.١١

5.4K 296 33
                                        

بِسْمِ ٱللَّٰهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

انظر ما قال ولا تنظر من قال
(lihatlah apa yang disampaikan, jangan lihat siapa yang menyampaikan)




🌻🌻

Lanjutan...

Gus Habibie dan Manna kini berada di kamar mereka, setelah tiba di rumah sekitar sepuluh menit yang lalu. Gus Habibie dengan lembut menuntun istrinya untuk duduk di tepi ranjang, sementara ia sendiri duduk bersimpuh di hadapan sang istri, menatapnya dengan penuh perhatian.

"Sayang, maafkan jika mas telah berbuat salah," kata Gus Habibie, sambil mengecup lembut kedua tangan Manna.

Manna menatap suaminya dengan mata berkaca-kaca, merasa bingung dan khawatir. "Mas tadi kemana? Sejak tadi Manna kirim pesan, tapi mas tidak membalasnya," ujarnya dengan suara bergetar.

"Habibti, kamu kirim pesan lewat handphone?" tanya Gus Habibie, tampak sedikit kebingungan.

"Ya, tentu saja. Mas tidak aktif, ceklis satu terus," jawab Manna, kini suaranya sedikit lebih tenang, meskipun kekhawatiran masih terbayang di wajahnya.

Gus Habibie terdiam sejenak, tampak berpikir. Kemudian ia bangkit, berjalan menuju lemari pakaiannya. Manna hanya diam, mengamati suaminya yang mengambil sesuatu dari saku gamis putih di dalam lemari. Tak lama, Gus Habibie kembali mendekat, membawa sesuatu di tangannya.

"Maafkan mas, sayang," kata Gus Habibie, menyerahkan handphone miliknya yang sudah rusak parah kepada Manna.

Manna terkejut dan langsung mengambilnya dengan tangan gemetar. "Astaghfirullah... Kok bisa, mas?" tanyanya, dengan mata yang kini mulai berkaca-kaca lagi.

"Handphone mas jatuh di jalan, kemudian dilindas truk," jawab Gus Habibie dengan nada menyesal.

"Inalillahi wainnailaihi raji'un..." Manna terkejut mendengar penjelasan tersebut.

"Pas kejadian itu mas sedang di mana? Kenapa baru sekarang bilang sama Manna?" tanya Manna, merasa cemas.

"Kejadiannya sudah dua hari yang lalu, sayang. Waktu itu mas disuruh Abah untuk mengantar barangnya Kang Majid yang tertinggal di masjid. Mas naik motor Ustadz Zainal, dan ketika hendak menyeberang, handphone mas terjatuh di tengah jalan. Ketika mas ingin mengambilnya, tiba-tiba ada truk yang melaju kencang dan handphone itu langsung terlindas," jelas Gus Habibie, wajahnya terlihat cemas saat mengingat kejadian itu.

Air mata Manna mengalir deras mendengar penjelasan Gus Habibie. "Ya Allah, mas..." ucap Manna dengan lirih.

"Jangan nangis, Habibti..." Gus Habibie menggenggam tangan Manna dengan lembut, mencoba menenangkan istrinya. "Maafkan mas."

"Kenapa mas tidak memberitahu Manna lebih awal?" tanya Manna dengan lembut, mencoba memahami alasan suaminya.

"Mas sebenarnya ingin bercerita sejak kemarin, tapi melihat kamu sibuk dengan Ummah dan Arina, mas urungkan niat itu," jawab Gus Habibie dengan nada penuh penyesalan.

"Hikss..." Manna kembali menangis, memeluk erat tubuh Gus Habibie. "Maafkan Manna, mas... hikss hikss..."

"Sstt... jangan menangis, sayang," bisik Gus Habibie, merangkul tubuh Manna dengan penuh kasih sayang.

Surga Allah Yang Ke-3Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang