{ بِسْمِ ٱللَّٰهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ }
{ اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ }
°
°
°
°
°
°°°🌷°°°
"Azzam, punya riwayat asam lambung. Karena dia dari pagi tidak mengisi perutnya, ditambah lagi dengan dia bergadang semalam, itu membuat asam lambungnya naik. Tidak usah khawatir, Azzam tidak akan kenapa-kenapa. Sekarang, saya boleh minta tolong, tolong pergi ke ndalem, dan minta obat yang biasanya Azzam minum ketika sakit perut, dan juga tolong minta sepiring nasi dan juga lauk ya, sama orang ndalem." Ujar Kyai Hamza.
"Baik, Kyai," ucap Ayran.
Kebetulan Hanan berada disebelahnya, ia pun menyenggol lengan Hanan, Hanan pun tersadar dan melihat kearah Ayran.
"Yok, temanin ke ndalem," ajak Ayran.
"Ayok, Bang"
Ayran dan Hanan pun langsung bergegas menuju ke arah ndalem, sesampainya di sana, tidak terlihat adanya keberadaan penghuni rumah minimalis tersebut.
Pintu tertutup rapat, bahkan pagarnya saja di kunci dan alhasil, Ayran dan Hanan memanjatnya tadi. Kebetulan pagar tidak terlalu tinggi, jadi memudahkan mereka untuk memanjatnya.
Ayran dan Hanan celingak-celinguk memperhatikan area sekitar.
"Sepi, Bang. Kayaknya gak ada orang deh," ujar Hanan.
Tok
Tok
Tok
"Assalamualaikum," ucap Ayran memberi salam.
Suasana terlihat masih sepi, seperti tidak berpenghuni di dalamnya.
"Assalamu'alaikum" ucap Hanan ikut memanggil.
Suasana masih juga sama.
"Terakhir nih ya," ujar Ayran. "Assalamu'alaik-"
"Waalaikumsalam" ucap seorang perempuan sembari membuka pintu rumah tersebut. Perempuan dengan balutan mukena hitam polos yang melekat di tubuhnya. "Ada keperluan apa ya? Abi sedang tidak ada, umi pun sudah keluar." Ujarnya.
Ayran dan Hanan terdiam kaku tanpa mengeluarkan sepatah kata pun dari mulutnya.
"Mas, ada keperluan apa ya?" tanyanya lagi seraya melambaikan tangannya untuk menyadarkan Ayran dan Hanan.
"Oh, ini, Ning. A-anu ma-mau-"
"Mau ambil obatnya Azzam, Ning. Obat yang sering di minum kalo lagi sakit perut," ujar Hanan.
"Azzam?"
"Gus Azzam, Ning" ucap Hanan.
"Oooo, iya-iya sebentar ya ambilkan. Apa ada yang lain lagi?"
"Sekalian sama nasi beserta lauknya, Ning. Kyai yang suruh."
Lantas, perempuan itu pun menggangguk dan masuk ke dalam rumahnya kembali, sedangkan Ayran dan Hanan berdiri tegak di depan pintu sembari melihat ke kiri dan kanan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Al-Kaizen II Ganas Man Circle
Teen Fiction(Drama - Percintaan - Persahabatan - Hijrah - Comedy) . Ketika menginginkan adanya perubahan dalam hidup, seringkali kita mengharapkan perubahan yang instan dan drastis. Kita berekspektasi perubahan tersebut akan langsung membawa dampak yang signi...
