16.

98 17 0
                                        

Malam yang dingin dan negeri peri yang sangat sepi tanpa adanya aktivitas karena ini pukul 2 dini hari, Maya beterbangan kesana kemari tanpa arah

Bukannya pulang ke kerajaan Heeseung, tapi Maya malah terbang menuju kerajaan Sunoo.

Bukan mencari Sunoo, tapi mencari dimana Jay dan Sunghoon disekap.

Klang

Suara besi beradu, membuat Jay dan Sunghoon yang berada di kamar penjara bersebelahan itu terbangun karena mendengar suara bising.

"Yeong-ji??"

Ujar Jay kaget ternyata yang datang adalah Maya seorang diri dengan wajah ditekuknya.

"Kenapa? Lo mau marahin kita? Marahin aja gapapa, kita udah kuat mental kok"

Ujar Jay yang tiduran dikasur beralaskan samak itu namun Sunghoon dikamar penjara sebelah kirinya itu menatap datar saudaranya.

"Kalian istirahat aja, gue capek tapi males tidur"

Sunghoon lalu berjalan mendekat ke tepi jeruji besi lalu duduk dilantai berbentuk batu yang sangat dingin itu sembari menatap Maya lekat.

"Jangan terlalu larut dalam masalah ini Maya-ssi, lo gak ada salah apapun disini dan lo kesini sama siapa?? kok gaada pengawal yang ngawal elo kesini?"

"Gue gabisa tidur dari jam 9 tadi pas setengah 2 gue mutusin buat kesini tanpa sepengetahuan siapapun"

Jay yang hampir terlelap itu kembali membuka matanya setelah mendengar Maya kesini sendirian tanpa sepengetahuan siapapun.

"Heh, beneran lo kesini sendiri?? Terus portalnya?? Bukannya udah dihilangin dari pihak kerajaan ya?"

"Iya ditutup, tapi Heeseung Jungwon sama Ni-ki kemarin malem lusa ke rumah gue dengan alasan nyamar jadi keluarga cemara dari rekan bisnis bokap"

Jay ikutan duduk sila dibawah dengan dahinya yang ia tempelkan kearah jeruji besi yanh dingin menatap Maya juga.

"Gatau gue kenapa, gue kesana tapi diemin keluarga gue terus kabur udah gitu mereka dateng buat bujuk gue pulang, gue tolak juga pas kesini malah langsung nemuin kalian"

"Itu terus kalo lo kabur, gimana keluarga lo??"

Maya langsung menjelaskan awal kejadian Sunoo menerobos rumahnya melalui benteng dirumahnya sampai laki laki itu memunculkan kucing anggora jadi jadian untuk menjadi duplikatnya lalu mengajaknya kesini.

"Kalo gue denger dari cerita elo yaa berarti ini bukan sepenuhnya salah lo lah May"

Ucap Sunghoon yang pandangannya belum lepas dari Maya yang masih menunduk sembari memeluk kedua kakinya yang ditekuk.

"Terus sekarang gimana? Mau ke kerajaan Heeseung hyung atau disini?"

Tanya Sunghoon membuat Maya terdiam berpikir.

Sejujurnya, pikirannya malam ini begitu berantakan jadi dia tidak bisa berpikir akan tidur dimana hari ini.

"Gatau ah, kalian jangan bilang kalo gue udah disini semisal ada yang nanya"

"Lah? Elo mau kemana?" Tanya Jay

"Ke hutan"

Setelahnya Maya menutup pintu dan kembali menguncinya, sedangkan kedua laki laki itu terdiam memandangi.

Sampai pagi tiba, Maya masih berkelana ditengah hutan yang jarang dijamah para peri kupu kupu dan peri bersayap capung.

Tapi pagi ini Maya berwujud manusia, ia sengaja menghilangkan sayapnya menggunakan sihir karena ia tidak mau jejak butiran cahaya tertinggal ditanaman dan semak semak disini membuat peri lainnya tahu kehadirannya disini.

Namun dengan wujud manusianya, telinga serta sihirnya masih seperti peri. Hanya saja sayapnya yang ia hilangkan.

"Gue kenapa sih? Dirumah diemin bang Jake sama ayah bunda, giliran kesini ngejauhin semua. Gue kenapa sih??"

Ucap Maya sembari mencabuti rerumputan secara kasar lalu membuangnya kesembarang arah.

"Kenapa juga mesti gue yang jadi reinkarnasinya Yoora? Cewek diluaran sana kan banyak? Kenapa harus gue?"

Ucapnya lagi sembari tangannya tak berhenti mencabuti rumput dengan kasar lalu melemparnya ke sembarang arah.

Ditengah tengah Maya bergelut dengan pikiranya sendiri, tiba tiba sebuah meteor mendarat didekatnya.

Membuat Maya hampir terlempar namun gadis itu cekatan memeluk erat pohon besar yang ia sandari itu nyaris tumbang.

Ctak

Sekali jentikan penampilan Maya berubah, tapi kini rambutnya yang digerai itu digelung rapi menatap garang jauh didepan sana terdapat ratusan monster asing menjajahi negeri peri.

"Ini waktunya, game keempat dimulai!"

To be Continued...

The Door (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang