karena anak nya Kenzo sudah di perboleh kan pulang,akhir nya ile memutuskan untuk membawa anak nya tinggal sementara di bandung.
hanya keluarga dan teman dekat nya saja yang tau keberadaan nya,sedangkan atraksi yang masih menjadi suami sah nya tidak tau keberadaan anak dan istri nya itu.
"besok Lo harus ke pengadilan,"ucap lexa.
"gue gak bisa datang,besok ada pengacara yang wakilin gue."
lexa menghela nafas gusar,mata nya melirik singkat pada wanita itu.wajah nya suram tidak ada kehidupan,tidak ada sedikit pun gairah untuk hidup tampak nya.
"selesaikan masa lalu Lo dulu le,hidup Lo gak bakal tenang kalau gini.lo bakal terus di hantui,"ucap Rena yang baru datang membawa kan buah segar yang baru dia petik di belakang rumah ile.
"gue gak bisa,gue masih belum mencerna apa arti dari semua ini dan kenapa gue masuk kedalam kerumitan ini?"
"andai aja Lo pas itu nolak atraksi dan lebih milih bara atau Rafael,mungkin hidup lu bakal jauh lebih baik."gumam lexa.
"gue gak tau kenapa dulu gue milih atraki,"tangan ile menggapai keranjang apel itu dan mengambil apel segar yang baru saja di petik dan sudah di cuci itu.
mereka bertiga menatap kosong keluar jendela sembari terus menggigit buah apel itu,tidak ada yang membuka suara sampai ketukan dari lantai bawah menyadarkan mereka.
"ile!"
mereka bertiga saling tatap seolah ada bahaya yang mengintai.
"itu suara Febby kan?"bisik Rena.
"iya,le?"lexa menatap ke arah ile yang semakin murung.
"ile!!"teriak nya lebih keras sambil terus mendobrak pintu itu.
akhirnya ketiga nya turun dengan Rena yang menjadi tameng.
ceklek.
"ada apa? ribut banget Lo? tau dari mana Lo ile di sini hah?!"hardik Rena.
"kalian gak perlu tau,inti nya gue mau ngasih tau ini."ucap ustadzah Febby datar.
"atta sakit,"beritahu Febby.
"ya trus? Lo mau apa? mau minta duit buat biayain rumah sakit nya? minta BPJS atau apa?!"kesal lexa ikutan maju.
"atta mau lo nemuin dia,"ucap Febby tidak peduli dengan kedua gadis itu.
"dia mau ketemu anak anak nya,"lanjut Febby.
"gue gak peduli,"ile masuk di ikuti kedua teman nya yang selesai mengunci pintu.
"ile!!"
"LO BAKAL NYESAL!"teriak Febby kesetanan.
"apaan sih tu orang,"lexa terkikik di buat nya.
(◠‿◕)
"hak asuh nya jatuh ketangan Lo kan?"
"Kenzo bakal sama Abi nya..."lirih ile menggenggam tangan lexa erat.
"aduh...gue takut bajingan itu ngasih makan paku ke anak Lo,mau gue apain hakim nya biar hak asuh nya jatuh ke tangan Lo?"tanya Rena geram dengan tangan yang sudah di pletek pletek kan.
"gak usah ren,aku tau dia bajingan,tapi kalau urusan bayi dia pandai nge jaga."
"awas aja kalau si Kenzo mat-"ucapan lexa terhenti setelah mendapat cubitan dari Rena dan tatapan tajam dari ile.
KAMU SEDANG MEMBACA
AHSANU?
Ficção Adolescentekita jadi manusia harus saling menghargai jadi kalian pasti tau lah gimana cara nya ngehargai cerita/karya seseorang?
