𝟎𝟕♕

2.2K 205 1
                                        


Hari ini adalah jadwal mengumpulkan tugas karangan bahasa Inggris

◦•●◉✿ 𝑤𝑒𝑒 [𝑤𝑖𝑡ℎ 𝑟𝑒𝑎𝑑𝑒𝑟]✿◉●•◦

"Amu, tugasmu tolong dikumpulkan" Ucap Toro pada Amu yang lemes

"Nih"

"Trims"

Toro membaca karangan Amu

"......"

"Kau.... Mau jadi dokter?" Tanya Toro bingung

"Nggak, itu mau ibuku" Jawab Amu seadanya

"Kenapa? Padahal kau suka menggambar" Sahut [Name] lalu mengambil kertas karangan Amu dari Toro

"Iya, kenapa nggak jadi sesuatu sesuai yang kau inginkan?" Sambung Toro

[Name] hanya mengangguk

"Wah tumben kalian bahas hal kayak gini" Ucap Amu gagal fokus

"Kenapa? kalian lagi ada masalah?" Lanjut Amu

"......."

"Nggak, bukan apa-apa" Ucap Toro mengambil kertas yang dipegang [Name] dari tadi

"Aku cuma berpikir kalau kita ada di situasi yang sama" Lanjut Toro

"Menurutmu begitu?" Timpal Amu dengan wajah menyeringai

"Kalau aku cuman nanya" Ucap [Name] tersenyum lebar

◦•●◉✿ 𝑤𝑒𝑒 [𝑤𝑖𝑡ℎ 𝑟𝑒𝑎𝑑𝑒𝑟]✿◉●•◦

Jam pelajaran ke-4,
Di Warung Bakso

"Cita-cita Teteh?"

"Iya teh, dulu cita-cita teteh apa ya? Kalo boleh tau?" Tanya Upi sedangkan Amu disampingnya hanya menyimak sambil makan

"Aih, atuh cita-cita teteh mah nggak menarik buat diceritain" Ucap Teteh malu

"Ih jangan gitu teh, kita penasaran nih" Ucap Upi berusaha menghasut Teteh untuk bercerita

"Eh gitu ya"

"Kalau soal cita-cita, dulu cita-cita Teteh udah kesampaian"

"Menjadi pemain tinju di suatu tempat yang penuh bangunan tinggi"

"Teteh dapet banyak pengalaman menarik dari sana"

"Tapi karena ada suatu kejadian, akhirnya Teteh milih buat berhenti"

Upi dan Amu tau pasti maksud 'kejadian' itu

"Dan akhirnya, Teteh beralih untuk bikin warung bakso"

"Sedangkan tinju Teteh jadiin hobi aja" Lanjut Teteh menyelesaikan cerita flashback nya

"Whoah, keren teh, keren banget!!!" Seru Upi dan Amu bersamaan

"Kita ngga boleh ngutang lagi" bisik Upi

"Benar, bisa-bisa kita dihabisi" Balas Amu berkeringat dingin

"Orang lain udah pada nemuin impian mereka sementara aku masih bingung mikirin perbedaan passion sama hobi" Ucap Amu bingung sedangkan Upi masih sibuk makan

"Hobi"

"Biasanya dilakukan, hanya sebagai pelepas penat, atau juga sebagai obat stress" Sahut seseorang yang suaranya sangat dikenal oleh Upi dan Amu

*Deg

"Sedangkan passion"

"Adalah penjiwaan dalam suatu bidang" Lanjut satu orang lagi yang dari suaranya jelas itu [Name]

"Jadi, Amu dan Upi, bukankah sekarang masih jam pelajaran?" Tanya Umami yang menatap kedua tukang bolos yang sedang gugup

"I-iya kak... Kita kira masih jam istirahat" Ucap Amu dan Upi bersamaan

"Bohong, dari awal mereka sudah merencanakannya" Sahut [Name] menatap tajam Upi dan Amu

"Makasih banyak atas kerjasamanya Teteh, [Name]" Ucap Umami tersenyum menatap kedua orang rekannya

"Sama-sama neng/ kak Umami" Ucap Teteh dan [Name] bersamaan

"Pst, Teteh dan [Name] mengkhianati kita" Bisik Amu yang angguki oleh Upi

Seperti biasa,
mereka dihukum lagi


"Maap pren~" Ucap [Name] yang melihat kedua temannya sedang hormat

"Y" Ucap keduanya kesal

𝕋.𝔹.ℂ
ℕ𝕠𝕥𝕖: 𝕛𝕒𝕟𝕝𝕦𝕡 𝕧𝕠𝕥𝕞𝕖𝕟𝕥!!

𝐖𝐄𝐄!!! [𝐖𝐢𝐭𝐡 𝐑𝐞𝐚𝐝𝐞𝐫]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang