{ بِسْمِ ٱللَّٰهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ }
{ اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ }
°
°
°
°
°
Siapa yang nungguin "Al-Kaizen" update?
Selamat membaca! Jangan lupa vote, komen, and share cerita ini ke orang yang kalian sayang 🫂
Siap dengerin kisah mereka di bab ini ya!! Keluh kesah pertama akan di keluarkan.
Tandai jika typo!
°°°🌷°°°
Perkumpulan pemuda-pemuda yang beranggotakan 6 orang itu kini duduk membentuk sebuah lingkaran. Azzam, Ayran, Zaydan, Agam, Keenan, dan Hanan. Mereka ditempatkan di kamar yang sama, sejauh ini mereka sudah saling mengenal antar sesama, hanya saling tau nama, itupun nama panggilan saja.
"Ekhem. Baik sebelumnya gue buka pembicaraan kita. Jadi tujuan gue ngumpulin lu pada di sini buat kita kenalan lebih jauh lagi, di antara kita pasti ada yang masih saling canggung, dengan begitu gue minta sama kalian semua buat kita bisa kenalan lebih jauh. Boleh kan?" jelas Azzam mulai membuka pembicaraan.
"Boleh-boleh aja sih." Ucap Zaydan.
"Yang lain gimana?" tanya Azzam.
Yang lainnya pun menggangguk pelan seakan memberi jawaban iya.
"Oke dimulai dari gue sendiri. Btw sesi tanya jawab bakal di akhir acara, jadi kalo ada yang mau ditanyain,tunggu kelar semua dulu." Ujar Azzam
Yang lain pun mengangguk kompak, paham akan ucapan Azzam.
"Perkenalkan nama gue Azzam Samudera Al-Kahfi, biasa di panggil Azzam. Seperti yang kalian denger akhiran nama gue ada Al-Kahfinya. Ya, gue anak dari Kyai Hamza, pemilik pesantren Darul Ayman Al-Kahfi. Gue 3 bersaudara, gue anak pertama dan punya adik perempuan 2. Gue asli orang Bandung,karena abi dan umi gue sama-sama orang sini. " Ucap Azzam tegas.
Azzam pun menepuk pelan pundak seseorang disampingnya."Giliran lo."
"Kenalin, nama gue Ghaziyatul Ayran Arfathan. Bisa di panggil Ayran. Gue domisili Jakarta, tepatnya Jakarta Selatan. Sama juga kayak Azzam, gue 3 bersaudara. Gue anak kedua, punya abang 1, dan adik perempuan 1." Jelas Ayran.
Orang yang berada di samping Ayran pun melihat Ayran sudah menyudahi sesi perkenalan, dan ia pun melanjutkannya.
"Nama saya Teuku Muhammad Agam Zaheen. Kalian boleh manggil saya Agam. Saya berasal dari Aceh. Saya anak bungsu dari 4 bersaudara, saya punya abang 2, dan kakak perempuan 1." Ujar Agam dengan kalimat yang terbilang sedikit formal.
"Jangan terlalu formal Gam, kayak sama siapa aja. Manggil lo-gue juga boleh." Ujar Azzam." Lanjut lo Zay."
"Hallo guys! Perkenalkan nama gue Zaydan Rizqullah Syauqi. Panggil Zaydan aja bisa kalo gak mau ribet. Kampung halaman gue di Sumatra Barat,tepatnya di Bukittinggi. Gue anak pertama dari 2 bersaudara, gue punya adik perempuan yang cantik, tapi sedikit nyebelin." Ucap Zaydan dan seraya sedikit memperkenalkan adiknya itu.
"Giliran gue. Oke, kenalin nama lengkap gue Keenan Muhammad Altezza. Bisa kalian panggil Keenan, yang harus di perhatikan adalah, nama gue E-nya harus double, gak bole kalo enggak. Jadi tulisannya itu
K E E N A N , jelas kan? Okey lanjut, gue orang Yogyakarta. Gue anak sulung sekaligus bungsu. Atau lebih tepatnya gue anak tunggal." Ujar Keenan sedikit lebih panjang dari yang lain.
KAMU SEDANG MEMBACA
Al-Kaizen II Ganas Man Circle
Teen Fiction(Drama - Percintaan - Persahabatan - Hijrah - Comedy) . Ketika menginginkan adanya perubahan dalam hidup, seringkali kita mengharapkan perubahan yang instan dan drastis. Kita berekspektasi perubahan tersebut akan langsung membawa dampak yang signi...
