Terbongkarnya Sebuah Peristiwa

105 19 84
                                        

{ بِسْمِ ٱللَّٰهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ }
{ اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ }

°
°
°
°
°

APA KABAR ?

°°°🌷°°°

Beberapa bulan kemudian...

Jam 03:00 pagi...

Usai melaksanakan shalat Tahajud, zikiran, dan juga tadarussan, keenam pemuda kini tengah duduk termenung sembari menunggu air memenuhi bak mandi yang berada didalam toilet.

Jam 03:00 pagi, jika santri yang  lain sibuk dimesjid maupun diasrama, mereka malah di kamar mandi dengan handuk yang melingkar sempurna dibahu mereka. Dengan mata yang sayu karena efek mengantuk yang menguasai mereka. Suara air yang mengalir membuat efek mengantuk semakin terasa.

Suara air yang mengalir memenuhi bak menyadarkan mereka, mereka pun terbangun dari tidurnya yang terbilang tidak terlalu nyenyak karena mereka tertidur dengan posisi terduduk.

"Yok, langsung mandi aja. Takut keburu Subuh nanti, malah makin lama antreanya." Ujar Agam mengajak mereka semua.

Yang lain pun bangkit dari duduknya masing-masing dan mulai masuk kedalam kamar mandi yang tersedia disana. Mereka pun mengambil alih satu orang satu kamar mandi.

Keenan yang sedari tadi masih tertidur terkejut melihat yang lain sudah mulai mandi, ia pun mendapatkan posisi kamar mandi yang berada di paling ujung dan langsung memasukinya.

Berhubung hari Senin, suasana mandi dijam-jam biasanya pasti akan membuat menunggu antrean lama, dan alhasil akan terlambat ke sekolah nantinya.

Mereka pun memilih mandi diawal waktu agar dengan cepat berangkat kesekolah tanpa terlambat lagi seperti minggu yang lalu dan berakhir mereka diberi hukuman oleh ustadz Khalid dan juga tidak dapat mengikuti pelajaran. Dan juga hari ini merupakan pelajaran ustadz Khalid yang berada dijam pertama.

Tak butuh waktu lama, mereka semua telah selesai dengan rutinitas mandinya, kecuali dengan Keenan. Mereka menatap heran kearah pintu kamar mandi yang Keenan masuki, mereka pun saling menatap dengan tatapan yang sangat sulit diartikan.

"Keenan..... beneran mandi disana?" Tanya Ayran seraya melirik kearah mereka semua.

Mereka pun mengangguk kompak karena mendengar suara air yang mengalir dari dalam kamar mandi.

"Tenang aja, Keenan gak bakal kenapa-kenapa... Kayaknya sih" ujar Zaydan.

Mereka pun memilih untuk kearea tempat berwudhu karena mereka pun akan melaksanakan shalat Subuh nantinya. Namun, setelah mereka selesai berwudhu pun, Keenan belum juga keluar dari kamar mandinya itu.

"Lama amat si Keenan." Ucap Hanan.

"Lagi pup kali," ujar Ayran.

"Apa mungkin ketiduran tuh anak!" Zaydan ikut menimpali.

"Bisa jadi," ucap Azzam.

Al-Kaizen II Ganas Man CircleTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang