•22•

153 19 5
                                        

Like sebelum membaca!

بِسْمِ اللَّهِ الرحمن الرَّحِيمِ

❣Happy Reading❣

Kini saatnya acara sungkeman, masing masing dari mempelai meminta restu kepada orang tuanya masing masing agar kehidupan pernikahan mereka bahagia.

"Bun maafin Senja ya, Senja belum bisa jadi anak yang baik buat ayah dan bunda, maafin Senja juga belum bisa bahagiain ayah sama bunda."ucap Senja sambil merengkuh tangan sang bunda dengan haru.

"Sut, kamu sudah jadi anak yang berbakti sama ayah bunda sayang, jadilah istri yang baik untuk suami mu, patuhi dia nak, jangan sesekali kamu membangkang dia, surgamu ada pada suami mu nak."ujar bunda Fatimah memeluk Senja dengan hangat.

"Iya bun, insyaallah Senja akan jadi istri yang baik."ucap Senja kepada bunda Fatimah sambil mencium tangannya dan bunda nya itu memeluknya kembali.

"Nak, kini tanggung jawab ayah beralih padamu, jagalah Senja seperti ayah menjaganya, sayangi dia seperti ayah menyayanginya, cintailah dia, jangan pernah kamu mengecewakannya, jika hal itu terjadi maka ayah akan membawa kembali anak ayah."ucap pak Aditya kepada Langit.

Langit pun mencium tangan sang ayah mertua."Iya yah, Langit janji akan menjaga dia."

Pak Aditya pun beralih memeluk sang mantu dengan dekapan hangat."Ayah pegang janji kamu."

"Cie adek abang yang beuki mewek ini udah jadi istri!, baik baik ya dek jangan jadi istri durhaka."ucap Daniel sambil mencubit pipi Senja.

"Bunda liat abang ejek Senja, gak ikhlas dia!"rengek Senja kepada bunda Fatimah.

"Dek, dek, udah jadi istri kok ngaduan!"cibir Daniel.

Senja pun semakin mengerucutkan bibirnya."Bundaaa liat abang!!"adunya sambik merengek seperti anak kecil yang meminta mainannya dikembalikan.

"Hushh bang, jangan gitu malu sama keluarga suami adek mu! lagian kamu ini masa sama adek kalah, harusnya kamu duluan yang nikah, apa mau ayah jodohin juga?"ucap pak Aditya kepada Daniel dan ia pun langsung bungkam setelah mendengar perkataan dari sang ayah.

"Jagain adek gue, jangan pernah lo sakitin dia! kalo lo berani sakitin dia, lo berurusan sama gue!"ucap Daniel sambil memukul pelan pundak Langit.

"Iya bang."timpal Langit yang tersenyum sangat tipis pasti tau kan alasannya?, ya karena dia masih belum menerima hubungan  ini.

*****

Setelah acara sungkeman tadi, kini Langit dan Senja menyambut para tamu dari rekan dan teman kantor ayah nya dan mertua nya, dan keluarga terdekat dari masing masing kedua keluarga mempelai.

"Zean, bawa Senja ke kamar gih, kasian mamah liat nya dia kayak nya pegel deh berdiri terus dari tadi, masalah tamu biar mamah yang nyambut kalian istirahat aja benar kan pah?"ucap mamah Sinta memerintahkan Langit agar ia membawa Senja ke kamar untuk beristirahat.

Senja memang sangat begitu tidak nyaman apalagi dengan sepatu hils nya, jujur ia tak nyaman dengan memakai sepatu seperti itu.

"Bener kata mamah, bawa mantu papah kekamar kasian dia."sambung pak Arya kepada Langit.

Langit menatap sekilas kearah Senja dan benar saja gadis itu tidak baik baik saja sedari tadi Senja terus memegangi kaki nya, daripada kena siraman rohani dari orang tuanya Langit langsung membopong Senja, alhasil hal itu membuat semua orang menatap kearahnya.

"Loh kak, lepasin malu diliat orang! kak lepasin kak!"teriak Senja sambil memukul dada bidang milik suaminya itu.

Langit tidak meresponnya justru ia membawa istrinya itu naik keatas untuk pergi ke kamar, hal itu pun membuat semua keluarga inti tertawa sekaligus senang karena hubungan Senja dan Langit perlahan membaik.

SENDALA(Hiatus)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang