Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

BABY || BONUS CHAPTER

24.7K 1K 36
                                        

♥️♥️♥️aku kasih bonchap dikit yaaa♥️♥️♥️

Keluarga Haechan sudah lengkap dengan kehadiran satu anggota baru. Lee Sakuya. Adik dari Jisung yang dinanti Haechan selama sekitar tujuh tahun pernikahan.

Sekarang mereka sudah membuat kartu keluarga dengan status yang sudah mereka tetapkan. Jisungpun kini sudah ditetapkan namanya menjadi Lee Jisung.

Pagi ini, Haechan kembali dibuat pusing kala Sakuya tidak mengijinkan Jisung pergi kesekolah. Anak berumur lima tahun itu, terus merengek pengen ikut Jisung sekolah.

"Ma, ikut Abang Ji sekolah yaa," kata Sakuya dengan puppy eyesnya.

Haechan hanya bisa menghela nafasnya. "Uya, Abang Ji kalau sekolah nggak boleh diganggu. Nanti Abang ji bisa dimarahin sama gurunya."

Sakuya langsung menyungut kesal. Sementara anak berseragam biru putih itu hanya menatap datar Adiknya tanpa berkomentar. Karna Jisung sendiri sudah capek dengan Adiknya yang selalu merengek minta ikut.

"Ayo Ji---eh? Sakuya kenapa hmm?" Jeno yang baru saja keluar kamar merasa heran dengan Sakuya yang duduk dilantai dengan mata yang berkaca-kaca.

"Papa, ikut Abang Ji sekolah ya? Sakuya ingin sekolah juga." Anak kecil itu sekarang sudah bergelandutan dikaki Jeno.

"Adek kan masih kecil. Belum boleh sekolah kayak Abang Ji. Nanti kalau udah gede, Uya pasti juga sekolah kok," jelas Jeno sembari mengusap rambut anak bungsunya.

Jeno lalu berjongkok, menyamakan tingginya dengan Sakuya. "Gimana kalau Adek ikut nganter aja. Habis itu pulang, dan belajar dirumah sama Mama. Gimana?"

"Kamu nggak muter-muter Mas? Nanti meetingnya bisa telat lagi," kata Haechan mengingatkan. Karna Jeno sekarang ingin fokus pada perusahaan Papanya, tapi juga tidak ingin mengesampingkan keluarganya. Dan kafe, sekarang Haechan mulai aktif lagi karna Renjun sudah tidak membantunya lagi setelah menikaha dengan Jaemin.

"Mamaaaaa, boleh ya? Uya cuma pengen lihat Abang Ji aja."

Haechan menghela nafasnya.

"Bolehin aja Ma. Ji capek denger Adek ngrengek terus," pungkas Jisung yang sudah jengah.

"Yaudah sana berangkat." Haechan hanya bisa pasrah.

Jisung lalu menyalami tangan Haechan, kemudian berjalan keluar tanpa mencium pipi Haechan seperti yang dilakukan sebelum-sebelumnya.

Haechan menatap Jeno dengan bibir yang diebikkan. "Mas, Jisung marah sama aku ya?"

Jeno mengerutkan keningnya. "Emang iya? Dia nggak cerita apapun tuh sama aku."

"Dari kemarin loh Mas dia aku ajak ngomong nggak pernah ngadep aku. Kalaupun mau, pasti tatapannya kek sinis banget."

"Kemarin kan, Abang Ji juga nangis sambil meluk foto Mama."

Jeno dan Haechan langsung menatap Sakuya kaget.

"Abang Ji kemarin juga bentak Uya. Abang bilang  Uya yang udah rebut Mama sama Papa dari Abang Ji."

"Dia bilang gitu?"

Sakuya mengangguk. "Tapi setelah itu, Abang Ji kekamar Uya sambil bawa coklat sama minta maaf udah bentak Uya. Terus Uya dipeluk sama Abang Ji."

"PA, AYO! JI UDAH TELAT INI!"

"Aku pergi dulu ya?" Jeno segera beranjak pergi bersama Sakuya untuk mengantarkan Jisung kesekolah.

"Ji, Ji, kenapa kamu udah bisa mendem semuanya sendiri hm?"

🐶🐻

MAS JENO🐶

BABY || NOHYUCKCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang