4

364 25 1
                                        

Pagi ini Arkan merasa kurang enak badan, tapi ia memutuskan untuk tetap berangkat ke sekolah karena hari ini ada ujian. Seperti biasa dia selalu menyiapkan segalanya sendiri, tapi hari ini kulkas benar-benar kosong, tidak ada makanan sama sekali kecuali air mineral dingin.

Tidak ambil pusing, Arkan langsung mengambil air mineral dingin itu dan menuangkannya kedalam gelas lalu meminum nya untuk mengganjal perut agar tidak lapar.

Drrttt Drrtt

📞 》》

" Hm?."

" Kan, lo udah berangkat?."

" Belum "

" Lo tunggu ya, tunggu di depan teras rumah lo. Gue sama Marvin lagi otw ke sana."

" Gak usah, gue berangkat sendiri."

" Berangkat pake apaan? Mobil lo di bengkel."

" Pake motor."

" Bukanya semenjak jatuh dari balapan motor waktu itu motor lo belum di benerin ya?."

" Gue lupa." Balas Arkan beberapa detik setelah ingat.

" Yaudah hari ini bareng, gue baru sampe, udah di depan rumah lo."

Walaupun sudah bertahun-tahun kenal, Arkan tidak pernah mau merepotkan kedua temannya itu, selagi masih bisa dilakukan sendiri, pasti dia akan melakukan semuanya sendiri.

" DINNN DINNN OI, DINN DINNNN."

" Berisik! Masih pagi jangan ganggu tetangga gue." Ucap Arkan sembari menghampiri mobil Gabriel.

" Iya-iya, yaudah buruan masuk, ada upacara." Perintah Gabriel yang diikuti oleh Arkan.

" Mami gue udah buatin lo sama Gabriel roti. Tapi gue taro tas nya dibelakang mobil sana." - Marvin.

" Thanks Mar, roti buatan mami lo gue makan nanti istirahat aja." Jawab Arkan.

" Mami lo sweet banget inget gue sama Arkan." - Gabriel.

" Iya lah, liat nih anak nya manis gini." - Marvin.

" Mana ada, manis kaga, pait iya." - Gabriel.

" Enak aja lo." - Marvin.

" Eh, eh liat itu cewe kemarin bukan?." Lanjut Marvin tiba-tiba di tengah perjalanan.

" Cewe siapa?." - Gabriel.

" Itu Luna yang kemarin nabrak mobil si Arkan." - Marvin.

Sontak Gabriel dan Arkan melirik ke arah yang Marvin tunjuk.

" Oh iya Luna, tapi kenapa dikerubunin banyak orang gitu?." - Gabriel.

" Mana gu tau, samperin aja ayo." - Marvin.

" Yaudah samperin aja, siapa tau perlu bantuan." Ucap Gabriel yang di angguki Marvin. Sementara Arkan tidak memperdulikannya dan tetap berada di dalam mobil.

~•~

" Permisi, permisi." Ucap Gabriel yang diikuti dibelakang sembari melewati banyak orang yang berkerubun.

" Aduh neng geulis meni kasihan pisan, kamu teh gak papa?." (Aduh cantik kasihan banget, kamu gak papa?) Tanya seorang wanita paruh baya.

" Gak papa kok bu ." Jawab Luna sedikit tertekan karena selain sakit, dia malu dikerubunin banyak orang seperti ini.

Alpha Centauri ft Jungwon EnhypenTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang