4 tahun lalu, cafe
"Kana jadi kuliah di tempat lo." Joni yang baru saja datang langsung mengutarakan hal penting yang ingin ia sampaikan.
"Lo beneran nge-suggest dia buat masuk ke universitas tempat gue ngajar?" Balas Tama yang sedikit terkejut dengan ucapan Joni.
"It's the right time for you to meet her again." Tanggap Joni setelah menyesap Iced Americano yang ia pesan.
Tama yang tak tahu jalan pikiran Joni, menatap lawan bicaranya itu dengan tatapan tak percaya. "Gue nggak tau apa yang ada di pikiran lo bang. Tapi satu hal yang perlu lo tau. Ketemu sama Kana secara langsung sama artinya lo mau buka rahasia yang selama ini kita tutup rapet-rapet dari dia."
"Gue tau hal itu. Dan menurut gue, cepat atau lambat rahasia ini tetep bakal Kana tau. Gue ngelakuin ini bukan karena gue mau Kana benci sama lo, tapi malah sebaliknya. Gue mau dia nerima keberadaan lo yang selama enam tahun terakhir selalu ada buat dia."
---
(Tahun pertama Kana kuliah)
"Kana Adelia Putri" Panggil Tama tanpa mengalihkan tatapannya pada kertas yang berisi daftar mahasiswa yang sedang ia pegang.
Kana yang sedari tadi sibuk memperhatikan sana-sini sedikit terlonjak saat namanya disebut.
"I-iya pak, saya Kana." Jawab Kana sedikit tergagap.
Tama yang mendengar nada bicara Kana yang sedikit tergagap menyunggingkan senyum tipis.
Kamu nggak pernah berubah Na, batin Tama.
"Salam kenal, saya Aditya Pratama dosen pembimbing akademik selama kamu berkuliah disini."
"Baik pak. Mohon bantuannya"
---
(Tahun kedua Kana kuliah)
"Masih punya muka kamu menemui saya?" Tanya Tama dengan nada bicara yang sengaja ia buat segalak mungkin.
Kana yang tahu dosen pembimbing akademiknya akan marah padanya hanya bisa mengucapkan maaf. "Maaf pak. Saya beneran lupa kalau saya ada janji sama bapak kemarin sore."
"Kamu itu belum tua Kana, tapi sudah lupaan seperti ini?" Timpal Tama yang mulai tertarik untuk mengerjai Kana lebih lanjut.
Kana yang sudah menjadi tontonan di ruang dosen hanya menundukkan kepalanya. Tak berani menatap raut muka Tama maupun dosen lain yang mungkin kini sedang memperhatikannya juga. "Sekali lagi saya minta maaf pak. Tidak akan saya ulang lagi. Saya janji."
---
(Tahun ketiga Kana kuliah)
Seperti dejavu, kejadian setahun lalu terulang lagi dengan scene yang hampir sama. Kana menjadi objek kemarahan Tama dan tentunya tontonan di ruang dosen.
"Kamu tuh ya. Bisa-bisanya tidak terdaftar di mata kuliah saya. Kapan kamu KRS an kemarin?"
"Tanggal 27 malam pak."
"Apa? Kamu itu udah masuk semester lima dan masih nggak hafal kalau batas akhir submit pengajuan rencana studi tanggal 27 sore?"
Mati lo Na. Bisa-bisa nya lo lupa dan cari gara-gara sama si galak Tama. Ha? Suara hati Kana merutuki dirinya sendiri.
---
KAMU SEDANG MEMBACA
Dospem | Kim Doyoung
Fiksyen Peminat"Kamu tuh ya, kalo saya kasih tahu pasti ngejawab. Sampai heran saya." -Tama "Sebenarnya saya nggak ada niat pak buat ngejawab perkataan bapak, sumpah. Saya cuma mau membela diri." -Kana __________________________________________________ Desclaimer...
