Chapter 10

2.6K 309 19
                                        

Taro's Note:

Untuk kalimat dengan huruf cetak miring punya beberapa makna yaitu:
(1) Biasanya aku pakai untuk istilah asing;
(2) Jika berbicara secara tidak langsung, ex: berbicara dalam hati atau dalam panggilan telepon;
(3) Ketika berbicara bahasa selain sehari-hari, ex: bahasa Jepang;
(4) Ketika para pemeran sedang berada di dalam mimpi.
Terutama untuk poin (4) harus diinget, biar kalian bisa bedain mana mimpi mana kenyataan. Enjoyy~

.
.
.
.
.


Choi sibling's Apartment, Seoul, South Korea

"Dimana ya aku menyimpan itu?" Gumam seorang pemuda sembari mengobrak-abrik laci penyimpanan yang berada di dalam kamarnya.

Setelah pertemuan tidak terduga dengan Lisa di rooftop restoran beberapa waktu yang lalu, Seungcheol segera meluncur ke apartemen kakaknya. Sambutan Kkuma pun tak ia hiraukan karena ia tiba-tiba teringat oleh gelang yang melingkari pergelangan tangan Lisa dan rasa-rasanya dirinya pun mempunyai benda yang sama. Hingga maniknya menangkap sebuah benda berkilau di tumpukan aksesoris miliknya, lalu menariknya dan mengangkat tinggi benda dengan tali berwarna perak tersebut. Ia memperhatikannya dengan seksama. Benar. Gelang itu sama persis dengan milik Lisa. Walau hanya sekilas ia melihat gelang si gadis tapi ia sangat yakin karena benda itu mempunyai motif dan desain yang unik. Ingatannya kembali pada saat dimana ia pertama kali mendapatkan benda tersebut.

 Ingatannya kembali pada saat dimana ia pertama kali mendapatkan benda tersebut

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

.
.
.

FLASHBACK

Singkat cerita, waktu itu, setelah penampilan Seventeen pada Summer Sonic Festival yang diadakan di Jepang, keesokan harinya setelah jadwal syuting usai, mereka mempunyai waktu kosong selama beberapa jam sebelum kembali ke Korea. Hal itu dimanfaatkan oleh sebagian member yang ingin berbelanja atau pun sekedar jalan-jalan. Mingyu dan Joshua adalah yang pertama meninggalkan hotel tempat mereka menginap, kemudian disusul oleh Seungcheol, Jeonghan dan Dino yang juga memutuskan untuk pergi, lalu sisanya lebih memilih beristirahat sebelum penerbangan malam nanti.

Hingga kembali pada situasi di mana Seungcheol dan Jeonghan yang tidak sengaja bertemu dengan Mingyu di sebuah kawasan perbelanjaan. (Baca chapter 4)

"Ada sesuatu yang mau kau beli?" Tanya Jeonghan setelah keduanya masuk ke sebuah toko aksesoris yang direkomendasikan oleh Mingyu beberapa menit yang lalu.

"Molla, aku hanya ingin melihat-lihat saja." Jawab Seungcheol sembari melihat-lihat deretan aksesoris yang tergantung di sebuah rak.

Keduanya sedang berkeliling sebelum suatu hal tiba-tiba mengganggu pikiran Jeonghan. Sempat berpikir sejenak, ia memutuskan untuk berbicara kepada sang leader. "Coups-ah, kau tidak curiga dengan Mingyu?"

BRACELETTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang