5. Ternyata?

29 0 0
                                    

Nampak nya alvano yang berusia kepala tiga. kini agak lupa dengan usianya. Ya..terlihat dari perlakuan dan sikapnya terhadap nara. seperti remaja yang di mabuk asmara lalu menjadi budak cinta. Seperti saat ini. Alvano menyempat kan diri mampir ke kos nara. Gadis yang kemarin baru saja menjadi kekasihnya sekaligus Mahasiswanya. Dan kebetulan hari ini nara ada kuliah pagi. Sekalian pria itu mampir untuk menjemput sang kekasih.

Tok! tok!

"iya sebentar" sahut nara dari dalam sana. Ia baru saja selesai membuat sarapan. Untuk dirinya sebelum berangkat kuliah

Ceklek

Pintu pun di buka oleh nara. Pemandangan pertama yang ia lihat. Wajah berseri milik kekasih nya. Yang ia klaim kemarin. Yap..dia alvano. Berdiri di hadapan nara dengan senyum hangatnya. Bagaimana jantung nara tidak berdebar. Sarapan pagi saja di suguhkan dengan yang manis manis. Contohnya senyuman alvano

"pak vano. ada apa pagi-pagi kesini?" tanya nara sembari mempersilahkan pria itu masuk.

Sekedar info ya. Nara juga sebelumnya tidak tau. Jika di kos lama nya memang bebas menerima tamu seorang pria. Tidak ada larangan. Namun. Setiap hari ada pengecekan dari pihak ibu kos. Berbeda dengan kos nara yang baru ini. Ternyata alvano memindahkan nara ke kos yang seperti komplek. Jika ingin mengekos di komplek rose jalan mataram 2 ini. Sebagai tamu harus melapor ke kantor keamanan komplek rose lebih dulu. Agar di kenali. Setiap bulan juga harus membayar uang kos. Kebersihan dan terutama uang keamanan. Tidak sembarang orang bisa tinggal disana. Termasuk menerima tamu. Harus di kenali identitasnya. Betapa bucin-nya alvano menempatkan nara di tempat tinggal yang sangat aman. Jadi selama nara tinggal di komplek itu. Baru alvano lah tamu nara. Yang tidak perlu setor wajah lagi

Alvano berkata."saya tidak perlu setor wajah lagi kan? Masa ingin menemui calon istri harus lapor" begitulah kira kira yang pria itu katakan. Dengan satu amplop coklat berisikan uang. Cukup untuk membayar semua tagihan sampai beberapa tahun kedepan. Bukan sebuah sogokan. Hanya saja alvano tidak mau nara sampai memikirkan tagihan ini dan itu. Ia mau nara cukup nyaman tinggal di kos barunya

Alvano yang mendapat pertanyaan seperti itu. Langsung cemberut."saya nggak boleh menemui pacar saya. Sendiri" seketika ucapan pria itu membuat nara bersemu

"eh..bukan seperti itu pak. Emang bpak nggak ada ngajar pagi?" tanya gadis itu

Alvano mengangguk. Sembari melangkah mendekati nara. Seketika gadis itu mendongak menatap alvano yang lebih tinggi darinya.

Cup

Satu kecupan mendarat di dahi nara cukup lama. Sontak saja tindakan tak terduga dari alvano. Membuat nar terkejut. Namun. Tak ayal gadis itu senang.

"saya ada ngajar pagi. Kamu juga ada kelas pagi kan? Saya sengaja kesini. Mau jemput kamu" ucap alvano setelah melepaskan kecupanan nya. Dia sengaja setikit menjauh dari gadis-nya. Tkut akan khilaf

"iya pak. Tapi saya bisa kok berangkat sendiri" ucapan nara tentu tidak di setujui oleh alvano

"saya tidak mau pacar saya. Naik angkutan umum. Pasti di dalam kendaraan umum. Banyak pria yang duduk tidak jauh dari kamu. Saya tidak mau kamu berdekatan dengan pria lain selain saya" cerocosnya panjang lebar. dan nara cukup terkejut dengan perubahan sikap alvano. Yang ternyata seposesif itu

Dasar posesif

"saya udah biasa kok pak. Naik angkutan umum."jawab nara tenang

Wajah alvano berubah masam."kamu nggak ada panggilan khusus untuk saya?" tanya nya tiba tiba

I'm Collapse (Pak Dosen)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang