𝟑𝟗♙

1.2K 110 3
                                        

◦•●◉✿ 𝑤𝑒𝑒[𝑤𝑖𝑡ℎ 𝑟𝑒𝑎𝑑𝑒𝑟]✿◉●•◦

"Nonton film yuk" Ajak Amu pada mereka semua

"Nggak ah, uangku nggak cukup" Tolak Upi

"Nggak papa Pi nanti popcorn nya aku bayarin" Ucap [Name] menepuk bahu Upi

"Aku bayarin" Ucap Amu ngotot pengen nonton film

"Jangan boros, kita berdua bayar buat film" Ucap Toro menunjukkan black card

"Kalo gitu kita bayar buat makan nanti!" Sahut Upi dengan lengan yang kepanjangan

"Bukannya tadi katanya gak punya uang?" Tanya [Name] bingung

"Kalo jajan doang mah ada" Jawab Upi cengengesan

"Ya in"

Akhirnya nonton

Awalnya mereka menonton dengan aman dengan posisi Upi-[Name]-Sho-Kiki-Amu-Toro sampai tiba-tiba....

*AAAAAAAARGH!!! MAMAAAA!!!*

CRAT!

GROOOR!

*AAAAH!*

Mereka semua kaget kecuali Sho yang menonton dengan tersenyum lebar dan sesekali melirik [Name] yang sedikit menutup matanya karena kaget dan sedikit takut

'lucu' Batin Sho gemas

"Gak papa filmnya gak nyata kok" Bisik Sho pada [Name] yang kini menatapnya juga

"I-iya"

◦•●◉✿ 𝑤𝑒𝑒[𝑤𝑖𝑡ℎ 𝑟𝑒𝑎𝑑𝑒𝑟]✿◉●•◦

"Uwaaah! Ngeri banget! badanku masih merinding! Filmnya keren!" Ucap Amu saat keluar bioskop

"Sekarang kita mau kemana lagi nih?" Tanya Amu yang dibalas tawa oleh Kiki

Sedangkan [Name] lagi bantuin si Upi muntah pelangi

"Hoek"

"Dahlah tu Pi, lu nggak terlalu bisa nonton film psikopat ya?" Tanya [Name] sambil memberikan Upi minum

"Gak, aku tadi kan lagi makan tiba-tiba disuguhi darah kan pengen muntah" Ucap Upi sebelum minum air yang dikasih [Name]

"HEY UPI, [NAME]!!! AYO SHOLAT" Panggil Amu yang dibalas anggukan oleh ke-dua gadis itu lalu menyusul ke masjid

"Sho gapapa disini sendiri?" Tanya [Name] pada Sho yang sedang sibuk dengan ponselnya

"Engga, udah gih sana wudhu udah di tunggu Upi sama Amu" Suruh Sho sambil tersenyum tipis

"Oh iya, aku sholat dulu ya babayyyyy" Ucap [Name] lalu meninggalkan Sho yang masih menatapnya sendu

'kita emang nggak bisa bersama ya?...' Batin Sho terdiam

◦•●◉✿ 𝑤𝑒𝑒[𝑤𝑖𝑡ℎ 𝑟𝑒𝑎𝑑𝑒𝑟]✿◉●•◦

Toilet umum

" Hei Upi" panggil [Name]

"Huh hey, btw filmnya serem ya" Ucap Upi menatap [Name] dari pantulan cermin

"Eum lumayanlah" Jawab [Name] melepas jilbabnya untuk wudhu

"Huh~Kalo tau filmnya film horor, aku ga bakal ikut nonton tadi"

"Film horor cuma bikin parno" Lanjut Upi yang di balas anggukan oleh [Name]

"Iya juga sih btw, gak wudhu Pi?" Tanya [Name] yang akan wudhu

"Bentar nenangin diri dulu"

"Pi.... Upi" panggil seseorang dengan menepuk bahu Upi

"Upi, minta tolong Pi" panggil orang itu tadi membuat Upi takut

'kalo [Name] biasanya udah ngomong mau apa i-ini kayak bukan [Name]' Batin Upi ketar-ketir

Upi pun melirik ke orang tadi

"Punya jarum pentul gak?" Ucap Amu dengan jilbab asal dan rambut yang basah

"AAAAAAAAAAA!!! SETAN! SETAN! UMMI ADA SETAN!!!" Teriak Upi kaget melihat wajah Amu

"SETAN EH SETAN" Latah [Name] kaget mendengar Upi berteriak

"AAAAAAAAA! JANGAN GANGGU AKU! AKU GAK PUNYA SESAJEN!" Teriak Upi lagi dengan wajah ingin menangis sedangkan [Name] Hanya geleng-geleng

"Setan matamu?! Ini aku!" Ucap Amu sambil menampol wajah Upi

"Amu?!"

"Iya Pi, itu Amu baru selesai wudhu, mending sekarang kau yang wudhu biar penglihatan mu jelas" Ucap [Name] memberi satu jarum pentul pada Amu

"Makasih!"

"Tentu saja anak angkat ku"

"TUNGGU, GUA JANGAN DITINGGAL!" Sahut Upi lalu wudhu takut ditinggal

Sedangkan kedua gadis itu geleng-geleng

'punya temen gini amat' Batin keduanya bersamaan

𝕋.𝔹.ℂ
ℕ𝕠𝕥𝕖: 𝕛𝕒𝕟𝕝𝕦𝕡 𝕧𝕠𝕥𝕞𝕖𝕟𝕥

𝐖𝐄𝐄!!! [𝐖𝐢𝐭𝐡 𝐑𝐞𝐚𝐝𝐞𝐫]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang