𝟐𝟕♗

1.2K 148 1
                                        

◦•●◉✿ 𝑤𝑒𝑒[𝑤𝑖𝑡ℎ 𝑟𝑒𝑎𝑑𝑒𝑟✿◉●•◦

Tak!

"Baiklah anak-anak madesu hari ini kita ujian tematik" Ucap Pak Eko pada anak-anak muridnya

'NOOOO!!!' Batin Upi dan Amu yang belum ada persiapan sama sekali

"Saya kasih waktu 1 setengah jam buat persiapan"

"Kiki tolong bantu saya buat nge-print kertas ujiannya" Pinta Pak Eko pada Kiki

'Enak dong, bisa ngintip soal si Kiki' Batin [Name] ber negative

"Ya pak"

"I hate math" Gumam Amu pasrah dengan matematika

"Ng?" Bingung Kiki memperhatikan Amu yang pasrah dan menyerah

"Masih bingung ya?" Tanya Kiki mengagetkan Amu

"Mau kuajarin gak?" Tanya Kiki lagi berusaha mendapat respon Amu

'Sepertinya dia dilema' Batin Kiki saat melihat Amu hanya diam tidak meresponnya

"Aku bisa ajarin pelan-pelan kok" Ucap Kiki tetap ingin mendapat perhatian Amu

Caper:^

"Gak usah deh" Jawab Amu pada akhirnya dengan nada lemas

Tepak!

"Kiki buruan udah ditungguin Pak Eko tuh" Ucap Toro setelah memukul kepala Kiki dengan buku

Untung itu Toro kalo [Name] mungkin udah tinggal Nama si Kiki

"Ceu qoqom bisa ajarin aku gak?" Tanya Amu menghampiri meja Ceu qoqom dengan wajah melas

"Bisa kok mana yang kamu gak ngerti?"

"Semuanya" Balas Amu seadanya

"Tadi di ajarin Kiki kok gak mau?" Tanya Ceu qoqom bingung

"Malu ah, nanti keliatan begonya ga nyaman juga" Jawab Amu sok malu

Padahal dia biasanya malu-maluin

"Amu, kok kamu belajar sih? Percuma, mending pasrah aja"

"Biar aku ada temennya juga" Lanjut Upi yang tiba-tiba nongol di belakang Amu

"Upi ikut belajar yuk" Ajak Ceu qoqom yang bagaikan malaikat mengajak setan taubat

Percuma.

"Ck, berisik, seenggaknya aku ada usaha" Balas Amu dengan nada kesal

"NGAPAIN USAHA KALAU UJUNGNYA GAGAL? KAMU GAK SADAR APA TIAP KALI KITA USAHA HASILNYA NIHIL!"

"KITA ITU DITAKDIRKAN GAGAL DI UJIAN INI, JADI GA USAH BERUSAHA! BELAJAR TIDAK PERLU! REBAHAN NOMOR SATU!" Lanjut Upi berteriak sambil menunjuk-nunjuk Amu

"TAKDIR PALA BAPAK KAU! TAU APA KAMU SOAL TAKDIR? EMANGNYA KAMU TUHAN?!"

"TEMEN DURHAKA, KALAU MAU GAGAL, GAGAL AJA SENDIRI! GA USAH AJAK-AJAK AKU!" Balas Amu berteriak kesal

"Biasa aja dong! Ga usah nge-gas!" Ucap Upi gak mau kalah

"Aku biasa kok, situ aja yang ngegas" Balas Amu tidak terima

"Lu!"

"Elu!"

Plak!

Plak!

"KALIAN DIEM BISA GA SIH?! SUARA KALIAN TUH BERISIK!" Seru [Name] kesal setelah memukul kepala Amu dan Upi menggunakan tas nya

"Aduh" Balas Amu dan Upi meng-aduh

"Udah jangan berteman, kasian yang lain mau belajar" Ucap Toro yang berada di samping [Name] berusaha menenangkannya

"Bertengkar kali" Balas [Name] lelah dengan typo nya si Toro

Akhirnya keadaan kembali tentram dengan ending Upi yang ikut belajar karena di ancam si [Name]

◦•●◉✿ 𝑤𝑒𝑒[𝑤𝑖𝑡ℎ 𝑟𝑒𝑎𝑑𝑒𝑟]✿◉●•◦

'Tumben kelas sepi' Batin Sho yang baru datang

Sho meletakkan tas nya di meja dan menghampiri [Name] yang sedang belajar dengan Vanilla

"Capek~" Ucap Sho meletakkan kepalanya di bahu [Name]

"Baru dateng? Udah jam segini baru dateng?" Tanya [Name] heran si Sho kok telat Mulu

"Capek tau tadi disuruh lari sama si Mahesa gak bisa kabur soalnya tadi di ancam" Ucap Sho sambil ndusel-ndusel manja

"Diancam?" Beo [Name] bingung

"Katanya bakal ngasih hukuman ku ke kamu tapi, aku ga mau mending aku aja yang dihukum daripada kamu" Jelas Sho menggenggam tangan [Name]

Disisi Vanilla dan yang lain

'Gini amat jadi kecoa numpang lewat'

𝕋.𝔹.ℂ

𝐖𝐄𝐄!!! [𝐖𝐢𝐭𝐡 𝐑𝐞𝐚𝐝𝐞𝐫]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang