Keesokan harinya teman-teman Arkan mendatangi rumah Arkan untuk membantunya membereskan rumah dan mempersiapkan segala urusan pemakaman.
" Zam, makan dulu." Titah Arkan kepada Azzam yang sedang melamun di depan teras rumah.
" Iya Zam dari tadi lo belum makan,buruan makan dulu nanti lo sakit." - Gabriel.
" Gue gak laper." - Azzam.
" Tapi perut lo harus di isi." - Marvin.
" Iya Zam,ayo makan dulu." - Luna.
" Gue gak laper." - Azzam.
" Lo harus makan biar ada tenaga,cepet makan sambil nunggu ayah sama nyokap lo datang." Ucap Arkan yang membuat Azzam kembali menangis.
" Mereka datang kesini mau ngajak kita liburan kan kak? Kita mau di ajak pergi kan? Ayah bilang kita mau pergi bareng-bareng nanti kalo udah pulang." Balas Azzam sembari menangis.
" Mereka udah pergi duluan Zam,kita gak bisa ikut tapi kita bisa nganter mereka ke rumah baru nya." Ucap Arkan sembari menahan air matanya kuat-kuat agar bisa menenangkan Azzam.
" Gue mau ikut kak,gak mau ditinggal sendrian.Kenapa mereka ninggalin kita? Gue belum siap! Gue gak mau ditinggalin!." Azzam kini semakin menangis dan Arkan pun langsung memeluk Azzam.
" Lo jangan kaya gini,lo harus ikhlas." Ucap Arkan sembari memeluk Azzam.
" Kenapa harus kita? Kenapa gak orang lain yang ditinggalin? Gue belum siap kak,gue butuh ayah sama mama.Gue harus gimana sekarang? Gak punya siapa-siapa."
" Gue ada disini,lo gak sendirian."
" Tetep aja lo gak bisa gantiin posisi mereka,gue gak mau kaya gini."
" Gue emang gak bisa gantiin mereka,tapi gue bakalan berusaha buat gantiin tugas mereka untuk jaga dan ngurus lo gue janji.Lo gak sendirian Zam,ada gue kakak lo.Kita harus lanjutin hidup kedepannya bareng-bareng."
" Tapi kenapa harus kita yang ditinggalin?."
" Karena Tuhan tau kalo kita kuat."
" Gue gak kuat,sakit kak."
" Lo kuat,kita bisa hadepin ini bareng-bareng.Hapus air mata lo,kuatin hati lo,dan sekarang kita harus bangkit lagi oke?." Ucap Arkan yang kini memegang kedua bahu Azzam sembari menatap nya.
" Zam,kalo lo nangis terus kasian mereka liat lo sedih kaya gini,gue tau lo sedih dan gue juga sama ngerasain itu.Tapi kita gak boleh berlarut-larut dalam kesedihan terus.Kuat ya? Adik gue harus kuat." Lanjut Arkan dan Azzam pun mengangguk sembari mengelap air matanya.
" Sekarang lo makan dulu biar ada tenaga." Titah Arkan yang langsung dituruti Azzam.
Jujur saja Gabriel,Marvin dan Luna yang melihat mereka seperti itu ikut meraskaan sakit dan kesedihan yang Arkan dan Azzam rasakan sampai tak sadar mereka bertiga pun ikut menangis.
" Ayo kan lanjut beresin yang lain sebelum pada datang." Ajak Gabriel sembari meng pat-pat punggung Arkan ketika melihat Arkan yang menghela nafas panjang dan menahan air matanya.
" Iya Gab." Balas Arkan.
Siang ini Jenazah Fiko dan Sinta sudah berada di rumah,banyak tamu yang datang mulai dari teman-teman Arkan Azzam,guru,orang tua Marvin,Gabriel dan rekan kerja ayah nya.Begitu juga dengan Zavion dan Voulus yang ikut datang.
" Arkana tante sama om turut berduka cita ya sayang." Ucap Maya yang baru datang sembari memeluk Arkan.
" Iya tan,makasih ya udah datang kesini sama om Dikta dan Sarah juga." Balas Arkan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Alpha Centauri ft Jungwon Enhypen
RomanceRead this book, and you will not regret getting to know the character Arkana Aksara Dinata Edit cover : Canva Pict : https://pin.it/qg4fHVb Background : unsplash.com { Selamat membaca,jangan lupa vote nya yaa,tysm! }
