23

190 13 0
                                        

" WOI ARKANA BERHENTI!." Teriak Garhan dari belakang.

" BERHENTI ARKANA!." - Garhan.

Mendengar itu Arkan segera menghentikan motornya di jalan yang lumayan sepi.

" Kak,kok berhenti?." Tanya Luna yang panik.

" Mereka gak akan berhenti ngejar kita Lun,kamu tetep disamping aku." Arkan menggenggam tangan Luna dengan erat setelah turun dari motornya.

" Ternyata lo udah tau rencana gue." - Garhan.

" Berhenti ganggu orang yang ada disekitar gue! Masalah lo sama gue!." - Arkan.

" Dih ngatur,lo gak ada hak untuk ngatur gue!." - Garhan.

" Lo mau apa?." - Arkan.

" Mau Luna ikut gue." Garhan mencoba memegang lengan Luna tetapi gagal karena Arkan langsung menepisnya.

" Jangan berani sentuh Luna!." - Arkan.

" Oke fine,gak sekarang tapi nanti." Ucap Garhan dan Arkan langsung mendorong kasar Garhan.

" Santai man,kali ini gue gak akan aneh-aneh.Gue cuman mau liatin ini."

Garhan memperlihatkan video dari ponselnya,dan Arkan sangat terkejut karena melihat Gabriel yang sedang di sekap dan dipukuli oleh anggota Voulus di markasnya.

" GARHAN! LO GILA,HAH?." Arkan mendorong Garhan dan hampir memukulnya.

" Berani lo mukul gue? Gue bisa buat temen lo lebih parah dari sekarang." Ucap Garhan yang membuat Arkan mengurungkan niat untuk memukul nya.

" ARGH!." Arkan hanya bisa berteriak dan menahan rasa ingin memukul Garhan.

" Lo tenang aja temen lo udah dibawa ke rumah sakit,ruang Anggrek no 8.Baik kan gue? Voulus cabut!." - Ucap Garhan lalu mengajak anggotanya pergi.

Sekarang Arkan sangat frustasi,ia tidak terima perlakuan Voulus kepada Gabriel,Arkan marah sembari memukuli dan menendang pohon yang ada di dekat nya.

" Kak Arkan udah jangan gini." Luna mencoba untuk menghentikan Arkan, tetapi Arkan menghiraukannya.

" Kak berhenti.Lebih baik kita jenguk kak Gabriel." Ucap Luna dan akhirnya rasa kesal Arkan mulai mereda.

" Jangan lukain diri sendiri kaya gini."

" Gabriel terluka gara-gara aku." Kini Arkan membalikkan tubuhnya dan menatap Luna dengan tatapan sayu.

" Itu bukan salah kak Arkan,bukan kamu yang lakuin.Sekarang kita pergi ke rumah sakit aja ya,kita temuin kak Gabriel."

Arkan berfikir sejenak,ia mencoba untuk berusaha berani datang ke rumah sakit.Sejujurnya Arkan sangat takut dan ia memiliki trauma dengan rumah sakit.Terakhir mendatangi rumah sakit pun dulu saat mama nya sakit hingga akhirnya meninggal,itulah alasan Arkan tidak pernah mau dibawa ke rumah sakit walaupun dirinya sakit atau terluka.

" Kak,are you okay?."

" Hm,ayo kita pergi."

Drttttt drttttt drtttt

" Sebentar ada telepon dari Marvin." Ucap Arkan yang dibalas anggukan paham Luna.

📞.....


" Halo Mar,lo udah tau?."

" Iya tadi Gabriel nelepon gue,lo lagi dimana?."

" Lagi di jalan sama Luna,gue otw kesana."

" Serius kesini? Lo yakin? Jangan dipaksain kan."

" Aman,sekarang lo dimana?."

" Gue udah di parkiran rumah sakit."

Alpha Centauri ft Jungwon EnhypenTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang