•06•

245 61 9
                                        

Like sebelum membaca!

بِسْمِ اللَّهِ الرحمن الرَّحِيمِ

❣Happy Reading❣

"Ja,astagfirullah Ja,tajem bener mulut kamu tadi."ucap Kiran saat mereka tiba di koridor sekolah.

Kiran sebenarnya masih tidak menyangka bahwa sahabatnya yang dikira lugu,dan polos bisa mengskakmat seorang laki laki apalagi laki laki itu seorang Zeandra Langit Adiswara,laki laki yang ditakuti disekolahan SMA Tribakti School.

"Aku gak terima Ran dia ngomong gak sopan sama aku,apalagi sama semua perempuan,dan ngeluarin kata kata yang gak pantes buat dikeluarin!"ucap Senja sambil duduk dan menyenderkan tubuhnya pada tembok.

"Iya sih Ja nyebelin banget tuh cowok,aku tadi pengen deh nyakar mulut dia sama tuh temennya yang suka nyolot itu."terang Kiran dengan geramnya kepada Senja yang senantiasa masih diposisi yang sama.

"Oh iya Ja,dia kan cowok yang kamu suka itu ya?sebenernya sih aku mau tanyain tentang ini waktu kamu udah nabrak dia eh-dia nabrak kamu maksudnya."tanya Kiran pada Senja yang sedang memejamkan matanya.

Senja pun membuka kedua matanya ia terkejut karena sahabatnya menanyakan tentang itu,dan membuat dirinya mengubah posisi nya menjadi duduk dengan menghadap kearah sahabatnya yang duduk disampingnya.

"Dulu aku suka,tapi sekarang hanya ada KEBENCIAN DAN KETIDAKSUKAAN!"jawab Senja dengan menekan kata kebencian dan ketidaksukaan.

"Aku nyesel Ran,aku nyesel suka sama dia apalagi itu udah lama!,aku kira dia masih kak Langit yang aku kenal yang irit bicara,dan pendiam,tapi sekarang dia beda Ran,dia orang yang beda."lirih Senja dengan mata yang berkaca kaca.

Kiran yang tak tega langsung memeluk Senja dengan erat kedalam pelukannya,dan mengelus kepala Senja yang terbalut dengan hijab.

"Insyaallah Ja,kamu bisa lupain dia,jangan sedih oke!nanti aku suruh anaknya pak rt kesini buat ngelap ingus kamu itu."ucap Kiran kepada sahabatnya itu yang masih ada di pelukannya diiringi dengan tawa usilnya.

"Kirannn!!"rengek Senja.

"Cupcupcup udah yaa,jangan sedih lagi oke"ucap Kiran dengan senyuman sambil menghapus air mata yang keluar dari kelopak mata Senja.

Tiba tiba suara notifikasi mengalihkan suasana mereka,suara itu berasal dari handphone milik Senja,karena tau handphone nya berbunyi Senja langsung beralih mengambil handphone nya dari saku baju seragamnya,dan membukanya.Ternyata  pesan itu dari sang ayahnya.

My Father(sarang duit)

Dek,pulang sekolah ke kantor
ayah dulu!

Ada apa emang?

Ada yang penting
kamu harus kesini!

Oh,iya yah senja kesana

Setelah itu Senja langsung memasukkan lagi handphonenya kedalam saku seragam miliknya.Kiran yang melihat itu dibuat bingung karena setelah membuka handphone tadi wajah Senja tiba tiba berubah

"Ada apa Ja?kok muka nya ditekuk gitu?"tanya Kiran setelah melihat raut wajah Senja berubah.

"Ayah nyuruh aku buat ke kantornya males banget!"ucapnya dengan nada yang begitu penuh dengan kelesuan.

"Tumben Ja,nyuruh ke kantor,biasanya kan ayah kamu kalo nyuruh kamu ke kantor pas ada acara aja"timpal Kiran.

Ya memang ayah Senja tidak pernah menyuruh Senja ke kantornya,Senja hanya di suruh ke kantor nya jika ada acara tertentu saja,contohnya saat ada acara kantor yang melibatkan dia dan keluarganya untuk hadir,ia pun pasti akan menghadirinya,walau Senja nyatanya tidak suka dengan dunia perkantoran.Dan hal itu tentu saja Kiran mengetahui nya karena ayahnya sahabat dekat dengan ayah Senja.

SENDALA(Hiatus)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang