32

183 11 0
                                        

" Kak Arkan." Panggil Luna pelan dan membuat Arkan yang sedang tiduran di ranjang uks itu membuka matanya.

" Eh Princess? Ko tau aku disini?." Arkan segera duduk setelah mendengar Luna memanggilnya.

" Kak Arkan apain kak Angkasa?."

" Gak di apa-apain."

" Bohong."

" Beneran."

" Jangan bohong,katanya kak Angkasa masuk rumah sakit ya? Gara-gara kak Arkan?."

" Jawab dong kak." Lanjut Luna karena Arkan malah diam.

" Maaf,aku mukulin dia semalem." Ucap Arkan yang jujur.

" Ko gitu sih kak? Ini pasti karena masalah kemarin-kemarin kan?." Tanya Luna tapi Arkan tidak menjawabnyam

" Kenapa harus lakuin itu? Semuanya kan bisa dibicarain baik-baik."

" Gak bisa dibicarain baik-baik."

" Bisa kak Arkan,harus sabar pasti bisa."

" Kamu suruh aku sabar? Iya?." Ucap Arkan dengan wajah seriusnya Sembari langsung berdiri dan membuat Luna sedikit takut.

" Kenapa gak jawab? Kamu takut sama aku? Aku semenyeramkan itu dimata kamu?." Arkan memegang bahu Luna sembari menatapnya dengan tatapan intimidating.

" Kak jangan gini." Luna takut dan ia merasa ini seperti bukan Arkan yang biasanya.

" Kenapa? Kamu takut?."

" Aku udah cukup sabar Luna,tapi buktinya dia malah semakin menjadi-jadi. Aku gak bisa diem aja,aku gak akan biarin orang lain nyakitin kamu."

" .......... "

" Kenapa nangis? Aku gak akan lukain kamu."

" Kak Arkan jangan gini." Luna menangis sembari langsung memeluk Arkan.

" Aku bukan orang baik Luna."

" Kak Arkan orang baik." Kini Luna menatap mata Arkan dengan mata sembab nya.

" Aku tau kak Arkan lakuin itu pasti karena aku,makasih ya kak selalu belain dan lindungin aku.Tapi maaf cara kak Arkan kali ini salah,gak semua hal bisa diselesain sama kekerasan."

" .......... "

" Selain itu aku juga gak mau kak Arkan terluka kaya sekarang.Aku takut kamu kenapa-napa,karena aku gak bisa tanpa kak Arkan."

" Maaf ya "

" Jangan marah-marah lagi ya." Luna mengusap kedua pipi Arkan lembut.

" Maaf bikin kamu takut."

" Engga ko kak, Perban nya udah diganti?." Tanya Luna ketika melihat tangan Arkan yang di perban. Dan Arkan pun menggeleng.

" Yaudah perban nya aku bantu ganti ya?."  Ucap Luna yang disetujui Arkan dan Luna langsung mengobati lukanya.

" Aku udah tau tentang Siren." Ucap Arkan tiba-tiba dan membuat Luna terkejut sehingga tidak sengaja luka Arkan tertekan oleh kapas yang dipakai untuk mengobatinya.

" Aaaaa aduhh." Arkan meringis kesakitan sembari meniup-niup luka nya.

" Kak maaf kak maaf gak sengaja." Luna panik sembari ikut meniup-niup pelan luka Arkan.

" Gak papa,gak papa."

" Maaf kak sumpah aku gak sengaja."

" Gak papa sayang." Ucap Arkan sembari mengelus pelan bahu kanan Luna.

Alpha Centauri ft Jungwon EnhypenTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang