Ending?

135 3 0
                                        

Dor!

2 bulan kemudian

Di pagi yang cerah ini Kana tampak cantik mengenakan kebaya biru dengan riasan yang tampak pas untuknya.

Hari yang membahagiakan akhirnya tiba. Hari dimana ia akan menyandang gelar sarjana yang telah ia perjuangkan selama 4 tahun terakhir.

"Siap?" Tanya Joni pada adeknya. Kana yang mendengar itu tersenyum dan setelahnya ia mengapit lengan Joni.

Dari kejauhan tampak Bagas yang mengenakan baju batik berwarna senada dengan Kana melambaikan tangannya.

"Tumben lo kelihatan ganteng?" Guyon Kana saat Bagas sudah mendekat. Bagas yang mendengar itu berdecih. "Masih aja ngeledekin gue lo Na."

Kana yang melihat ekspresi kesal tapi lucu Bagas itu hanya bisa tertawa. Joni dan mamanya hanya tersenyum melihat tingkah dua orang tersebut.

Auditorium

"Oh ya, Reno mana Gas?" Tanya Kana sambil celingukan kesana kemari.

"Mungkin bentar lagi dateng."

"Lo yakin dia nggak telat dateng?" Tanya Kana kembali karena ia masih tak bisa menjumpai Reno dimana-mana.

"Lo panik gara-gara nggak nemuin Reno atau ...." Balas Bagas menggantungkan kalimatnya.

"Atau?" Tanya Kana menirukan nada bicara Bagas.

Di tengah kegiatan adu argumentasi itu, tiba-tiba sebuah tangan tampak mencengkram lengan Kana dan membawa gadis itu menjauh menuju backstage. Kana yang kaget sempat memberontak. Tapi saat ia tahu siapa yang membawanya ia tak melawan.

"Lo tunggu sini." Ucap Reno yang tak diketahui maksudnya oleh Kana. "Ada apa sih Ren?" Tanya Kana yang penasaran.

Bukannya membalas, Reno malah menelpon seseorang. Tak lama kemudian ada seorang laki-laki yang menuntun Kana menuju tribun khusus. Kana yang semakin tak paham situasinya kebingungan.

"Gue mau disuruh kemana Ren?" Tanya Kana sedikit berteriak karena jaraknya dengan Reno kini cukup jauh. Kemudian samar-samar Kana mendengar balasan Reno. "Lo juga bakal paham nanti."

Setelah lima belas menit berlalu, acara wisuda dimulai. Semua prosesi satu persatu mulai dilaksanakan hingga pada akhirnya Kana tahu mengapa ia ada di tribun berbeda.

"Berikut kami sampaikan daftar wisudawan/wisudawati terbaik." Ucap MC dengan berkharisma. Tak lama setelahnya MC tersebut menyebutkan nama-nama mahasiswa yang terpilih. Hingga tiba saatnya nama Kana disebut sebagai salah satunya.

Kana yang tak menyangka merasa terharu karena salah satu keinginannya tercapai. Rasa haru itu berubah menjadi bangga saat ia mendapat kesempatan untuk menyampaikan sambutan mewakili teman-temannya yang lain.

"Selamat pagi semuanya." Sapa Kana mengawali sambutannya.

"Sebelumnya, saya ingin berterimakasih kepada orang-orang yang berarti bagi saya. Orang-orang yang selalu menjadi support system saya. Mama yang selalu mencintai dan mendukung saya. Bang Joni yang selalu menjadi penyemangat dan kakak terbaik. Bagas sahabat yang tak ada duanya dan Reno teman yang bagaikan saudara. Serta,
..." Kana menghentikan perkataannya sesaat dan tak lama setelahnya ia melanjutkan." Serta Pak Tama yang menjadi penyelamat hidup saya. Terimakasih atas semua yang telah kalian berikan kepada Kana sehingga Kana masih bisa berdiri disini. Pada kesempatan ini saya ingin mengucapkan selamat kepada teman-teman semua yang telah berjuang dengan sangat baik hingga saat ini. Semoga ini menjadi awal yang baik bagi kita semua untuk memulai fase kehidupan yang lebih dewasa."

Orang-orang yang hadir disana memberikan tepuk tangan yang meriah untuk Kana. Kana yang akan selalu mengingat momen ini tersenyum sebelum akhirnya mengakhiri sambutannya.

Dospem | Kim DoyoungCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang