Minutes later
Outside Irine's Sorority House
"Hei, ada apa?" Lisa bertanya, menyadari bahwa Irene tidak mengucapkan sepatah kata pun selama perjalanan pulang. "Kamu diam saja dari tadi."
Jalanan masih tertutup salju, membuat Lisa memeluk sikunya. Tiba-tiba, Irene berbalik, alisnya berkerut dalam kebingungan dan sesuatu antara takut dan marah. "Kamu dan Jennie... apa kalian berdua pernah berpacaran?"
"Apa?" Lisa berhenti berjalan. Jalanan hampir sepi kecuali beberapa mahasiswa yang sedang mengerjakan tugas larut malam.
Gadis berambut hitam itu menghindari tatapan mata gadis Thailand itu. "Hanya saja aku... Aku merasakan ada tension di antara kalian berdua... dan itu sangat menggangguku..."
Lisa tiba-tiba merasakan sakit di dalam dirinya, menyadari bahwa dia adalah orang terburuk di seluruh dunia. Irene berhak untuk mengetahui yang sebenarnya. Irene tidak pantas dibohongi, atau bahkan dipermainkan.
Gadis Thailand itu perlahan menganggukkan kepalanya lalu setelah melihat perubahan pada ekspresi Irene, Lisa dengan cepat menjelaskan tentang kencan buta itu dan bahwa Jennie adalah seorang gadis yang straight. Atau begitulah yang Lisa pikirkan, tapi dia tidak menjelaskan bagian itu.
"Jennie is not straight! She's wearing rainbow socks, for Pete's Sake!," bentak Irene. Hal ini mengejutkan orang Thailand itu. Ia belum pernah melihat Irene semarah ini sebelumnya. Bahkan, Lisa tidak pernah melihat Irene marah padanya seperti itu.
"Aku.."
"You're holding something back..."
"Apa?"
"Apakah kalian berdua... You know..."
Lisa hanya bisa terdiam dan tidak bisa menjelaskannya.
"Ya Tuhan!" Irene sangat panik.
"Hei... Irene.. Jennie dan aku hanya berteman, oke?"
Kemudian Lisa menerima pukulan keras di pipinya. Suara itu memenuhi udara dingin malam itu dan mungkin bergema ke arah jalan di sebelahnya.
"Inikah dirimu yang sebenarnya, Lisa, ya?" Irene berseru, suaranya keras dan pecah. "Mengambil keuntungan dari teman kencanmu? Berbohong pada mereka supaya kamu bisa bercinta dengan mereka semua? Aku pikir kamu berbeda!"
"Tidak, Irene, itu tidak benar-" Lisa melangkah lebih dekat ke arah Irene. Ia ingin memeluk gadis itu, untuk membuatnya percaya bahwa ia telah berusaha sebaik mungkin untuk menepati janjinya.
Tapi Irene mendorong pundaknya, lubang hidungnya mengerut.
"Fuck off, Lisa!"
---
Minutes later
Lisa's bedroom, Chahee's apartement
Lisa menatap langit-langit putih di hadapannya sambil berbaring di tempat tidurnya. Dia tidak repot-repot berganti pakaian dari seragam kerjanya. Tidurnya terasa sangat lama karena ia memikirkan Irene, Ten dan Jennie. Hal tu semua terlalu banyak dan membebani gadis asal Thailand itu.
Apa yang dilakukan Lisa pada Irene tidak bisa dimaafkan. Gadis Thailand itu menuntunnya, berpikir bahwa mereka pada akhirnya akan memiliki masa depan bersama. Itu semua sia-sia.
Itu semua hanya untuk mencoba untuk melupakan seorang gadis berambut cokelat. Dan Lisa semakin membenci dirinya sendiri untuk itu.
Irene pantas mendapatkannya. Dan Lisa hanya menerima begitu saja. Seharusnya dia jujur saja padanya sejak awal. Dia telah memanfaatkan Irene untuk keuntungannya sendiri, dia telah menggunakannya sebagai obat untuk kesepiannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Blind Date Gone Wrong
FanfictionGxG 18+ "Kau pasti bercanda." Itu adalah kata-kata hinaan yang dilontarkan oleh gadis pendek mungil dengan rambut cokelat bergelombang dan mata kucing. Jika saja Lisa mau mengesampingkan nada merendahkan yang tak bisa ia hindari, ia akan mengakui...
