♥️♥️♥️hallo? adakah orang?♥️♥️♥️
Apartemen Haechan kembali ramai saat Jeno mengunjunginya untuk bermain dengan Jisung. Mereka berdua sedang asik diruang tamu, sementara Haechan sibuk memasak didapur.
Jeno yang menirukan suara hewan yang dipegangnya, sementara Jisung bagian tertawanya. Mereka terlihat kompak. Papa dan Anak itu sangat-sangat membuat Haechan benar-benar merasakan memiliki keluarga yang bahagia.
Sekarang Haechan yakin kalau dia memang menginginkan Jeno untuk membantunya mengurus Jisung. Dia sebagai Papa, dan Haechan sebagai Mama.
"Jeno kurang ada waktu."
"24/7 yang diurusi pekerjaan semua."
"Jarang komunikasi."
Semua perkataan Mark tetiba muncul kembali diotaknya. Tapi apa mungkin seperti itu? Nyatanya, Jeno lebih memilih bersama dirinya daripada mengurusi kantor sampai-sampai dia dimarahi Papanya.
Dari yang dilihat Haechan, Jeno memang sedekat itu sama Jisung. Entah dia yang memang penyuka anak kecil, atau hanya ingin dekat dengan Jisung lalu mengambilnya?
Oeh! Tidak akan Haechan biarkan jika Jeno ingin merebut Jisungnya.
"Awh, anying!" Haechan berteriak saat tangannya tersayat pisau karna terlalu melamunkan mereka.
"Are you okey Chan?" teriak Jeno dari tempatnya sembari melongok kearah Haechan.
"Keperang pisau."
Jeno langsung bergegas berdiri dan menghampiri Haechan. "Duh, Chan, gimana bisa keperang gini sih?"
Jeno langsung meraih tangan Haechan, kemudian ia mencuci tangan penuh darah itu dibawah aliran air wastafel yang membuat Haechan menggigit bibir bawahnya, menahan perih yang ada.
"Jangan digigit bibirnya," tegur Jeno yang membuat Haechan langsung mengapit rapat kedua bibirnya.
"Shhh.... sakit Mas," desis Haechan dengan mata berkaca-kaca.
"Jangan nangis." Jeno langsung menyesap darah dari telunjuk Haechan lalu diludahkan ke wastafel. Ia ulangi hingga tiga kali sampai-sampai Haechan hanya bisa menatap kagum laki-laki itu. Dia tidak jijik.
"Mas?"
Jeno menggumam dengan mata yang sibuk mencari p3k terdekat.
"Ada hansaplash disamping kulkas."
Jeno langsung menuju kulkas samping milik Haechan dan mengambil plester dari wadah yang ditempel dia samping itu beserta betadine.
Tanpa lebih lama lagi, Jeno langsung mengobati jari Haechan yang luka. Setelah itu, Jeno menghela nafasnya lega.
"Lain kali lebih hati-hati." Jeno mengelus puncak kepala Haechan lembut.
Haechan hanya mengangguk saja.
"Gue pergi ya. Kasihan Jisung langsung gue tinggal tadi."
Haechan mengangguk lagi. Ia menatap punggung Jeno yang menjauh darinya.
Setelah itu, Haechan menatap tangannya yang luka. Dan mengingat bagaimana telatennya Jeno memplester luka itu setelah disesap jarinya.
Seperti ada yang terbang di perut Haechan sekarang.
Huaaa! Lee Jenoooo!!
🐶🐻
"Lihat, keluarga itu? Harmonis sekali yaaa."
"Mereka masih butuh ibu wanita tidak ya? Aku ingin mencalonkan diriku."
"Ahhhh, manis sekaliii. Menggemaskan. Harus diviralkan ini."
KAMU SEDANG MEMBACA
BABY || NOHYUCK
Random-Karna bayi itu, takdir mempertemukan Jeno dan Haechan untuk menjalin sebuah hubungan sebagai keluarga- Budayakan follow, vote, dan comment temannn🤗 Intinya, jangan salah lapak. Ini bxb. NCT shipper. Nohyuck. JANGAN JADI SIDERS VRENNN😭 KALIAN MOOD...
