Pencuri Mangga

129 19 0
                                        

{ بِسْمِ ٱللَّٰهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ }
{ اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ }

°
°
°
Jangan lupa vote dan komennya ya!
°
°
°°°🌷°°°

Minggu pagi, usai melaksanakan shalat Duha secara berjamaah di mesjid pesantren, banyak dari mereka memilih untuk langsung keluar dari mesjid, tetapi ada juga sebagian yang memilih untuk berdzikir ataupun membaca Al-Qur'an.

Usai mengambil mushafnya masing-masing, keenam pemuda yang tak lain dan tak bukan ialah, Azzam, Ayran, Agam, Zaydan, Keenan, dan Hanan duduk membentuk sebuah lingkaran yang hanya beranggotakan enam orang itu.

Kegiatan seperti ini sering mereka lakukan jika ingin menghafal Al-Qur'an atau hanya menyimak bacaan yang lain. Kini, tiba saatnya mereka untuk muroja'ah (mengulang kembali hafalan) secara satu persatu dan disimak oleh yang lainnya.

Saat ini, giliran Zaydan lah yang akan mengulang hafalannya dan akan disimak oleh teman-temannya yang lain.

"Surah yang mana, Zay?" Tanya Ayran seraya membuka mushafnya.

"Bentar, gue cek dulu" ujar Zaydan. "Nah, ketemu!" lanjutnya.

"Surah apa?" Tanya Ayran.

"Al-Fath" ujar Zaydan. "Innaa fat-

"Ta'awudz sama basmalah dulu" Tegur Agam membuat Zaydan menghentikan bacaannya seraya menampilkan cengiran khasnya.

"Afwan, Gam" ujar Zaydan.

Zaydan pun mulai memperbaiki duduknya dan menarik nafas dalam-dalam sebelum membaca ayat Al-Qur'an itu.

"A'udzubilla billaahi minasy syaithaanir rajiim. Bismillahir rahmaanir rahiim. Innaa fatahnaa laka fat-ham mubiinaa. Liyaghfira lakallaahu maa taqaddama min dzambika wa maa ta-akhkhara wa yutimma ni'matahu 'alaika wa yahdika shiraatham mustaqiimaa."

Tak butuh waktu lama, Zaydan memurojaahkan hafalan surah Al-Fathnya dengan lancar, baik, dan benar. Yang lain pun ikut memurojaahkan hafalannya dengan surah-surah yang berbeda.

Usai menghafal, mereka menutup mushafnya seraya membaca doa setelah selesai membaca Al-Qur'an secara bersama-sama dengan suara yang begitu merdu hingga membuat sebagian santriwati yang ada disana tersenyum kagum kearah mereka, padahal mereka membacanya dengan suara yang tidak begitu keras.

"ALLAHUMMARHAMNII BILQUR'AAN, WAJ'ALHU LII IMAAMAW WA NUURAW WA HUJAN WA RAHMAH. ALLAAHUMMA DZAKKIRNII MIGHT MAA NASIITU WA'ALLIMNII MIGHT MAA JAHILTU WARZUQNII TILAAWATAHU AANAA-ALLAILI WA ATHRAAFAN NAHAAR, WAJ'ALHU LII HUJJATAN YA RABBAL'
AALAMIIN."

"Ya Allah, rahmatilah aku dengan Al-Qur'an. Jadikanlah ia sebagai pemimpin, cahaya, petunjuk, dan rahmat bagiku. Ya Allah, ingatkanlah aku atas apa yang terlupakan darinya, ajarilah aku atas apa yang belum tahu darinya, berikanlah aku kemampuan membacanya sepanjang malam dan ujung siang, jadikanlah ia sebagai pembelaku, wahai Tuhan semesta alam."

Mereka pun bangkit dari duduknya dan mulai meletakkan mushaf itu kembali pada tempatnya, mereka meninggalkan area mesjid dan berjalan mengelilingi area pesantren. Dihari libur seperti ini, banyak santri yang sibuk dengan kegiatannya masing-masing, ada yang mencuci, membersihkan area asrama, mengerjakan tugas, bahkan ada tidur dengan puas di dalam asramanya.

Al-Kaizen II Ganas Man CircleCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang