(+17 Area!)
Awalnya hidup Kenan baik-baik saja, namun semuanya berubah ketika dia harus mengalami amnesia dan tinggal serumah dengan cewek manja serta maniak kutek berwarna-warni.
_______________________________________________
⚠Warning⚠
Harus siapi...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Tujuan lo tinggal di rumah gue apa, huh?" Kenan tidak bisa menahan diri untuk tidak bertanya tentang hal itu.
Gabby menghentikan aktivitasnya untuk membersihkan kuteknya, dia lantas menoleh ke arah Kenan yang saat ini tengah memandangnya dengan tatapan yang terlihat begitu mengintimidasi.
"Mami Keysa yang nyuruh Gabby tinggal di sini,"
Apa tadi?
Mami Keysa?
Kenan tidak salah dengar, bukan?
Bagaimana bisa Gabby yang nota bene-nya adalah gadis asing memanggil maminya dengan sebutan mami juga, huh?
Dia tidak punya adik.
Terdengar aneh jika faktanya Gabby adalah adiknya, mengingat bahwa dia adalah anak tunggal kaya raya dari kedua orang tuanya.
"Eh, lo jangan sembarang ya, manggil mami gue dengan sebutan mami,"
Gabby menekuk bibirnya ke bawah. Dia tidak salah. Mami Kenan sendiri yang menyuruhnya memanggil dengan sebutan mami. Tentu bukan tanpa alasan.
Keysa menyuruh hal tersebut karena dia sayang dengan anak semata wayang sahabatnya. Nindhi sudah tidak ada.
Maka dari itu Keysa menyuruh Gabby memanggilnya dengan sebutan mami agar Gabby merasa seolah-olah bahwa dia masih mempunyai sosok ibu.
Meski Keysa tahu bahwa sampai kapanpun posisi Nindhi tidak akan tergantikan. Namun tidak apa, dia terlanjur sayang dengan Gabby dan menganggapnya sebagai anak kandung sendiri.
"Mommy Gabby udah nggak ada, jadi mami Kenan nyuruh Gabby manggilnya mami aja," Gabby menjawab dengan suara yang terdengar bergetar, matanya juga sudah kembali berkaca-kaca.
Damn!
Tidak bisa di pungkiri bahwa Kenan jadi merasa iba dengan Gabby. Dia yang selalu memandang Gabby cengeng, hatinya terasa teriris ketika mendengar fakta menyakitkan.
Kenan tidak menyangka bahwa gadis secengeng Gabby sudah tidak memiliki mommy. Kenan menduga bahwa mental Gabby belum siap jika harus kehilangan seorang ibu.
Lagi-lagi Kenan di selimuti rasa bersalah, dia menyalahkan mulutnya lagi. Entah kenapa mulutnya sangat suka berkata pedas dan berhasil menusuk relung hati gadis aneh nan cengeng itu.
"Maaf, gue beneran nggak tau, By,"
Kenan beranjak dari duduknya, dia berjalan untuk menghampiri Gabby yang sudah kembali terisak, tentu saja dia ingin memeluknya untuk memenangkannya.
*
Wangi bunga yang berasal dari Gabby menyeruak ke indera penciuman Kenan. Wanginya benar-benar memabukkan, sungguh Kenan tidaklah bohong.