2. Trauma. Gara gara Tio

65 1 0
                                    

Dokter mengatakan jika keadaan nara tidak baik baik saja. Dia mengalami. Ketakutan yang berujung menjadi kecemasan. Bisa jadi karna kejadian yang menimpa gadis itu yang hampir di lecehkan. Oleh manajernya sendiri. Nara mengalami trauma. Di takutkan jika sampai mental gadis itu terganggu. Setelah menjelaskan itu. Takut sewaktu waktu nara mengalami ketakutan. Dokter sudah memberikan obat penenang untuk di konsumsi oleh nara. Hanya di saat ketakutan itu muncul jika tidak ya..obat itu tidak perlu di minum. Karna dosisnya yang cukup tinggi

"maaf. Maaf kan saya. aya, Saya telat menolong kamu. Tolong jangan membenci saya" pria itu terus berucap sendu. Sembari menggenggam tangan kanan nara. Menciumnya berulang kali

Tiba tiba saja tangan nara menyentak kuat. Tubuh gadis itu bergetar. Dan langsung bangkit. Gadis itu memojokan dirinya di kepala ranjang. Selimut di tarik lalu di peluknya erat. Seakan selimut itu pelindung tubuhnya. Dari ancaman bahaya. Melihat bagaimana tatapan nara yang terluka. Hatinya merasa sakit. Bagai mana tidak. Gadis yang ia cintai keadaan nya memprihatinkan

"aya. Ini saya. Tenang ya. Saya tidak akan menyakiti kamu" ucapnya lembut

Nara mendongak. Menatap takut pada pria itu."jangan! Jangan mendekat! Pergi kamu. Hikss..tolong pergi!!" nara berteriak histeris. Tak menyerah pria itu mendekat pada gadisnya. Lalu mendekap sangat erat. Tak lupa ia membisikan kata penenang. tepat di telinga nara

"aya. Ini saya alvano, saya janji tidak akan menyakiti kamu. Please tenang ya. Ada saya disini. Tidak akan ada yang bisa menyakiti kamu lagi" bisiknya lembut. Sebari terus mengusap kepala belakang nara dengan penuh sayang.

Bagaikan mantra. Tangis nara yang tadi meraung raung kini. Melirih juga. Ia bahkan membalas pelukan vano, tak kalah erat. Wajah nya di sembunyikan kedalam dada bidang vano. Beberapa detik terdengar nafas nara yang mulai teratur tidak seperti tadi. Seketika vano bernafas lega

"kamu dengar saya kan. Jika iya. Tolong mengangguk" didalam pelukan nya. Nara bergerak lirih. Alvano tau gadis itu berusaha merespon apa yang ia katakan tadi. Jadi vano semakin merasa lega

"apa kamu takut kepada saya?" tanya nya pelan. Nara diam saja tak bergeming

Tak mendapat respon dari gadisnya. Vano. Berusaha mengatur nafas gusar."setelah ini saya yang akan menjaga kamu. Percaya aya, saya tidak akan menyakiti kamu. Seperti pria brengsek itu. Tolong maaf kan. Saya. Yang telat menolong kamu. Saya janji akan memberi balasan yang setimpal pada pria brengsek. Yang berani menyakiti kamu" ucap vano tegas.

Ia tak hanya bicara semata. pria itu sudah menyaksikan sendiri bagai mana binatang buas pliharaan nya yang tengah berebut daging busuk tubuh tio. Hanya di tinggal 5 menit saja. Bagian tubuh yang tersisa hanya tulang belulangnya. menurut vano. Itu balasan yang setimpal untuk orang yang berani menyakiti gadis pujaan hatinya. Bukan kah vano sudah berbaik hati. Mengembalikan manusia penghuni neraka. Agar kembali ketempat asal nya

Setelah mengucapkan itu. Walau nara masih diam membisu. Tapi vano cukup tau respon gadis itu yang semakin mengerat kan pelukan-nya

"nghh..bpak ba__las a__pa?" tanya nya lirih

Senyum tipis tersungging di bibir vano. Nara mulai ada kemajuan. Batinnya." kamu tidak perlu khawatir ya. Jangan di ingat-ingat lagi. Cukup percaya sama saya. Dia sudah dapat balasan yang setimpal. Dan saya minta kamu jangan bekerja disana lagi. Jika menjelang malam di jalan itu akan sepi. Untung saat itu saya yang melintas disana. jika bukan. Saya tidak bisa menjamin keselamatan kamu" lagi apa yang di ucapkan vano bagaikan mantra. Yang bisa membuat nara patuh. Langsung menuruti ucapan vano

Nara pun tidak ingin lagi bekerja disana. Bayangan tangan tio yang mengusap pipi hingga lehernya. Membuat nara. Marah. Kesal. Takut. Ingin memaki. Membalas. Bahkan berteriak yang keras di depan wajah pria itu. Namun. Setelah mendengar vano telah memberi pria itu pelajaran akhirnya dendam yang sempat ada dalam pikiran nara. Kini kembali tenang lagi

I'm Collapse (Pak Dosen)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang