Orientasi Kelar, Hukuman Berjalan

165 65 18
                                        

{ بِسْمِ ٱللَّٰهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ }
{ اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ }
°
°
°
°
°
°°°🌷°°°

Tak terasa, acara orientasi telah usai. Di minggu pagi, setelah usai melaksanakan shalat dhuha berjama'ah, banyak santri berlalu lalang menuju ke aula tempat penjengukan. Di pesantren Darul Ayman Al-Fatih hari berkunjung di tetapkan dihari jum'at dan minggu, kebanyakan banyak yang berkunjung dihari minggu karena dihari itu merupakan hari libur seluruhnya. Banyak santri kini yang menuju ke sana untuk bertemu keluarga maupun teman-temannya. Kecuali Azzam, Ayran, Agam, Zaydan, Keenan, dan juga Hanan. Mereka hanya duduk diteras mesjid, sesekali melirik kearah santri yang sedang ada kunjungan. Tetapi tidak mereka, baik keluarga, sahabat, ataupun kerabat tidak ada yang mengunjungi.

"Kalian gak ada kunjungan?" tanya Azzam di sela-sela diam mereka.

Mereka hanya menggeleng lesu.

"Ayah sama bunda bakal kunjung katanya sebulan sekali," jawab Ayran.

"Kok bisa gitu? Kan gak terlalu jauh banget" tanya Zaydan.

"Perjanjian awal"

Zaydan pun hanya mengangguk-ngangguk kepalanya saja. "Bro-bro liat tuh" ucap Zaydan tiba-tiba seraya menepuk pundak Agam.

"APAAN" jawab mereka kompak.

"Tuh liat, santriwati yang pakek gamis hitam, yang jilbabnya warna coklat" ucap Zaydan seraya memperhatikan seorang santriwati yang berjalan menuju kearah aula.

"MATA LO DIJAGA" ucap mereka menghardik Zaydan.

"Giliran ngeliat cewek mata auto melek lo"

"Buta warna apa gimana lo Zay, tuh jilbab warnanya coksu"

"Kambuh tuh penyakit"

"Taubat lo buaya darat"

Zaydan yang mendengar cacian mereka pun hanya bisa meneguk salivanya dalam-dalam. "Jangan nyerang dong, kan gue kaget."

"Kalo bisa gue teriak ditelinga lo pakek mic" ucap Ayran.

"Assalamu'alaikum" ucap Ustadz Khalid menghampiri mereka.

"Waalaikumsalam"

"Kalian ada kunjungan?"

"Enggak ustadz, kenapa?" tanya Agam.

"Ikut saya sebentar" ujar ustadz Khalid dan langsung pergi dari hadapan mereka.

Mereka pun langsung bangkit dari duduknya dan mengikuti ustadz Khalid dari belakang. Tidak banyak bertanya, mereka hanya mengikuti kemana ustadz Khalid menuju.

Ternyata arah jalan mereka menunjukkan untuk menuju ke toilet santri putra, terdapat beberapa santri disana yang sedang mencuci baju mereka masing-masing. Ustadz Khalid sendiri pun langsung menghampiri para santri yang sedang mencuci baju. Entah apa yang ustadz Khalid katakan, sehingga mereka semua bubar dan meninggalkan toilet beserta cuciannya.

Al-Kaizen II Ganas Man CircleCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang