Like sebelum membaca!
بِسْمِ اللَّهِ الرحمن الرَّحِيمِ
❣Happy Reading❣
Sementara dilain tempat Senja sedari tadi bingung mencari keberadaan sang ayah,ia mencarinya karena penasaran dan ingin menanyakan prihal ayahnya yang menyuruhnya untuk tidak pergi,dan prihal tentang bunda dan abangnya yang mengatakan bahwa akan ada sebuah acara.
"Ayah mungkin diruang kerjanya kali ya."ucapnya dan kemudian Senja beranjak untuk mencari sang ayah diruang kerjanya.
Toktoktok!!!
"Yah, ini Senja ayah ada didalem kan?"teriaknya sambil mengedor gedor pintu ruangan kerja milik ayahnya.Aditya yang mendengar putrinya berteriak akhirnya menghentikan sejenak pekerjaannya.
"Masuk aja sayang!"jawab sang ayah.
Senja yang sudah diperbolehkan masuk akhirnya membuka pintunya, dan langsung ia melihat sang ayah yang tengah fokus bersama berkas berkas yang berserakan di mejanya.Senja menjadi tidak enak hati karena ia sudah menganggu pekerjaan ayahnya.
"Yah, kayaknya ayah lagi sibuk ya, ya udah Senja kembali ke kamar aja."pamitnya.
Tapi sebelum Senja berdiri tangannya sudah dicekal oleh sang ayah."Tidak dek, duduk ada yang ayah ingin bicarakan."titahnya.
Senja pun mengangguk paham,"Oh iya yah, Senja juga ada yang mau ditanyakan sama ayah hehee."
"Begini nak, ayah mau bicara sama kamu, ayah ingin menjodohkan kamu dengan anak dari sahabat karib ayah, apakah kamu mau nak?"ucap sang Ayah dengan tatapan yang begitu serius.
Deg!
Badan Senja lemas seketika kala mendengar perkataan sang ayah.Apa katanya tadi?ia akan dijodohkan dengan anak sahabat ayahnya?ia dijodohkan berarti dinikahkan?oh tidak Senja masih terlalu muda, ia tidak pernah memikirkan hal itu, ia hanya fokus terhadap mimpi mimpinya jika ia menikah Senja memiliki mimpi memiliki seorang suami yang baik dalam agama, akhlak nya serta yang lainnya, sama seperti dinovel novel yang ia baca.
"Senja masih kecil yah, Senja belum mikirin hal itu, ayah gak mau Senja terus terusan jadi beban ayah, bunda, sama abang ya?sampe sampe ayah jodohin Senja tanpa bicara terlebih dahulu?Senja tau yah, Senja ini anak yang paling menyusahkan kalian,tapi Senja gak mau yah Senja belum kepikiran hal itu."ucapnya dengan mata berkaca kaca.
"Senja masih sekolah ayah, Senja masih pengen belajar, senja ingin mengejar semua mimpi mimpi Senja, ayah sama yang lainnya gak sayang sama Senja!"sambungnya.
Tumpah sudah tangis Senja,ia tak menyangka ayahnya akan berbicara seperti itu kepadanya.
"Kamu masih bisa sekolah sayang, jika menikah nanti suami mu tidak akan melarangmu, ia akan memberikan izin agar kamu tetap bisa melanjutkan pendidikanmu."jelas pak Aditya sambil mengelus puncuk kepala sang anak yang tengah menangis terisak isak dipelukannya.
Senja pun bangkit sambil melepas pelukan sang ayah,"Ayah gak sayang Senja, semuanya gak sayang Senja!"setelah mengatakan itu Senja keluar begitu saja sambil menangis dan meninggalkan sang ayah.
Pak Aditya yang melihat itu pun menatapnya dengan tatapan sendu, salahkan dirinya mengambil keputusan untuk anaknya ini? ia tidak ingin apa apa, ia hanya ingin yang terbaik untuk putrinya.ia pun bangkit dari duduknya dan berniat untuk menyusul sang anak dan menjelaskan semuanya.
Namun saat ia hendak keluar sang istri Fatimah menghentikan langkahnya.
"Biar bunda yang jelasin semuanya sama Senja."ucap bunda Fatimah,yang menyusul Senja ke kamarnya.Pak Aditya pun mengangguk."Jelaskan pelan pelan sama dia bun, ayah ke kamar jika Senja mau bicara suruh dia langsung kekamar ayah saja."
KAMU SEDANG MEMBACA
SENDALA(Hiatus)
Teen FictionBismillah... (FOLLOW SEBELUM MEMBACA) Jadikan membaca sebagai ajang pembelajaran yaa guys bukan sekedar hiburan,ambilah pembelajaran di setiap cerita yang kita baca, jangan karena membaca cerita yang kalian baca,kalian sampai lupa baca al quran jang...
