60

578 25 42
                                        

Keesokan harinya Rasya yang bangun duluan itu langsung menghampiri Arkan yang tertidur di sofa lalu membangunkan nya.

" Kak Arkann." Ucap Rasya sembari menggoyangkan pelan tubuh Arkan.

" Kak Arkan." Ucap Rasya lagi dan Arkan pun langsung terbangun.

" Ada apa Sya?." Tanya Arkan sembari membuka matanya yang masih terasa ngantuk.

" Kak maaf Rasya ngebangunin."

" Iya gak papa,Rasya mau apa?."

" Mau makan kak,laper." Ucap Rasya dan tak lama Azzam pun datang.

" Selamat pagi bro." Sapa Azzam.

" Ssstt Luna masih tidur,jangan berisik lo." - Arkan.

" Oh iya hehe sorry.Lo udah makan kak?." - Azzam.

" Belum gue baru bangun,ini Rasya pengen makan." - Arkan.

" Rasya mau makan? Yaudah ayo ikut kak Azzam kita ke kantin." - Azzam.

" Ayo,kak Arkan ikut juga?." - Rasya.

" Kak Arkan nanti aja belum laper,mau nunggu kak Luna dulu aja disini ya." - Arkan.

" Oke deh kalo gitu aku sama kak Azzam ke kantin dulu ya kak." Ucap Rasya yang disetujui Arkan dan setelah itu langsung pergi ke kantin rumah sakit bersama Azzam.

" Hoamm..masih ngantuk gue." Arkan menidurkan tubuhnya di ranjang yang dipakai Rasya semalam dan ia pun kembali tidur.

Tak lama Luna bangun dari tidur nya,tenggorokannya terasa sangat kering dan haus.Luna melihat ada sebotol air di meja dekat sofa karena air miliknya sudah habis,ia bingung bagaimana mengambilnya karena tubuh Luna saat ini masih terasa lemas,dan Luna juga tidak enak untuk membangunkan Arkan yang sedang tidur hanya untuk mengambilkannya air.

" Duh air nya jauh banget disitu,ambil sendiri aja deh kasian kalo bangunin kak Arkan." Ucap Luna pelan sembari berusaha bangun untuk mengambil air minum.

Luna kesulitan untuk bangun dan turun dari ranjang rumah sakitnya,tapi ia tetap berusaha.Arkan yang merasa ada sesuatu itu langsung membuka matanya dan melihat Luna berusaha berjalan dan hampir jatuh,melihat itu Arkan langsung buru-buru bangun untuk membantu  menahan tubuh Luna agar tidak jatuh.

" Mau kemana sih sayang?." Ucap Arkan sembari memegangi tubuh Luna yang masih lemas.

" Eh kak Arkan udah bangun? Keganggu ya kak? Maaf ya."

" Engga ko,kamu mau kemana? Kenapa gak bilang?."

" Mau ambil air itu." Luna menunjuk air yang berada di atas meja dekat sofa.

" Kenapa gak bilang? Yaudah tetep di ranjang biar aku yang ambil." Arkan membantu Luna untuk duduk di atas ranjang nya dan memberikan bantal di belakang agar Luna bisa bersandar.

" Ini air nya." Ucap Arkan setelah mebuka tutup botol air mineral dan memberikan sedotan agar Luna lebih mudah meminumnya.

" Makasih kak." Balas Luna sembari meminum air itu.

" Kenapa gak bilang? Kalo jatuh terus infusnya lepas gimana? Kalo belum kuat bangun jangan dipaksain dong Lun,kan ada aku disini kenapa gak minta tolong?."

" Tadi aku mau bilang tapi gak enak bangunin kak Arkan."

" Bangunin aja,tugas aku disini kan jagain kamu,jadi kalo mau atau perlu apapun bilang aja oke? Gak usah ngerasa gak enak." Ucap Arkan sembari mengelus lembut pucuk rambut Luna dan dibalas anggukan Luna.

" Sekarang mau apalagi? Perlu ke toilet? Biar aku panggilin suster buat nemenin kamu."

" Engga kak,aku mau nya makan tapi gak mau makanan rumah sakit."

Alpha Centauri ft Jungwon EnhypenTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang