Setelah rachel di peluk oleh suho dan irene,irene mengelus rambut rachel dengan sayang
"sayang kau mau brownis coklat nak?"ucap irene,aku mendengar ucapan eomma choi pun aku teringat saat aku mulai sembuh eomma lee selalu membuatkan ku brownis coklat,kediaman ku membuat mereka khawatir
"apa rachel ingin sesuatu nak,apa kau merasa pusing lagi kepalanya."ucap suho,
bukan irene dan suho yang khawatir tetapi hyung line pun khawatir dengan kediaman ku
"ania aku tidak pusing,aku mau brownis coklat eomma."ucapku,setelah mereka mendengar ucapan ku perasaan mereka lega karena rachel tidak terjadi sesuatu lagi
"baiklah eomma akan buatkan brownis coklat khusus untuk putri kecil eomma yang cantik ini,kau disini dulu ne dengan appa dan oppadeul ne."ucap irene sambil mengelus rambut rachel dengan lembut
"ania aku mau membantu eomma membuat brownis coklat."ucap ku namun aku tidak sadar kalau ucapan ku seperti merengek,mereka yang mendengar ucapan ku menahan gemas dan oppadeul ingin mencium pipiku dan memelukku
"ania rachel disini saja ne dengan appa dan oppadeul ne".ucap irene sambil membujuk rachel
"ania aku tidak mau,aku mau membantu eomma membuat brownis coklat".ucapku sambil membujuk eomma
"bagaimana kalau ikut hao oppa melukis saja di taman bunga sambil menunggu brownis coklat dari eomma selesai?"ucap minghao sambil membujuk adik kecilnya
aku berfikir dulu dan mengiyakan perkataan hao oppa"ne aku mau ayo cepat hao oppa".ucapku sambil berdiri dan menyeret tangan hao oppa untuk keluar dari ruang keluarga dan menuju ketaman bunga
sedangkan hyung yang lain mengikuti langkah mereka dari belakang dan tersenyum melihat rachel mau menerima mereka dengan perlahan lahan.Setelah sampai di taman bunga,minghao menyiapkan alat lukis untuk adik kecilnya yang menunggu di kursi kayu panjang itu
"apa rachel bisa melukis."ucap minghao,"ne aku bisa melukis kalau aku gabut aku melukis untuk menghilangkan kegabutanku."ucap ku
"baiklah kalau begitu oppa ingin melihat hasil lukisan mu ne."ucap minghao sambil mengelus kepala rachel dengan sayang",lalu aku menganggukkan kepalaku dan mulai melukis dengan serius namun aku tak menyadari bahwa oppa deul dan appa melihatku dengan gemas ingin rasanya mencium wajah rachel bertubi tubi dan memeluknya
sedangkan wonwoo mengambil foto rachel saat melukis,"kyopta."ucap wonwoo dengan pelan,tapi aku bisa mendengar suaranya
setelah selesai melukis mingyu dengan sengaja menjahili adik kecilnya
"eoh rachel lihat di samping sana ada sesuatu."ucap mingyu,saat aku melihat samping tidak apa apa,mingyu langsung mencoret wajah ku dengan cat air
"kena hahahaha."tawa mingyu yang menjahili adik kecilnya ini,aku tidak terima dengan ini
"ya kemari kau mingyu oppa."ucap ku sambil mengarahkan cat air ke wajahnya
"tidak kena wlek."ucap mingyu sambil lari aku yang melihat dia lari pun aku mengejarnya dengan membawa cat air dan"akhirnya kau tertangkap juga mingyu oppa."ucap ku sambil mengoleskan cat air ke wajah nya
mereka yang melihat pun bahagia,namun mingyu tak tinggal diam,dia juga akan balas dengan cat air ke wajah adik nya,namun rachel yang melihat mingyu ingin mengejarnya,ia lari terlebih dahulu,saat aku kejaran dengan mingyu oppa aku tak sadar ingin menabrak meja didepan ku tapi tubuhku ditahan oleh seungcheol oppa
"eits hati hati rachel ya nanti kalau jatuh bagaimana eoh?"ucap seungcheol,"aku mendengar ucapan cherry oppa pun terdiam
"ne oppa mian."ucap ku
"ne tidak apa apa sini dengan cherry oppa bersihkan wajahmu dulu ne dari cat air di wajahmu dan sebentar lagi brownis coklat mu selesai."ucap seungcheol sambil mengelus kepala rachel dengan sayang,saat aku mendengar brownis coklat pun mataku berbinar
"aigo kenapa kau mengemaskan sekali rachel ya han oppa tidak rela kau dimiliki laki laki lain selain oppa."ucap jeonghan sambil membersihkan wajah rachel
"ya aku bisa membersihkan wajahku sendiri."ucap ku kesal ke jeonghan oppa karena dia membersihkan wajahku
"ini agar cepat selesai rachel ya nanti migyu oppa ambil brownis coklat mu nanti."ucap mingyu sambil menggoda adik kecilnya ini,aku yang mendengarnya pun tidak terima
"enak saja eomma membuatkan brownis coklat untuk ku bukan untukmu jadi jangan oppa ambil."ucap ku dengan kesal
"ne ayo kita masuk nanti brownis coklat mu di ambil mingyu oppa."ucap joshua
"ne oppa ayo kita tinggal kan manusia tiang listrik ini."ucapku ketus sambil menatap mingyu.
"hahahaha habislah kau mingyu akan di diami oleh rachel hahahaha."tawa mereka
mingyu yang mendengar ucapan mereka khawatir dia masih ingat kalau adik kecilnya dulu kalau marah dan ngambek lebih seminggu.
"sabar ya mingyu kau bujuk rachel saja kalau di marah dengan mu."ucap suho
"kalau eomma kalian mencari appa di ruang kerja."ucap suho kepada anak anak nya,"
"ne appa"ucap mereka
"habis lah kau hari ini mingyu kau akan diabaikan oleh rachel."ejek woozi
sedangkan yang lain hanya tertawa sambil membereskan alat lukis yang di pakai rachel tadi
"bagus sekali lukisan rachel."ucap wonwoo
"ne kau benar lukisan rachel sangat bagus sepertinya jiwa art minghao turun ke rachel."ucap hoshi
"tentu dong aku melihat rachel akan menurunkan watak dan sifat kita."ucap seokmin dan mereka pun tertawa dan masuk ke dalam rumah dengan bahagia.
KAMU SEDANG MEMBACA
Brother seventeen
General Fictionlee Rae hwa adalah anak bungsu dari keluarga lee. Tetapi saat dia hendak pulang menuju rumahnya,untuk menunggu bus datang,tiba tiba ada bodyguard dan mengatakan bahwa dia anak bungsu dari keluarga choi,tentu saja rae hwa tidak percaya dengan hal itu...
