•21•

145 20 0
                                        

Like sebelum membaca!

بِسْمِ اللَّهِ الرحمن الرَّحِيمِ

❣Happy Reading❣

Hari telah berganti hari, jam telah berganti jam, menit telah berganti menit, detik telah berganti detik.Ya tepat hari ini Senja akan melepas masa lajangnya karena sebuah keterpaksaan semata.Hari ini adalah hari dimana ia akan dipinang oleh laki laki yang tak lain adalah laki laki yang ia sukai yang kini telah berubah menjadi kebencian.Akad akan dilaksanakan tepat digedung yang telah disiapkan oleh keluarga sang calon mempelai laki laki.Sejak kejadian tempo hari dibutik waktu itu, Senja tidak pernah sama sekali menghubungi sahabatnya Kiran.Kiran pun telah beberapa hari menghubugi Senja, tapi Senja beralasan bahwa ia sedang ada acara diluar kota, alhasil dia tidak masuk sekolah.Senja pun merasa bersalah ynag seharusnya sahabat dekatnya ada disaat momen seperti ini, Senja malah membohonginya.

"Hiks .... hiks .... hiks.... Ran, maafin aku, aku terpaksa bohongin kamu hiks.... aku janji Ran aku akan kasih tau kamu jika waktu nya tiba, aku gak ada niat buat bohongin kamu Ran, maafin aku hiks...."lirih Senja sambil terus memandangi foto dirinya dan Kiran yang tengah tertawa ria disebuah taman.

"Ya allah sayang, udah dong jangan nangis, Kiran pasti ngerti, tuh kan make up kamu jadi luntur."ucap tiba tiba bunda Fatimah yang baru saja tiba dikamar Senja.

Bunda Fatimah memandangi Senja dari pantulan cermin yang ada didepan anaknya, ia melihat wajah sendu dari anaknya ia begitu tahu alasan Senja mengapa ia menampilkan wajah sendu nya dihari yang begitu bahagia ini.

"Udah sayang, Kiran pasti ngerti nanti kamu ajak ngomong dia baik baik, jelasin sama dia bunda tau Kiran adalah anak baik, dia pasti ngertiin situasi kamu."ucap bunda Fatimah sambil menautkan pipinya kepada pipi Senja.

"Mbak tolong make up in lagi anak saya."titah bunda Fatimah kepada penata rias yang merias Senja.

"Iya bu, mari mbak saya ulang make up nya."ucap penata rias itu kepada Senja dan Senja pun menganggukannya.

Setelah beberapa saat, Senja kini telah selesai dengan riasannya, MUA yang merias nya sangat begitu handal alhasil wajah Senja berubah sangat begitu cantik walau dengan polesan make up yang begitu sederhana.Ya Senja yang memintanya agar ia dipoles dengan sederhana.

"Masyaallah anak bunda, kamu cantik sekali sayang, bunda jadi pangling."ucap bunda Fatimah takjub kala melihat penampilan anak gadisnya.

Senja sebenarnya belum menerima sepenuhnya hubungan ini, tapi ia harus belajar ikhlas demi kebahagiaan keluarganya terutama ayah, dan bundanya.

Senja tersenyum."Bunda bisa aja."

Bunda Fatimah mengampiri anaknya itu."Ya udah mbak terimakasih."ucap nya kepada MUA itu.

"Iya bu, sama sama semoga mbak nya sakinah, mawadah, warahmah kalo gitu saya permisi bu,mbak."ucap mbak MUA itu.

Setelah kepergian penata rias kini tertingal hanya lah Senja dan bunda nya.

"Ya udah sayang, bunda kebawah dulu, mau liat persiapan disana nanti kamu turun jika akad nya sudah beres ya, kamu diem disini."ujar bunda Fatimah seraya mengelus puncuk kepala anaknya yang terbalut dengan hijab cantiknya.

"Iya bun."ucap Senja.

Sementara dibawah kini telah ramai dengan para tamu yang hadir, walau yang hadir hanya keluarga terdekat dari kedua mempelai namun itu tak menjadikan acara sepi.Senja dan Langit sama sama tidak mengundang teman dekat mereka satu sama lain, ya karena mereka tidak mau pernikahan ini terbongkar dan diketahui oleh siapa pun selain keluarga mereka.

SENDALA(Hiatus)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang