Dean membuka pintu kamar di depannya. Ia melihat ruangan kosong itu.
Ruang itu tadinya sebuah kamar yang sudah ditinggal pemiliknya. Tumpukan kardus-kardus yang tadinya berjajar rapi sudah tidak ada lagi. Yang tersisanya hanya perabot-perabot yang belum dipindahkan.
Ia masuk ke dalam ruangan itu lalu duduk di sofa. Mengamati tempat tidur seraya membayangkan seseorang yang pernah dicintainya berbaring di ranjang itu.
Ia mengalihkan matanya ke setiap tempat hingga ke sudut ruangan itu dan masih membayangkan penghuninya saat sedang beraktivitas di kamar itu. Ia terus mengingat setiap kenangan yang ia lalui di tempat itu.
Seseorang nyelonong masuk, tanpa permisi tentunya. "Sampai kapan kau akan terus memandangi ruangan kosong itu ?"ejek orang itu.
"Kak Sino. Kau sudah mau pindah ?"
Laki-laki itu mengangguk. Sudah ada 2 koper di kedua tangannya.
"Ke mana kau akan pindah."
"Rumah orang tuaku tentunya."
Dean tersenyum pada Sino,"Jangan lupa datang ke pernikahanku besok."
Sino tertawa kecil,"Tentu. Aku tidak akan lupa. Selamat atas pernikahanmu. Sepertinya baru 1 bulan yang lalu kau bertengkar dengan Sena dan besok kau mau menikah lagi."
"Sebenarnya kami sudah resmi menikah. Aku hanya membuat resepsi pernikahan sederhana untuk teman-teman kampus. Aku tidak mau lagi mendengar rumor-rumor aneh tentang istriku."
Sino tersenyum,"Aku bisa mengerti. Baiklah, saatnya bagiku untuk pergi."
"Oh iya. Titip salam untuk Sena."
"Tentu. Cepat tidur. Awas kalau sampai besok bangun kesiangan !"kata Sino seraya melambaikan tangannya lalu pergi.
***
Dean sudah tiba di rumah mertuanya. Ia dan ayahnya turun dari mobil. Mereka mengenakan jas putih.
"Di mana mempelai wanitanya ?"tanya Tuan Darma setelah mereka masuk ke dalam rumah.
"Di sini."kata seorang perempuan yang muncul dari dalam ruang rias pengantin.
Perempuan itu memakai gaun pengantin panjang berwarna putih. Panjang rambutnya sebahu. Rambutnya yang bergelombang digerai dengan poni menyamping kekanan yang menutupi sebagian dahinya. Dia terlihat sangat cantik dan menawan dengan riasan natural di wajahnya.
Semua orang di ruangan itu keluar meninggalkan mereka berdua. Dean mendekati perempuan itu. Dia tersenyum kagum melihat kecantikan perempuan itu,"Kau terlihat sangat berbeda. Tidak seperti seseorang yang dulu kukenal."
KAMU SEDANG MEMBACA
Marrying Stranger
RomanceKau dan aku Dekat namun hanya raga Selebihnya tidak Kau dan aku Kita adalah asing Kau dan aku Kita menikah
