Pagi hari pun tiba. Mata Nara mengerjap menyesuai kan sorot cahaya di sekitar nya. Nara terbangun karna mendengar dering dari ponsel milik-nya. Ia pun meraih benda persegi itu dari atas nakas
"Iya by, ada apa?"tanya Nara lirih
"Na. Tolong izinin gue ya. Hari ini gue nggak bisa masuk."
Nara mengucek mata nya. Ia pun mendudukkan diri nya sebelum bertanya lagi."kenapa by? Kamu sakit?"
"Nggak na, gue di paksa si cadel jadi baby sitter dia. Mana minta jalan-jalan ke jepang segala. Nyebelin banget kan."
Nara terkekeh mendengar dumelan sahabat nya.."ok.. nanti aku izinin by, enak tau bisa jalan-jalan meski sambil momong sih. Tapikan Geby nurut sama kamu. Mana gemesin lagi."ucap Nara
Di sebrang sama feby berdecak tak setuju dengan apa yang Nara ucap kan. Nurut kata nya? Big no! Kalau gemesin sih Feby setuju. Keponakan nya itu memang gemesin. Badan nya yang sedikit berisi. Membuat dia terlihat gemoy cute. Apalagi rambut nya yang panjang trus keriting gantung. Menambah kesan semakin menggemaskan. Setiap orang yang pertama bertemu dengan gadis kecil itu pasti ingin menguel nguel pipi nya. Dan feby ingin menarik hidung keponakan nya yang pesek agar mancung
"Nggak setuju gue soal si cadel. Anak yang penurut. Gue udah bilang mau kuliah. Dia tetep ngeyel gue harus ikut. Gini banget berhadapan sama cucu pertama. Harta. Tahta. Cucu pertama. Anak bungsu mah apa atuh. Jadi kacung dia."
"Kesel gue."
Nara tertawa mendengar ucapan Feby. Nara tau bahwa Feby tidak begitu menyukai anak kecil. Maka dari itu. Di tempel i oleh keponakan satu satu nya saja sudah ngereog
"Udah ah. Pagi-pagi udah emosi aja. Titip salam buat Geby, bilangin kalau Onty Nana kangen."
"Ok na, bakal gue sampai kan salam dari Lo. Yaudah. gue mau mandiin tu bocah dulu. By na..."
Sambungan telpon pun berakhir. Kembali ia taruhkan benda pipih itu ke atas nakas. Nara menoleh ke arah sofa. Ternyata alvano tidur disana. Nara pun beranjak menghampiri alvano. Ia akan membangunkan pria itu.
Semalam alvano ingin menginap lagi. Sedangkan Nara sudah tidur lebih dulu.karna alvano terlalu lama mengerjakan pekerjaan nya melalui iPad. Nara yang tak tahan menunggu alvano. Akhir nya ia pun ketiduran.
Nara tersenyum saat sudah berada di dekat alvano. Menatap wajah tampan pacar tua nya. Membuat perasaan Nara menghangat. Pria itu yang selalu memperlakukan nya manis. Penuh perhatian juga tatapan cinta yang selalu ia tunjukan. Meski awal hubungan mereka selalu banyak perdebatan. Belum saling memahami satu sama lain. Terutama kesibukan alvano. Juga Nara yang tidak tau harus melakukan apa saat menghadapi sikap alvano yang sering ber ubah ubah
"Mas bangun."nara menggoyangkan pelan tangan alvano. Tak lama kedua mata pria itu terbuka. Sontak senyum nya terbit. Membuat Nara reflek ikut tersenyum
"Jam berapa sekarang?"tanya alvano bangun dari tidur nya. Lalu duduk bersandar
"Sekarang setengah enam mas. Mas mau mandi sekarang?"tanya Nara
Alvano mengangguk.."kamu ada kelas pagi?"
Gadis itu mengangguk. Melangkah ke arah tempat handuk. Mengambil handuk berwarna biru untuk alvano. Setelah nya Nara serah kan handuk di tangan nya kepada alvano. Yang langsung di sambut oleh pria itu
Sebenar nya Nara sedikit malas kuliah. Karna badan nya yang masih terasa pegal pegal. Juga Karna Feby dan Galang tidak masuk kuliah. Bukan karna kedua sahabat nya tidak masuk kuliah lalu Nara ingin ikut ikutan. Bukan. Hanya saja. Kalau tidak ada Feby atau pun Galang. Nara sudah seperti asing disana. Tidak ada yang dekat dengan Nara terkecuali kedua sahabat nya

KAMU SEDANG MEMBACA
I'm Collapse (Pak Dosen)
Romancekerja part time setiap hari naraya lakukan. Agar bisa mencukupi kehidupan sehari harinya. Dan juga untuk biaya kuliahnya. Mendiang kedua orang tuanya pernah berpesan jangan pernah putus sekolah. Pendidikan itu harus di utamakan. Jadi karna itulah na...