Ganas Man Circle

111 26 51
                                        


{ بِسْمِ ٱللَّٰهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ }
{ اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ }

°
°
°
°
°
°°°🌷°°°

Assalamu'alaikum
Gak kerasa udah pergantian tahun ya
Masih setia stay dilapak ini kan?

Semoga gak full nyengir ya baca chapter yang ini 😆

°°°°°°

Ujian sekolah telah usai, begitupun dengan ujian mengaji. Masa-masa menegangkan telah terlewati, sisa satu minggu lagi mereka di pesantren sebelum libur. Di minggu tenang ini, di pesantren akan diadakan kegiatan, seperti sejenis pentas dakwah dan akan di adakan beberapa perlombaan.

Nanti malam, acara akan di mulai. Malam pembukaan akan di isi dengan dakwah dari beberapa pengurus, akan di gelar acara penyambutan pengurus baru juga, dan acara majelisan shalawat.

Hari ini, seluruh santri maupun pengurus sibuk dengan mendekor panggung dan membersihkan area pesantren. Mereka bergotong royong secara bersama-sama, kegiatan di bagi menjadi beberapa kelompok agar memudahkan dalam bertugas.

Dilain tempat, Zaydan, Keenan, dan Hanan sibuk mengangkut beberapa pot bunga untuk di taruh di depan panggung.

"Eh, kayaknya kalo kita pajang bunga bangkai di panggung bakal cantik ya kan," ucap Zaydan enteng.

"Cantik iya, tapi baunya nanti bakal kembaran sama baunya kentut Keenan." Ujar Hanan.

Keenan yang namanya dibawa-bawa terlihat sudah naik darah di posisinya, ia pun mencabuti sebatang rumput yang berada di dalam pot bunga itu dan melemparnya ke arah Hanan dan bertepatan arah lemparannya mengarah ke mulut Hanan yang sedari tadi membicarakan Keenan.

"Yang ada nanti malah kita yang kebingungan, ini bau kentut Keenan apa bau bunga bangka-in wlek," terhenti sudah ucapan Hanan karena tiba-tiba rumput yang di lempar oleh Keenan masuk ke dalam mulutnya.

"Wlek, uwweeekk"

Terlihat Hanan sibuk memuntahkan bekas rumputan tadi, dan akhirnya ia pun mengeluarkan sedikit makanan yang berada di dalam perutnya itu.

Zaydan dan Keenan tertawa terbahak-bahak melihat Hanan yang sedang kesakitan, alias bahagia diatas penderitaan orang lain.

Hanan pun berlari menghampiri salah satu santriwati yang berada disana dengan balutan gamis abaya berwarna hitam pekat yang menempel di tubuh mungipnya, ditanganya ada sebotol air yang belum terbuka. Ia pun memintanya dengan keadaan panik, santriwati itu pun memberinya secara suka rela karena melihat keadaan Hanan yang begitu.

Hanan pun langsung berkumur-kumur sampai menghabiskan air yang berada di dalam botol tersebut. Santriwati itu pun kembali menawarkan sebotol air lagi kepada Hanan.

"Masih butuh lagi gak? Ini," tawar santriwati itu kepada Hanan yang sedang berjongkok dan ia ikut menyamai posisinya dengan Hanan.

Hanan pun melihat sekilas ke arah santriwati itu dan kembali menundukkan pandangannya. "Gak papa lagi, Ukhti. Makasih atas bantuannya tadi, syukron." Ucap Hanan dan kembali mengembalikan botol yang sudah kosong itu kepada santriwati tadi.

Al-Kaizen II Ganas Man CircleCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang