•17•

170 30 1
                                        

"Mengapa disaat aku ingin melupakannya takdir justru semakin lebih mengikatnya agar aku dan dia bersama untuk bersatu"
- Keysandra Senja Januarta -

"Kesalahan terbesar gue adalah ketemu lo,lo adalah sumber pertama kesialan dihidup gue"
- Zeandra Langit Adiswara -

-

-

-


Like sebelum membaca!

بِسْمِ اللَّهِ الرحمن الرَّحِيمِ

❣Happy Reading❣

20:30

Lain hal nya dengan Langit yang kini telah sampai ke tempat yang dimaksud papah nya, ia pun menjadi bingung tatkala melihat tempat ini bukan tempat yang biasa orang mengadakan pertemuan ataukah yang lain.Tempat ini justru rumah biasa yang minimalis dan elegan namun sederhana.Karena ia bingung, ia mun menanyakan tempat ini kepada orang tua nya.

"Mah, kok kesini rumah siapa ini?"tanya Langit kepada mamahnya.

Papahnya yang fokus hendak memarkirkan mobilnya menatap sejenak sang putra dari kaca depan mobilnya.

"Diem kamu jangan banyak tanya turuti apa kata papah kalo kamu tidak mau jadi gelandangan dijalanan!"ucap pak Arya, Langit yang mendengar jawaban dari sang papah hanya bisa mengepalkan tangannya.

"Pah, Zean kan hanya tanya pah, apa salahnya dijawab papah ini sama anak sendiri ketus banget!"omel mamah Sinta sambil mengelus puncuk kepala sang anak dengan sayang.

"Hanya mamah yang sayang gue"batin Langit.

Pak Arya yang melihat drama ibu dan anak ini pun hanya bisa menggelengkan kepala nya, dan fokus kembali untuk meletakan mobilnya dihalaman rumah tersebut.Setelah itu pak Arya pun keluar mobil disusul oleh mamah Sinta dan Langit yang menyusulnya dari belakang.

"Papah itu sebenernya mau ngajak gue kemana sih, masa ke rumah orang!"gerutu Langit yang masih terdengar oleh orang tuanya.

"Diem kamu ikut kata papah!"ucap pak Arya yang telah sampai didepan pintu rumah tersebut.

Namun saat hendak menekan bel rumah itu dering ponsel Langit mengalihkannya.

Drttt drtttt

"Bentar pah,"ucap nya dan langsung merogoh saku celananya dan melihat siapa yang menyelamatkannya maksud nya menelponnya.Dan tertera lah nama Bagas disana alhasil Langit pun hendak mengangkatnya dan terlebih dahulu ia izin kepada orang tuanya untuk mengangkat telpon tersebut dan membiarkan orang tuanya masuk terlebih dahulu.

"Bagas telpon, Langit angkat dulu papah sama mamah duluan masuk nanti Langit nyusul."ucapnya dan setelah itu ia pergi menjauh dari depan pintu rumah itu untuk mengangkat telpon tersebut.

"Ya udah mah biarkan anak itu, ayo kita masuk keluarga Aditya mungkin sudah menunggu."ucap pak Arya dan langsung mendapat anggukan dari mamah Sinta.

Sementara didalam rumah pak Aditya, Daniel dan bunda Fatimah tengah bersiap untuk menyambut sang calon besan

"Bang keatas gih, liat adek mu apa dia sudah siap."tutur bunda Fatimah saat Daniel tengah fokus pada handphone nya.

Ia pun bangkit dan beralih menatap sang bunda."Iya bun nih mau."

Setelah melihat Daniel pergi keatas untuk melihat apakah Senja sudah bersiap apa belum, bunyi bel rumah mengalihkan sepasang suami istri itu.

Ting nong ting nong

SENDALA(Hiatus)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang