ngejar pacar orang II

295 19 4
                                        

di part ini ada adegan nakal nya, jadi buat kalian yg belum 18thn mending ga usah baca ya? walaupun cuma kissing, tetap saja. tapi terserah dosa di tanggung masing-masing.

buat yg ngerasa risih atau apapun itu bisa skip part ini silahkan baca cerita lain saja.















" mih, pih Anrez main dulu ya" ucap Anrez kepada kedua orang tuanya yang sedang asik menonton TV.

" udah mau magrib rez, mau kemana sih?"

" biasa pih di rumah Haikal" jawab Anrez.

" nanti aja habis magrib ya?" ucap mami Anrez.

Anrez menghela nafas berat, ntah mengapa hatinya mendadak resah, ia takut Shani kenapa-kenapa, takut terjadi kejadian yang tak di inginkan. tapi Anrez juga harus menuruti ucapan kedua orang tuanya.
" sini rez duduk, jangan berdiri aja. kayak patung aja kamu"

" pih Anrez lagi ada perlu ini pih, Anrez juga udah di tungguin mih sama temen-temen Anrez"

" ga baik keluar pas mau magrib gini, banyak setan rez, udah sini duduk." Anrez berdecak pelan lalu menuruti ucapan mami nya.

ketiganya duduk di satu sofa dengan Anrez di tengah tengah mereka, menonton acara TV kesukaan mami nya.

" duh ini lagi, kenapa gue harus khawatirin Shani sih? lagian dia ga bakalan kenapa-kenapa juga kan?? kan dia mau jalan sama si gracio kan?" gumam Anrez dalam hati.

rasa khawatir dan resah kini berkecamuk menjadi satu, Anrez sendiri bingung kenapa ia mengkhawatirkan Shani.
" sekolah mu lancar kan rez?"

" rez? kamu lagi mikirin apa sih? itu papi mu nanya loh" tegur mami.

" e-h? iya pih? nanya apa tadi?"

Suwandi, papi Anrez. menoleh sebentar pada sang anaknya kemudian beralih menonton televisi lagi.
" gimana sekolah mu, lancar?"

" lancar-lancar aja kok pih"

" bagus kalo gitu" balas Suwandi setelah itu kembali hening hanya ada suara dari tv itu.

-
-
-

di sini lah shani berada, di sebuah club' malam. bersama gracio tentunya.

sudah dari jam delapan mereka disini, awalnya shani mengira kalau gracio akan mengajak nya jalan ke pasar malam, karena tadi gracio hanya bilang mau jalan aja seperti biasa.

tapi ntah kenapa gracio tiba-tiba saja membelokan motornya ke club' ini, Shani sempat menolak pas mereka sampai di sini, namun dengan seribu jurus yang gracio siapkan mampu membuat Shani akhirnya mau ikut masuk, ntah bodoh atau gimana Shani ini.

" mau minum apa sayang?"

" cio katanya kita cuma ketemu temen kamu terus habis itu pulang" balas Shani, jujur ia merasa takut sekarang. ingin pulang saja rasanya.

" sayang banget udah jauh-jauh kesini cuma ketemu temen doang, kita minum aja Shan sekali-kali kan?" ucapnya.

" lah gracio? lu di sini juga?" sapa nya.

" lah? bara? zean? ngapain lo pada di sini?"

" dih kek ga tau aja lu! oh iya ngomong-ngomong pacar lu nih?" tanya zean menunjuk ke Shani.

shani yang merasa di tunjuk oleh zean mendadak bingung apa yang sedang mereka bicarakan.
" yoi, gimana cantik kan?"

" cantik sih cantik, tapi keliatannya kayak cupu gitu. ga pernah kesini kah sebelumnya?" sahut bara.

gracio mengangguk sebagai jawaban, ya memang betul Shani tak pernah ke tempat ini sebelumnya.
" first time dia ke sini, oh iya gue udah chat ke kalian udah masuk kan? jadi gimana? udah siap kan semua nya?" tanya gracio, ia sangat yakin kalau Shani tidak akan mendengar obrolan mereka.

OS ( SHANREZ )Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang