat tuhanmu manakah yang kamu dustakan' Batin [Name] yang memotret wajah Upi sebagai koleksi

'Aku lupa, Upi kalau serius mukanya jadi ganteng!' Batin Amu yang masih kaget dan shock

'Ditraktir Sho ya.........'

'GILA! KAPAN LAGI BISA DITRAKTIR SHO MAKAN!!!!'

"Jadi ikemen?" Gumam Ceu qoqom melihat wajah Upi

"EAAAARGH!!" Erang Upi Tiba-tiba

"Dia itu kenapa sih?" Gumam [Name] bingung

'KESEMPATAN EMAS! GA BOLEH DILEWATIN GITU AJA!!!!'

'KALI INI KUPASTIKAN GAK DAPET NILAI MERAH' Batin Upi menyemangati dirinya

"UWOOOGH!"

"Serem" Ucap Amu bergidik menatap Upi

"Kamu serius mau traktir dia?" Tanya Amu pada Sho yang dari tadi menatap malas Upi

"Dia gak akan berhasil" Ucap Sho dengan wajah meremehkan

"Ga boleh ngeremehin!" Sahut [Name] tiba-tiba

Sho menoleh kebelakang dan melihat [Name] yang menatap kesal padanya

'gemesin' Batin Sho gemas dan rasa ingin mencubit pipinya menjadi-jadi

Tapi sok cool dulu si Sho padahal, tadi dia ndusel-ndusel manja:^

"Ga ngeremehin kok, cuma bilang fakta"

"Sama aja!"

𝕋.𝔹.ℂ
ℕ𝕠𝕥𝕖: 𝕛𝕒𝕟𝕝𝕦𝕡 𝕧𝕠𝕥𝕞𝕖𝕟𝕥

𝙰𝚞𝚝𝚑𝚘𝚛 𝚗𝚘𝚝𝚎:

𝙰𝚗𝚗𝚢𝚎𝚘𝚗𝚐 𝚊𝚗𝚗𝚢𝚎𝚘𝚗𝚐
𝚂𝚎𝚙𝚎𝚛𝚝𝚒 𝚙𝚎𝚛𝚓𝚊𝚗𝚓𝚒𝚊𝚗 𝚜𝚎𝚖𝚞𝚕𝚊 𝚒𝚗𝚒 𝚊𝚍𝚊𝚕𝚊𝚑 𝚑𝚊𝚛𝚒 𝚝𝚎𝚛𝚊𝚔𝚑𝚒𝚛 𝚊𝚔𝚞 𝚍𝚘𝚞𝚋𝚕𝚎 𝚞𝚙 𝚖𝚞𝚕𝚊𝚒 𝚋𝚎𝚜𝚘𝚔 𝚊𝚔𝚞 𝚋𝚊𝚔𝚊𝚕 𝚔𝚊𝚢𝚊𝚔 𝚋𝚒𝚊𝚜𝚊 𝚢𝚊𝚒𝚝𝚞 𝟷𝚡 𝚜𝚎𝚋𝚞𝚕𝚊𝚗, 𝚐𝚊𝚔 𝚌𝚊𝚗𝚍𝚊:^

𝙿𝚘𝚔𝚘𝚔𝚗𝚢𝚊 𝚞𝚙 𝚗𝚢𝚊 𝚐𝚊 𝚜𝚊𝚖𝚙𝚎 𝟷 𝚑𝚊𝚛𝚒 𝚜𝚎𝚔𝚊𝚕𝚒 𝚖𝚞𝚗𝚐𝚔𝚒𝚗 𝟸 𝚑𝚊𝚛𝚒 𝚜𝚎𝚔𝚊𝚕𝚒 𝚔𝚊𝚕𝚘 𝚕𝚞𝚙𝚊 𝚢𝚊 𝟷 𝚖𝚒𝚗𝚐𝚐𝚞 𝚜𝚎𝚔𝚊𝚕𝚒 𝚠𝚔𝚠𝚔

𝙾𝚔𝚎 𝚜𝚎𝚎 𝚢𝚘𝚞 𝚊𝚕𝚕

𝐖𝐄𝐄!!! [𝐖𝐢𝐭𝐡 𝐑𝐞𝐚𝐝𝐞𝐫]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang