(+17 Area!)
Awalnya hidup Kenan baik-baik saja, namun semuanya berubah ketika dia harus mengalami amnesia dan tinggal serumah dengan cewek manja serta maniak kutek berwarna-warni.
_______________________________________________
⚠Warning⚠
Harus siapi...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Dengan wajah semringah Gabby terus mengunyah burgernya, sesekali memejamkan mata hingga tak sadar bahwa area dekat mulutnya ternodai oleh saus.
Kenan hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya pelan. Gadis itu memang selalu merepotkannya— tidak dirumah, tidak diluar rumah.
Sama-sama merepotkan.
Tetapi anehnya Kenan tidak merasa keberatan dibuat repot oleh Gabby, meskipun awalnya dia misah-misuh setiap kali Gabby merepotkannya.
Maybe, sudah terbiasa?
Hati Kenan tergerak. Dia berinisiatif untuk mengambil tissue yang berada di atas meja dekat sofa, kebetulan jarak mereka dekat jadi Kenan tidak perlu beranjak terlebih dahulu.
Gabby membuka mata ketika merasakan sapuan tissue terasa lembut yang menyapa pipinya. Iris mata berwarna hitam pekat bertemu dengan iris mata berwarna coklat terang.
Alih-alih mengomel ... Gabby justru merasa dejavu.
Dia jadi teringat tujuh tahun yang lalu. Di mana Kenan melakukan hal yang sama seperti saat ini; membersihkan noda yang berada di dekat mulutnya.
Hatinya menghangat saat teringat dia sedang makan ice cream bersama Kenan. Waktu itu pertemuan pertama mereka berdua dan tentunya Gabby belum pindah sekolah ke Amerika Serikat.
"Gabby mau ice cream?" Tawar Kenan bersemangat. Kebetulan di freezer ada beberapa ice cream yang berbeda rasa— jika stoknya sudah habis maka Keysa tak segan akan membeli lagi untuk anak kesayangannya.
Mungkin gadis kecil yang berada di depannya juga suka ice cream seperti dirinya?
Refleks Gabby mengalihkan atensinya pada boneka miliknya dan menatap Kenan dengan mata berbinar. Mendengar kata ice cream kontan Gabby langsung mengangguk penuh semangat, terlihat begitu antusias lalu tersenyum manis.
Senyum yang membuat Kenan kecil terpesona.
Gabby suka semua varian rasa ice cream, namun Gabby lebih suka ice cream berwarna pink, ice cream rasa strawberry misalnya.
"Gabby mau!" Gabby kecil berseru riang.
Benar dugaan Kenan, bukan?
Anak seumurannya pasti kebanyakan menyukai ice cream. Lagi pula siapa juga yang akan menolak jika diberi ice cream lezat, gratis pula?
Kenan yang tadinya duduk, sekarang sudah berdiri. Anak itu mengacungkan jempolnya tinggi-tinggi.
"Oke, bentar ya... Kenan mau ambil ice creamnya dulu." Setelah menyelesaikan kalimatnya, Kenan segera berlari ke belakang menuju freezer untuk mengambil dua buah ice cream.