double update, votenya mana? hihi
.
Next Saturday, Early morning
Chahee's apartement
Gadis berambut hitam itu dengan mengantuk menyeret kakinya ke arah lemari di dapur untuk membuat secangkir kopi. Dia tidak bisa tidur nyenyak selama beberapa malam ini, memikirkan Jennie dan apa yang dikatakan Rosé tentang Jennie.
Lisa hampir saja menjatuhkan cangkirnya ketika sebuah suara manis menyapanya dari belakang.
"Apakah kau punya rencana untuk pagi ini?"
"Aku..? kenapa?" Lisa menarik dan menghembuskan napas.
Jennie mengintip ponselnya sambil menjawab, "aku harus mengunjungi museum ini. Untuk tugasku minggu depan. Dan aku tidak ingin pergi ke sana sendirian..."
"Kenapa kamu tidak mengajak Ten? Kalian berdua berpacaran sekarang kan?" Lisa tidak pernah benar-benar berniat untuk mengatakannya, tapi dia ingin memastikan.
"Ya, kita memang dekat. Tapi dia belum menjadi pacarku.. Dan aku tak ingin membuatnya bosan dengan semua ini, kau tahu." Lisa langsung menyesal telah mengungkit-ungkit soal Ten. Ia berbalik dan mulai memasukkan bubuk kopi ke dalam cangkirnya.
"Jadi, kau lebih memilih membuat ku menderita?"
Jennie keberatan. "Hei, terakhir kali aku mengajakmu pergi, kamu cukup menikmati konsernya..."
Itu terutama karena aku bersamamu, pikir Lisa. Ia menuangkan air panas dari termos ke dalam cangkirnya dan mulai mengaduk.
"Itu berbeda," jawab Lisa.
"Tolong, temani aku pagi ini saja," Jennie memohon. Lisa tahu Jennie akan menyerah begitu melihat mata cokelat dan bibir cemberut itu. "Aku akan mentraktirmu makan siang dan mengantarmu ke tempat kerjamu. Tolonglah."
---
Hours later, lunchtime
Vegan cafè in Seoul
Tempat ini hampir penuh sesak saat makan siang, namun mereka berhasil mendapatkan tempat duduk yang bagus yang menghadap ke akuarium raksasa. Agak berisik, namun musik yang diputar di latar belakang sepertinya meredam segala sesuatu yang tidak menyenangkan.
"Terima kasih sudah mau menemaniku ke museum, Li."
"Oh.. It's okay, aku juga bersenang-senang," jawab Lisa. Dia benar-benar bersenang-senang dengan gadis berambut cokelat itu. Tidak ada yang bisa membuatnya lebih bahagia selain melihat Jennie bahagia di tempat favoritnya.
"Jadi..." Jennie mulai sambil menatap limunnya. "Apa yang bisa kamu katakan tentang Ten?"
Lisa masih belum pulih dari kenyataan bahwa Jennie menaruh hati pada seorang pria. "Jadi aku sekarang seperti seorang yang me-kualifikasi pacarmu atau semacamnya?"
"Baiklah, jangan tersinggung," si rambut coklat segera menjawab, sambil menyeka bibirnya dengan tisu. Lisa menyadari Jennie tidak mengenakan riasan apapun tapi dia tetap terlihat seperti malaikat. Sejujurnya, dia tidak membutuhkannya.
"Tapi kau sudah mengenalnya lebih lama dari aku. Aku hanya... Apa yang bisa kau katakan tentang dia?"
Lisa tidak bisa berhenti terluka. "Dia baik untukmu, Jen. Kamu bisa mempercayainya."
Lisa tersenyum sambil melanjutkan, menerima kenyataan bahwa Jennie hanyalah temannya. "Dia dulu melindungiku saat SMA."
"Ten menyebutkan bahwa dia juga berasal dari Thailand. Dari apa dia melindungimu?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Blind Date Gone Wrong
FanfictionGxG 18+ "Kau pasti bercanda." Itu adalah kata-kata hinaan yang dilontarkan oleh gadis pendek mungil dengan rambut cokelat bergelombang dan mata kucing. Jika saja Lisa mau mengesampingkan nada merendahkan yang tak bisa ia hindari, ia akan mengakui...
