Happy reading gess 🍡
.
.
.
Kini Ile tengah sibuk melayani tamu dengan perut nya yang sudah kelihatan itu,ia heran mengapa perut nya cepat sekali membesar? Padahal dia belum memasuki bulan ke 2.
"Yaallah....,bumil kita lucu banget.gak nyangka ya kita bakal jadi ounty sya,sehat sehat ya debay."ucapan itu berasal dari dara.
Ile hanya terkekeh melihat tingkah laku teman nya itu,berbeda dengan Tasya yang kini malah sibuk menatap ke arah Abang nya dara--devan yang tengah berbincang dengan Gus atta.devan malah mampir.sebenarnya Devan hanya mengantar kan sang adik saja,namun adik nya itu bersikeras untuk mengajak Abang nya itu masuk.
"Sya..."panggil dara namun tak di gubris oleh sang empu.
Dengan kesal nya dara pun menyenggol lengan Tasya yang berada di samping kanan nya itu,Tasya yang melihat itu pun menatap tak suka ke arah dara.
"CK,apa?!"tanya Tasya sedikit ngegas.
Dara yang mendengar itu hanya mengelus dada dengan sabar,berbeda dengan Ile yang malah tertawa melihat itu.
Waktu masih menunjukan pukul 10.46,dan untung nya kantor Gus atta di liburkan selama 3 hari semasa lebaran.
"Kita balik dulu ya le,nih hadiah buat debay nya."ucap dara memberi bingkisan yang berjumlah 5 itu,selanjutnya Tasya yang memberikan sebuah kado berukuran besar dengan motiv pink biru itu.
"Gak usah repot repot dar,sya.pake bawa hadiah segala,makasih banyak ya..."ucap Ile berbicara panjang lebar dan akhir nya tetap sama yaitu menerima hadiahnya.
Dara dan Tasya pun bersalaman dan memeluk Ile,begitupun Devan dan Gus atta yang berjabat tangan sebelum berpisah.
"Ayok ghina!"ajak dara membuat Devan kesal.
Saat menyadari tamunya sudah pergi,Ile pun beranjak dari duduk nya ingin menuju lantai atas.gus atta membantu sang istri berdiri perlahan,Gus atta tersenyum manis kala tatapan mereka saling beradu.
Tok
Tok
Tok
Siapa lagi itu?
Ile kemudian kembali duduk,Gus atta bergegas membuka kan pintu itu.ternyata yang datang adalah keluarga dan teman Ile dari jakarta,Rena dan lexa tidak datang karena mereka kristen.
"Assalamualaikum!"salam mereka semua.
Ile dan Gus atta menjawab nya dengan pelan,bahkan hampir tak terdengar.kursi yang kosong tadi di gantikan dengan kursi yang sudah ramai dengan manusia manusia itu,Ile pun menyuruh sus Gea membuat kan minum untuk para tamu tamu itu.
"Apa kabar sayang?...."ucap mama tersenyum ceria kemudian menghampiri Ile dan memeluknya.
Ile pun membalas pelukan sang mama dengan erat,ia sangat merindukan wanita itu.
Mereka pun berbincang bincang kecil agar silaturahmi tidak terputus pinjam dulu seratus,bahkan Ile sangat senang bila melihat suasana rumahnya menjadi ramai seperti ini.bahkan tak ayal murid murid Gus atta datang kesini untuk bersilaturahmi,Ile juga peka dan menyiapkan thr yang lumayan.
"Gimana nak? Masih muntah muntah?"tanya sang mama yang kebetulan berada di samping Ile itu.
"Alhamdulillah udah jarang ma"jawab Ile sekenanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
AHSANU?
Jugendliteraturkita jadi manusia harus saling menghargai jadi kalian pasti tau lah gimana cara nya ngehargai cerita/karya seseorang?
