8

264 21 1
                                        

Sesampai nya di rumah,Luna mengajak Arkan dan Gabriel masuk kedalam rumah,lalu menyuruh mereka berdua duduk di sofa ruang tamu.

" Kak,kalian duduk disini dulu ya,aku mau ambil obat sama minum." Ucap Luna yang dibalas dengan anggukkan Arkan dan Gabriel.

" Lo kenapa bisa nginep disini?." Tanya Gabriel penasaran setelah Luna pergi.

" Kemarin waktu di bengkel gue sempet pusing lagi,terus Luna bawa gue kesini."

" Kenapa gak ngabarin gue atau Marvin?."

" Gue gak kepikiran apa-apa kemarin."

" Tapi sekarang keadaan lo gimana?."

" Udah aman Lo tenang aja."

" Gue kaget banget gila,lo baru kenal 2 hari terus tiba-tiba udah nginep."

" Lo jangan mikir yang aneh-aneh,lagian gue nginep juga ada keluarga nya Luna,disini rame-rame gak cuma berduaan."

" Iya dah,tapi gue ngerasa tenang kalo kemarin lo sakit disini.Daripada di rumah sendiri."

" Heem,mereka semua baik banget sama gue.Dan entah kenapa gue ngerasa kenangan yang udah hilang muncul lagi karena mereka Gab,gue juga ngerasa aman dan nyaman ada disini padahal kita baru kenal."

" Gue emang gak bisa rasain apa yang lo rasain,tapi gue ngerti apa yang lo rasain.Dan itu hal yang wajar,karena lo udah lama gak ngerasain hal yang pengen lo rasain,Kan.Tapi lo jangan pernah ngerasa sendiri ya,lo gak sendirian.Ada gue sama Marvin,kalo perlu apapun lo bilang,kita bakal selalu ada buat lo,jangan ngerasa sendiri." Ucap Gabriel yang dibalas anggukkan Arkan.

" Thanks ya." Balas Arkan dengan senyum tipis nya.

Tak lama Luna datang dengan membawa 2 gelas teh hangat menggunakan nampan,dan tidak lupa dengan kotak obat nya untuk mengobati luka Arkan dan Gabriel.

" Kak,ini diminum dulu." Ucap Luna sembari menaruh teh hangat yang sudah ia buat ke atas atas meja.

" Thanks ya Lun." Ucap Gabriel yang diikuti anggukan terimakasih Arkan.

" Iya,sama-sama.Siapa yang mau diobatin duluan?."

" Gue." Jawab Arkan dan Gabriel bersamaan.

" Gue dulu." Ucap Arkan.

" Gue dulu." Ucap Gabriel.

" Orang gue duluan yang ngomong."

" Mana ada,orang bareng."

" Gunting kertas batu aja,yang menang boleh duluan."

" Oke."

" Gunting kertas batu." ( Arkan ✋ Gabriel ✋)

" Lambat lo,harus cepet.Gunting kertas batu." ( Gabriel 👊 Arkan 👊)

" Coba sekali lagi."

" Gunting kertas batu." ( Gabriel ✌ Arkan 👊)

" Hahaha,gue menang." Ucap Arkan senang.

" Terserah lo."

" Jadi yang diobatin kak Arkan dulu?." Tanya Luna.

" Iya,lo gak bisa liat? Tadi kan gue yang menang."

" Yaudah si,santai aja,orang cuma mastiin."

" Tar suka baru tau rasa." Sambung Gabriel.

" Gak lah." Balas Arkan cepat yang membuat Luna kesal karena merasa seolah-olah ia sangat tidak disukai oleh Arkan.

" Aaaa." Arkan meringis karena Luna yang kesal itu tiba-tiba langsung menempelkan kasar kapas yang sudah diberi obat ke wajah Arkan.

Alpha Centauri ft Jungwon EnhypenTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang