" Kak Arkan." Panggil Luna pelan dan membuat Arkan yang sedang tiduran di ranjang uks itu membuka matanya.
" Eh Princess? Ko tau aku disini?." Arkan segera duduk setelah mendengar Luna memanggilnya.
" Kak Arkan apain kak Angkasa?."
" Gak di apa-apain."
" Bohong."
" Beneran."
" Jangan bohong,katanya kak Angkasa masuk rumah sakit ya? Gara-gara kak Arkan?."
" Jawab dong kak." Lanjut Luna karena Arkan malah diam.
" Maaf,aku mukulin dia semalem." Ucap Arkan yang jujur.
" Ko gitu sih kak? Ini pasti karena masalah kemarin-kemarin kan?." Tanya Luna tapi Arkan tidak menjawabnyam
" Kenapa harus lakuin itu? Semuanya kan bisa dibicarain baik-baik."
" Gak bisa dibicarain baik-baik."
" Bisa kak Arkan,harus sabar pasti bisa."
" Kamu suruh aku sabar? Iya?." Ucap Arkan dengan wajah seriusnya Sembari langsung berdiri dan membuat Luna sedikit takut.
" Kenapa gak jawab? Kamu takut sama aku? Aku semenyeramkan itu dimata kamu?." Arkan memegang bahu Luna sembari menatapnya dengan tatapan intimidating.
" Kak jangan gini." Luna takut dan ia merasa ini seperti bukan Arkan yang biasanya.
" Kenapa? Kamu takut?."
" Aku udah cukup sabar Luna,tapi buktinya dia malah semakin menjadi-jadi. Aku gak bisa diem aja,aku gak akan biarin orang lain nyakitin kamu."
" .......... "
" Kenapa nangis? Aku gak akan lukain kamu."
" Kak Arkan jangan gini." Luna menangis sembari langsung memeluk Arkan.
" Aku bukan orang baik Luna."
" Kak Arkan orang baik." Kini Luna menatap mata Arkan dengan mata sembab nya.
" Aku tau kak Arkan lakuin itu pasti karena aku,makasih ya kak selalu belain dan lindungin aku.Tapi maaf cara kak Arkan kali ini salah,gak semua hal bisa diselesain sama kekerasan."
" .......... "
" Selain itu aku juga gak mau kak Arkan terluka kaya sekarang.Aku takut kamu kenapa-napa,karena aku gak bisa tanpa kak Arkan."
" Maaf ya "
" Jangan marah-marah lagi ya." Luna mengusap kedua pipi Arkan lembut.
" Maaf bikin kamu takut."
" Engga ko kak, Perban nya udah diganti?." Tanya Luna ketika melihat tangan Arkan yang di perban. Dan Arkan pun menggeleng.
" Yaudah perban nya aku bantu ganti ya?." Ucap Luna yang disetujui Arkan dan Luna langsung mengobati lukanya.
" Aku udah tau tentang Siren." Ucap Arkan tiba-tiba dan membuat Luna terkejut sehingga tidak sengaja luka Arkan tertekan oleh kapas yang dipakai untuk mengobatinya.
" Aaaaa aduhh." Arkan meringis kesakitan sembari meniup-niup luka nya.
" Kak maaf kak maaf gak sengaja." Luna panik sembari ikut meniup-niup pelan luka Arkan.
" Gak papa,gak papa."
" Maaf kak sumpah aku gak sengaja."
" Gak papa sayang." Ucap Arkan sembari mengelus pelan bahu kanan Luna.
KAMU SEDANG MEMBACA
Alpha Centauri ft Jungwon Enhypen
RomanceRead this book, and you will not regret getting to know the character Arkana Aksara Dinata Edit cover : Canva Pict : https://pin.it/qg4fHVb Background : unsplash.com { Selamat membaca,jangan lupa vote nya yaa,tysm! }
