◦•●◉✿ 𝑤𝑒𝑒[𝑤𝑖𝑡ℎ 𝑟𝑒𝑎𝑑𝑒𝑟]✿◉●•◦
"AAAH! INI KAN!"
"PIN TENGKORAK PUNYAKU!!!" Kaget Amu melihat pin tengkorak miliknya yang dibawa Sho
"Ternyata benar, aku nemu di kandangnya si soang" Ucap Sho sambil menatap tangannya
"AAA, MAKASIH, KUKIRA BAKAL HILANG SELAMANYA" Seru Amu senang
"Wajahmu kenapa begitu? Dipatok soang?" Tanya Toro sambil menunjuk wajah Sho
"Bukan" Jawab Sho singkat sambil menghapus darah di bibirnya
"Bibirmu sobek lho" Sambung Amu sambil memasang kembali pin tengkoraknya
"Jangan bilang kamu berantem lagi?" Tanya Toro curiga
"Kalau iya, kenapa?" Jawab Sho datar
Jujur, dia masih agak cemburu melihat [Name] dan Toro kemarin
Apalagi sekarang gadis yang dipikirkannya itu hanya diam dan menatap wajahnya yang penuh luka
'Berbeda dengan Toro yang teladan dan memenuhi tipe idealnya' Batin Sho kecewa dengan dirinya sendiri
"Sudah kubilang jangan membahayakan dirimu!"
Sho yang sedang melamun terkejut karena, kedua temannya itu yang tiba-tiba mendekat dan mengomel
"KAMU BILANG GA BAKAL BERANTEM LAGI! NANTI KALAU LAWANMU MATI GIMANA?!" Seru Amu kesal dengan tingkah laku Sho
"Untung lukanya gak separah dulu" berbeda dengan Amu, Toro berbicara dengan tegas tapi lembut
Tapi, Sho malah ngeliatin [Name] yang pergi begitu saja dan tatapannya berubah datar, sangat datar
"....."
"Tanganmu juga berdarah tuh"
"Ini bukan darahku" Jawab Sho datar
"Btw kamu menang atau kalah?" Tanya Amu tiba-tiba dengan nada semangat
Tuk
"Hei"
"Kali ini kamu berantem sama siapa?" Tanya Toro setelah memukul pelan kepala Amu dengan buku
Ga tau dapet darimana:)
"Orang asing dari SMA sebelah, gak tau siapa sama Mahesa" Ucap Sho Santai sambil mengorek telinganya dengan jari kelingking
"KA-KAK MAHESA ANAK OSIS?!" Tanya Amu shock
Karena terlalu kaget dia tidak sengaja mengeraskan suaranya sehingga [Name] yang melamun di tangga mendengar suaranya
"K-kak Mahesa berantem sama Sho?..." Gumam [Name] tidak percaya
"GILA YA! KAMU SADAR GA SIH YANG KAMU LAWAN SIAPA?! OSIS LHO!" Seru Amu mengingatkan dengan nada cemas
"KALAU BERURUSAN SAMA OSIS BISA GA NAIK KELAS!"
"KITA KAN MAU LULUS BARENG!" Lanjut Amu tetap cemas
'Kalo Sho gak lulus bisa-bisa si [Name] juga gak mau lulus' Batin Amu mengingat kedekatan [Name] dan sho
"Aku cuma ngambil balik anting yang dia ambil" Ucap Sho beralasan
"AKU YAKIN ASLINYA EMANG KAMU PENGEN BERANTEM AJA KAN!!!" Ucap Amu ngegas
"Olahraga"
"Harus berapa kali aku dan [Name] katakan, hormati orang lain terutama yang lebih tua darimu"
"Aku hanya menghormati orang yang memang pantas dihormati"
"Jangan khawatir, urus saja masalah kalian sendiri"
"Aku tahu apa yang aku lakukan"
"Bye" Final Sho sebelum pergi, kayaknya sih bolos
"Jangan khawatir katanya"
"Tapi semua tindakannya meresahkan"
"Dia manusia yang bebas" Lanjut Amu sambil menampilkan wajah datar yang lelah
"Itu masalahnya"
"Yaudahlah aku duluan ya Toro" Pamit Amu pada Toro
"Ya, hati-hati" Balas Toro yang sepertinya tidak didengar Amu
"AMU!!!!" Panggil Toro hendak memberi peringatan
BRAK!
"Loh amu kok jidatnya tambah lebar?" Tanya Lin dengan senyum watados
"LIN! KALAU BUKA JENDELA LIAT-LIAT DULU DONG!!!" Teriak Amu mengomel sambil memegang jidatnya yang baru terbentur
Toro hanya terdiam melihat kejadian didepannya
'Tapi memang mereka semua meresahkan sih, mungkin aku terlalu berlebihan' Batin Toro sadar hanya dia yang waras
◦•●◉✿ 𝑤𝑒𝑒[𝑤𝑖𝑡ℎ 𝑟𝑒𝑎𝑑𝑒𝑟]✿◉●•◦
"Ngapain nyusul kesini?" Tanya Sho saat melihat [Name] berhasil naik ke atap
Ya, Sho sedang tiduran di atap dan kaget tiba-tiba disusul penyemangat nya
"Gak takut ketahuan Umam-"
Sho terdiam saat [Name] tiba-tiba menyentuh pipinya
"Berantem lagi? Kan udah janji ga bakal berantem" Ucap [Name] sambil mengelus pipi Sho
Sho masih diam sambil memejamkan mata menikmati elusan tangan [Name]
Kesempatan emas ye sho?:^/canda
"Ada alasan lain kan? Yang buat kamu berantem sama murid sekolah sebelah"
Sho menatap [Name] yang juga menatapnya, eyes contacts~
"Ga ada"
"Jujur Sho.."
Sho menghela nafas berat lalu memegang kedua bahu [Name]
"Mereka menjelekkanmu [Na]"
Hancur sudah pertahanan Sho yang ingin mencoba mengacuhkan [Name]
Dia berniat untuk mulai melupakan perasaan terlarangnya pada gadis ini tapi... Tidak bisa
Gadis ini selalu memenuhi pikirannya
Dan juga hatinya
"Hah? Aku?" Beo [Name] lemot
"Mereka bilang kamu tuh cantik tapi bodoh, mereka juga berniat akan melecehkan mu kalo mereka bisa"
"Jadi ya, aku berantem karena tidak terima itu doang sih"
Sho menunduk merasa bahwa tindakannya terlalu gegabah
"Thanks Sho"
kata yang keluar dari mulut gadis itu membuatnya kembali menatapnya
"Aku senang kamu peduli"
"Terimakasih ya udah ngasih rasa aman" Ucap [Name] sambil tersenyum manis kepada Sho yang masih diam
"Semoga jodohmu nanti, akan senang mempunyai suami sepertimu" Ucap [Name] tetap tersenyum
"Ya, kamu juga.."
"Semoga dapat jodoh seiman yang baik.."
'karena kalo dia brengsek.. Mungkin aku akan melakukan sesuatu yang diluar nalar'
𝕋.𝔹.ℂ
ℕ𝕠𝕥𝕖:𝕛𝕒𝕟𝕝𝕦𝕡 𝕧𝕠𝕥𝕞𝕖𝕟𝕥
KAMU SEDANG MEMBACA
𝐖𝐄𝐄!!! [𝐖𝐢𝐭𝐡 𝐑𝐞𝐚𝐝𝐞𝐫]
Teen Fiction🅞🅝 🅖🅞🅘🅝🅖 ༺𝗍ᥱᥒ𝗍ᥲᥒg kіsᥲһ ᥲᥒᥲk-ᥲᥒᥲk ᥲkһᥣᥲkᥣᥱss ᥡᥲᥒg ⍴ᥱᥒᥙһ ᥴᥲᥒძᥲ 𝗍ᥲᥕᥲ ძᥲᥒ ᑲᥱᑲᥱrᥲ⍴ᥲ ᑲᥙmᑲᥙ r᥆mᥲᥒsᥲ ⍴ᥱᥒᥲsᥲrᥲᥒ ძᥱᥒgᥲᥒ ᥴᥱrі𝗍ᥲᥒᥡᥲ-? ᥲᥡ᥆ ᑲᥱrgᥲᑲᥙᥒg ძᥱᥒgᥲᥒ [ᥒᥲmᥱ] ᥙᥒ𝗍ᥙk mᥱᥒȷᥱᥣᥲȷᥲһі ძᥙᥒіᥲ ᥕᥱᥱ!!!༻ ꧁𝔸𝕥𝕥𝕖𝕟𝕥𝕚𝕠𝕟꧂ ☑ 𝚖𝚢 𝚏𝚒𝚛𝚜𝚝 𝚋𝚘𝚘𝚔, 𝚓𝚊�...
![𝐖𝐄𝐄!!! [𝐖𝐢𝐭𝐡 𝐑𝐞𝐚𝐝𝐞𝐫]](https://img.wattpad.com/cover/342908458-64-k542345.jpg)