chapter 11 : preparation

18 10 0
                                        

Di pagi harinya Chloe langsung saja mengabari Glory tentang pekerjaan untuk nya, akan tetapi ia tidak bilang jika itu adalah kafe papanya Chloe.

"Gimana udah siap? " Tanya Chloe kepada Glory yang tampak sangat gugup.

Glory mengambil nafas dalam-dalam dan berkata "udah"

"Gak usah gugup, santai aja" hibur Chloe.

Mereka pun masuk ke dalam kafe tersebut dan Chloe langsung mengantar Glory untuk bertemu dengan manager di sana.

"Nah... Glory beliau ini manager di kafe ini" ucap Glory mengenalkan manager kafe kepada Glory.

Glory membungkuk kepada manajer kafe, dan manager menunjukkan apa pekerjaan yang akan di lakukan di oleh Glory sedangkan Chloe sedang duduk dan menikmati dessert kesukaan nya.

"jadi kamu bagian antar makanan ya" ucap manager kafe sembari menjelaskan cara kerjanya.

"iya pak manager " sahut Glory memperhatikan semua langkah demi langkah dengan cermat.

"yasudah kamu bisa mulai kerja besok pagi terus siangnya pulang, liburnya hari Rabu kamis ya" ucap manager kafe.

"baik pak manager " ucap Glory dan membungkuk.

"panggil nya pak Rafli aja ya, kalau pak manager agak gak enak aja di denger" ucap Rafli yang cekikikan geli dengan dirinya sendiri.

Glory tampak kebingungan tetapi ia juga tersenyum karena pak Rafli yang ternyata tidak segalak yang ia kira.

Pak Rafli pun pergi dan Glory berjalan ke arah Chloe yang sedang menikmati dessert di salah satu kursi pelanggan.

"Gimana? Kamu kerja bagian apa? " Tanya Chloe dengan mulut yang penuh dengan dessert.

"Kerja bagian antar makanan, manager nya ternyata baik banget loh... Makasih ya udah ngasih tau soal pekerjaan ini " ucap Glory.

"Sama sama, lagi pula aku juga jadi bisa makan dessert ini lagi, udah lama gak makan soalnya hihi" jawab Chloe dengan senyum tipis nya.

"Pantes aja udah makan 3 dessert aja pagi pagi gini " ucap Glory memperhatikan Chloe yang sangat menyukai dessert dari kafe tersebut.

Chloe tertawa mendengar perkataan Glory akan tetapi tetap melanjutkan memakan dessert sembari mereka berbincang-bincang.

Saat asyik mengobrol suara dering telepon Glory terdengar dan ia mengecek siapa yang telah meneleponnya, ternyata itu adalah Aurora.

"Aurora? Ada apa? " Tanya Glory.

"Lagi dimana? Ini gue sama Fidelya nyariin gak ketemu ketemu" sahut Aurora.

"Lagi di kafe samping balai kota, ini aku juga lagi sama Chloe" ucap Glory.

"Pasti si Chloe udah makan 3 dessert kan" ucap Aurora.

"Salah, gue udah mau 4 dessert hu.." sahut Chloe dari dekat Glory.

"Aelah, gue kesana sama Fidelya awas lu pergi" ucap Aurora dan menutup teleponnya.

Glory melihat tingkah laku teman nya sudah tidak sanggup menahan tawanya.

Akhirnya Glory tertawa lepas dengan Chloe di sampingnya yang ikut tertawa, dari jauh terlihat Arvin yang tampak menghampiri Glory yang sedang tertawa dengan Chloe tersebut.

"Glory? " Panggil Arvin yang menghampiri Glory.

"Ya?..... Oh Arvin, kenapa? " Sahut Glory.

Arvin mengajak Glory berbincang bincang akan tetapi malah mengabaikan Chloe, sebenarnya Chloe kesal tetapi ia menahannya sampai saat Arvin memberikan Glory es krim rasa macha, Glory berterima kasih kepada Arvin dan akhirnya Arvin pergi.

Regret My Life Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang