(+17 Area!)
Awalnya hidup Kenan baik-baik saja, namun semuanya berubah ketika dia harus mengalami amnesia dan tinggal serumah dengan cewek manja serta maniak kutek berwarna-warni.
_______________________________________________
⚠Warning⚠
Harus siapi...
"Lo itu masih kecil, nggak usah ngeyel jadi cewek."
Gabby mengerjapkan matanya lucu. "Kalo Gabby masih kecil berarti Kenan juga dong?"
Kenan membulatkan matanya. Tentu saja dia tidak terima dengan perkataan Gabby barusan. "Nggak, gue udah gede," Kenan membantah.
Ah, ambigu sekali ketika mengatakan kata gede.
"Bukannya Kenan dan Gabby sama-sama udah SMA ya?" Gabby bertanya dengan wajah polosnya.
Refleks Kenan bungkam dan terdiam mematung setelah mendengar jawaban Gabby yang sangat masuk akal itu. Ah bodoh sekali. Lalu dirinya kini harus menjawab apa?
Jika kelamaan didekat Gabby pasti dirinya akan ketularan bodoh. Argh, menyebalkan sekali. Untuk kali ini dia kalah berdebat dengan gadis ajaib itu.
Kenan memang pintar dalam menguasai semua mata pelajaran, namun sayangnya dia masih remidi jika berurusan dengan cewek. Wajar saja karena dia bukan playboy.
Andai saja dia adalah cowok playboy, kemungkinan besar dia senang jika didekati oleh gadis polos macam Gabby. Mana mungkin cowok playboy akan menyia-nyiakan gadis yang menurut Kenan begitu langka.
Bersyukur karena Kenan bukan seorang cowok playboy-itu artinya kecil kemungkinan jika Kenan berbuat macam-macam pada gadis ajaib nan polos itu.
"Kenan diem, berarti jawaban Gabby tadi bener dong?"
Kenan kembali meneguk minuman kopinya hingga habis. Dia menatap wajah Gabby dengan perasaan kesal. "Nggak, jawaban gue yang bener,"
"Ih, Kenan jahat, nggak mau ngalah sama Gabby," sahutnya seraya merengek.
Kenan tertawa kecil dalam hati. "Iya emang gue jahat, baru sadar lo?"
"Tapi waktu Kenan kecil nggak jahat!" selanya.
Lagi-lagi Gabby bilang waktu dia masih kecil. Kenan benar-benar tidak habis pikir lagi. Bukannya dia dan Gabby baru kemarin lusa bertemu ya?
Lantas kenapa sikap Gabby menunjukkan bahwa keduanya seolah-olah sudah pernah bertemu untuk yang sebelumnya, huh?
Kenan menatap Gabby dingin. "Tau apa lo soal gue waktu kecil?"
Gabby adalah sahabat Kenan waktu kecil. Batin Gabby dalam hati.
"Udah dibilang kalau Gabby itu human,"
Shit!
Gabby memang sangat handal jika disuruh memancing emosinya.
Setelah membereskan karpet bulu berwarna pink dan beberapa snack dan minuman yang masih tersisa, keduanya tidak langsung pulang. Karena ponsel Kenan yang berada disakunya bergetar.